Malaysia Siapkan Pabrik Baterai Graphene Demi Perkuat Rantai Pasok EV

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:50:10 WIB
NanoMalaysia kembangkan baterai lithium-ion berbasis graphene untuk kendaraan listrik. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Malaysia bersiap memasuki babak baru industri kendaraan listrik dengan memulai produksi baterai lithium-ion berbasis graphene pada Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat rantai pasok EV sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Baterai terbaru dikembangkan oleh NanoMalaysia melalui anak usaha Gigafactory Malaysia. Fasilitas ini diklaim sebagai pabrik pertama di Malaysia yang memproduksi teknologi baterai hasil pengembangan dalam negeri dan ditargetkan melayani pasar ASEAN.

CEO NanoMalaysia, Rezal Khairi Ahmad, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting pengembangan ekosistem EV nasional. 

“Kan Malaysia kini hampir mengoperasikan fasilitas produksi baterai lokal pertama yang memanfaatkan teknologi buatan dalam negeri,” kata Rezal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional, produk terbaru menggunakan kimia nikel-mangan-kobalt (NMC) dan memanfaatkan graphene sebagai pengganti grafit pada elektroda negatif. Penggunaan graphene diklaim mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan energi hingga tiga kali lipat. Baterai ini diproyeksikan memberi jarak tempuh hingga 640 kilometer sekali isi daya dengan kepadatan energi lebih dari 200 Wh/kg.

Pengembangan baterai didukung oleh investasi sekitar RM20 juta atau Rp 89 miliar. Produksi perdana dilakukan di fasilitas seluas 15.000 kaki persegi di Kawasan Industri Suria, Sepang. NanoMalaysia menargetkan kapasitas produksi meningkat ke skala megawatt-jam (MWh) paling cepat September 2026.

Saat beroperasi penuh, pabrik diperkirakan mampu memproduksi sekitar satu MWh kapasitas baterai per tahun atau setara 92.000 sel baterai. Untuk memperkuat rantai pasok bahan baku, NanoMalaysia berencana menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai pemasok nikel. Perusahaan juga menyiapkan program daur ulang baterai guna menjaga keberlanjutan material.

Hingga kini, harga resmi baterai belum diumumkan. Namun, NanoMalaysia optimistis produksi lokal dapat menekan biaya kendaraan listrik melalui pengurangan biaya impor, logistik, dan penyimpanan.

Terkini