5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kesehatan Telinga Anda

Senin, 06 Juli 2026 | 12:00:00 WIB
Agar bisa mendengar dengan optimal, kita wajib memastikan kesehatan telinga selalu dalam kondisi yang prima.

JAKARTA - Pendengaran adalah salah satu anugerah yang sangat berharga. Oleh karena itu, kita harus ekstra hati-hati dan menghindari kebiasaan sehari-hari yang berpotensi merusak keharmonisan fungsi telinga kita.

Kemampuan mendengar memegang peranan krusial dalam kelancaran komunikasi sosial. Agar bisa mendengar dengan optimal, kita wajib memastikan kesehatan telinga selalu dalam kondisi yang prima.

Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa aktivitas harian mereka justru memicu gangguan pendengaran. Apa saja kebiasaan yang wajib kita waspadai demi menjaga kesehatan pendengaran kita? Berikut ulasannya:

1. Sering Terpapar Suara Terlalu Keras

Mendengarkan suara yang menggelegar dalam durasi lama merupakan pemicu utama gangguan pendengaran. Kebiasaan ini sering terjadi saat kita memakai earphone, menonton konser, bermain game, atau bekerja di lingkungan pabrik yang bising. Untuk menjaga telinga, batasi volume suara agar tidak terlalu kencang. Jika profesi Anda menuntut Anda berada di dekat mesin bising, pastikan memakai alat pelindung seperti ear plug atau ear muff demi keselamatan kesehatan telinga Anda.

2. Kebiasaan Merokok

Semua orang tahu rokok merusak paru-paru, namun tak banyak yang tahu bahwa rokok juga merusak kesehatan telinga. Kandungan racun dalam rokok bisa menghambat jalur getaran suara, sehingga mengganggu fungsi telinga dalam menangkap bunyi. Kondisi ini tidak hanya mengintai perokok aktif. Faktanya, perokok pasif yang sering menghirup asap rokok memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena tuli frekuensi rendah. Jadi, hentikan kebiasaan ini demi menjaga telinga orang-orang di sekitar Anda.

3. Cara Membersihkan Telinga yang Keliru

Banyak orang keliru dalam merawat kebersihan tubuh, salah satunya dengan mengorek telinga memakai cotton bud. Kebiasaan ini justru mendorong kotoran masuk lebih dalam dan memicu penyumbatan yang merusak kesehatan telinga. Kotoran dan bakteri alami sebenarnya berfungsi melindungi liang telinga dari infeksi luar. Secara alami, kotoran tersebut akan keluar sendiri berkat gerakan rahang saat kita mengunyah. Oleh sebab itu, hindari mengoreknya secara berlebihan agar tidak terjadi gangguan pendengaran.

4. Mengabaikan Kesehatan Gigi dan Mulut

Masalah pada gigi ternyata bisa berdampak buruk pada fungsi telinga. Bakteri dari gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak dapat memicu rasa nyeri yang menjalar hingga ke area telinga. Lebih parah lagi, bakteri tersebut bisa masuk ke pembuluh darah dan memicu peradangan. Jika aliran darah ke otak terganggu, area otak yang bertugas memproses suara juga akan mengalami masalah, yang pada akhirnya mengancam kesehatan pendengaran Anda.

5. Pola Makan Berlebihan (Obesitas)

Nafsu makan yang tidak terkontrol hingga memicu obesitas ternyata berkorelasi dengan risiko gangguan pendengaran. Wanita dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi terbukti lebih rentan mengalami penurunan fungsi pendengaran. Obesitas juga memicu penyakit diabetes. Kadar gula darah yang tinggi lambat laun akan merusak pembuluh darah kecil yang ada di dalam telinga, sehingga mengganggu optimalnya kesehatan pendengaran jangka panjang.

Kesimpulan

Kesehatan telinga dan ketajaman pendengaran kita sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Mulai dari kebiasaan mendengarkan musik keras, merokok, salah cara membersihkan telinga, hingga abai terhadap kesehatan gigi dan berat badan, semuanya bisa memicu gangguan pendengaran permanen. Mulailah menjaga telinga Anda dari sekarang dengan menerapkan pola hidup sehat demi mempertahankan fungsi telinga yang optimal hingga tua.

FAQ

1. Mengapa membersihkan telinga dengan cotton bud tidak disarankan? 
Karena cotton bud justru berisiko mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam ke dekat gendang telinga, menyebabkan sumbatan, hingga memicu infeksi atau gangguan pendengaran.

2. Apakah perokok pasif juga berisiko mengalami gangguan pendengaran? 
Ya. Asap rokok mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah. Studi menunjukkan perokok pasif berisiko dua kali lipat mengalami kehilangan pendengaran pada frekuensi rendah.

3. Apa hubungan antara obesitas dengan fungsi telinga? 
Obesitas dapat memicu penyakit sistemik seperti diabetes. Diabetes merusak pembuluh darah kecil di telinga bagian dalam, yang bertanggung jawab menjaga kualitas kesehatan pendengaran Anda.

Tags

Terkini