Tips Memperbaiki Baterai Lithium-ion Motor Listrik yang Imbalance

Senin, 20 Juli 2026 | 18:59:32 WIB
Ilustrasi Baterai Lithium-ion Motor Listrik.(Sumber:NET)

SERANG - Komponen paling krusial pada ekosistem kendaraan roda dua ramah lingkungan adalah baterai.

Penurunan performa kendaraan, berkurangnya jarak tempuh, atau proses pengisian daya yang tidak normal merupakan tanda kuat adanya gangguan pada sistem penyimpanan daya.

Ketidakseimbangan tegangan dan kapasitas antar-sel (cell imbalance) merupakan masalah yang sangat kerap dijumpai pada baterai lithium-ion.

Ketimpangan performa antar-sel penopang ini membuat penyaluran daya menjadi kurang maksimal.

Abdulah, pemilik bengkel spesialis kendaraan listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menerangkan bahwa penanganan masalah tegangan sel yang tidak seimbang memerlukan pembongkaran total secara cermat.

“Prosesnya pasti pertama kita bongkar dari pack baterainya. Setelah dibongkar, kemudian kita melakukan pengecekan sel satu per satu,” ujar Abdulah melansir kompas.com, Senin 8 Juni 2026.

Menurut dia, standardisasi voltase serta kapasitas yang seragam pada seluruh sel adalah syarat mutlak.

Setelah pembongkaran, langkah awal teknisi yaitu melakukan penyelarasan (balancing) demi meratakan voltase dan kapasitasnya.

Ia menjelaskan, jika terdapat sel yang jarak tegangannya terlalu jauh, Battery Management System (BMS) bakal secara otomatis membatasi daya tahan keseluruhan untuk menjaga keamanan berkendara.

Kondisi inilah yang memicu energi baterai cepat habis.Pengujian laboratorium internal dikerjakan setelah balancing guna memastikan keseragaman tegangan.

Bila ditemukan sel yang aus secara permanen, penggantian sel secara parsial wajib dilakukan.

“Setelah itu, kita drain (kuras dayanya) sampai nol, lalu kita isi penuh lagi sampai full. Jadi semuanya kembali rata,” kata Abdulah menjelaskan protokol akhir perbaikan baterai.

Terkait penyebabnya, ia memaparkan bahwa cell imbalance umumnya terjadi akibat tiga faktor utama: toleransi bawaan pabrik, usia pakai yang memicu degradasi tidak merata, serta kebiasaan isi ulang daya yang buruk seperti membiarkan baterai kosong terlalu lama atau mengisi daya saat suhu baterai masih panas.

Redaksi menggarisbawahi pentingnya tindakan cepat terhadap gejala ketidakseimbangan sel ini.

Apabila dibiarkan, kapasitas total baterai dipastikan kian merosot dan berisiko merusak sel-sel lainnya.

Terkini