Tips Aman Menerjang Genangan Air bagi Pengendara Motor

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38:03 WIB
Banjir setinggi 25 sentimeter (cm) menggenangi Jalan Daan Mogot, Cengkareng, tepatnya di depan Samsat Jakarta Barat.(Sumber:NET)

JAKARTA - Musim hujan telah tiba kembali, dan pengendara sepeda motor kerap berhadapan dengan genangan air di jalan raya sebagai makanan sehari-hari.

Pengendara sering berada dalam kebingungan: memilih lajur tengah atau bergeser ke sisi kanan demi menghindari air?

Akan tetapi, mengambil keputusan untuk melintasi genangan air rupanya tidak sekadar memilih lajur.

Dibutuhkan perhitungan teknis serta pengamatan visual yang cermat supaya motor tidak mengalami mogok atau terperosok ke lubang yang tertutup air.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, menjelaskan bahwa hal paling krusial saat menembus genangan air bukanlah memilih lajur tengah atau kanan, melainkan memantau kondisi jalan terlebih dahulu.

Hindari Sisi yang Gelap

Langkah pengamatan awal yang perlu dilakukan yaitu memperhatikan warna dan kedalaman air.

Secara topografi, rancangan jalan raya umumnya dibuat miring menuju saluran pembuangan di sebelah kiri.

Lantaran hal itu, titik air paling dalam biasanya berada pada area tersebut.

"Sebaiknya hindari bagian yang terlihat paling dalam. Biasanya, di sisi kiri atau titik yang airnya menggenang lebih gelap," ujar Agus, belum lama ini.

Warna air yang makin gelap mengindikasikan volume air yang lebih pekat atau adanya cekungan yang dalam.

Apabila pengendara nekat menerobosnya, bahaya timbulnya water hammer atau masuknya air ke ruang bakar menjadi sangat besar.

Menjaga Momentum dan Jarak Aman

Apabila telah menemukan area yang dinilai paling aman, teknik berkendara menjadi faktor penentu berikutnya.

Pengendara dilarang keras melakukan manuver mendadak maupun pergeseran kecepatan secara tiba-tiba yang dapat merusak keseimbangan motor pada permukaan licin.

"Pilih jalur yang airnya paling dangkal dan aman, bisa di tengah atau kanan tergantung situasi. Lalu, kurangi kecepatan, jaga gas tetap stabil, jangan mengerem mendadak, dan selalu jaga jarak dengan kendaraan lain karena pengereman bisa berkurang," kata Agus.

Penurunan daya cengkeram pengereman terjadi karena komponen piringan cakram atau kampas rem basah, sehingga kinerjanya tidak selaras dengan kondisi kering.

Jangan Memaksakan Diri

Tindakan paling bijaksana sewaktu menjumpai genangan air tinggi adalah tidak bersikap nekat.

Saat permukaan jalan sudah tak nampak sama sekali, risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan kehilangan waktu untuk berputar arah.

"Kalau genangannya terlalu dalam dan tidak terlihat dasar jalannya, lebih baik tidak dipaksakan untuk dilewati, sebaiknya mencari jalan alternatif atau melihat pengendara lain yang bisa melewati jalan tersebut," ujarnya.

Mengamati kendaraan lain, khususnya yang sejenis, dapat dijadikan tolok ukur instan untuk memprediksi kedalaman air.

Jika sepeda motor di depan kelihatan tenggelam sampai ke batas knalpot atau penyaring udara, maka berbalik arah merupakan keputusan paling bijak demi keselamatan kendaraan serta diri sendiri.

Terkini