Balita Tewas Usai Terjebak 4 Jam di Lubang Proyek Tebet

Senin, 29 Juni 2026 | 08:27:37 WIB
Petugas melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. (FOTO:NET)

JAKARTA - Seorang anak kecil berinisial I (4 tahun) mengembuskan napas terakhir sesudah terjebak selama kurang lebih empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di daerah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Korban sebenarnya sempat dievakuasi dalam keadaan bernyawa, tetapi jiwanya tidak dapat diselamatkan ketika sedang dibawa menuju rumah sakit.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Anak tersebut dipastikan masih bernyawa sewaktu proses penyelamatan berlangsung tetapi mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

Di sisi lain, Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jaksel, Kusnanto mengimbuhkan bahwa jajarannya ikut mendampingi proses evakuasi dari tempat kejadian hingga ke rumah sakit.

"Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Kusnanto.

Sampai dengan saat ini, pemicu utama sang bocah hingga terperosok ke dalam lubang proyek tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih mendalam.

Pada Minggu dini hari, aparat kepolisian mendapati aduan masyarakat terkait adanya seorang anak yang masuk ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Insiden tersebut berlangsung kurang lebih pukul 23.40 WIB, di mana pada saat itu korban tengah bermain bersama rekan-rekannya di sekitar lokasi proyek itu.

Korban lalu terperosok ke dalam lubang proyek yang memiliki kedalaman berkisar 3,5 hingga 4 meter serta garis tengah berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter (cm).

Rekan-rekan korban selanjutnya bergegas meminta bantuan kepada personel Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai yang kemudian dilaporkan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet dengan langsung bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP).

Sebagai langkah awal, tim penolong mencoba mengeksekusi penyelamatan lewat metode manual dengan memposisikan petugas berpostur kecil masuk ke dalam lubang demi mengangkat korban ke luar.

Kendati demikian, langkah tadi belum mendatangkan hasil akibat ruang lubang yang begitu ketat ditambah kondisi korban yang didera trauma.

Aparat selanjutnya berembuk dengan beberapa lembaga terkait, seperti Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, dan mendatangkan sarana alat berat guna mendukung jalannya penyelamatan.

Dua unit alat pengeruk (ekskavator) diterjunkan guna melakukan pengerukan secara saksama dengan terlebih dahulu merancang jalur yang aman pada bagian tepi lubang untuk meminimalkan ambrol.

Petugas kepolisian pun membentangkan garis polisi di sekitar area guna mensterilkan lokasi serta mengantisipasi kepadatan warga yang berpotensi mengganggu jalannya evakuasi.

Seusai upaya evakuasi bergulir kurang lebih empat jam, korban pada akhirnya berhasil diangkat pada sekitar pukul 03.55 WIB dan bergegas dilarikan ke RSCM demi memperoleh tindakan medis lanjutan.

Terkini