Kanada vs Afrika Selatan: Alphonso Davies Jadi Faktor Kunci

Minggu, 28 Juni 2026 | 12:43:36 WIB
Jadwal pembukaan Piala Dunia 2026, prediksi Meksiko vs Afrika Selatan, formasi, dan prediksi skor laga pembuka.(FOTO:NET)

JAKARTA - Kanada tidak menduga bakal bersua Afrika Selatan lantaran sebelumnya memproyeksikan diri untuk menantang Korea Selatan di fase 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di Los Angeles Stadium, California, Amerika Serikat, pada Senin (29/6) jam 02.00 WIB.

Sisi emosional Kanada bergejolak karena di satu aspek mereka menilai Afrika Selatan yang menduduki posisi 54 dunia di atas kertas lebih mudah diatasi ketimbang Korea Selatan yang bertengger di peringkat 28.

Namun di aspek lain, kesuksesan Afrika Selatan menumbangkan Korea Selatan membuat langkah Kanada diliputi kecemasan, terlebih pada waktu yang sama mereka menderita kekalahan 1-2 dari Swiss, sehingga kehilangan kans melakoni laga fase gugur di hadapan publik sendiri di Vancouver.

Hasil minor kontra Swiss tersebut sekaligus meniupkan sinyal negatif perihal merosotnya kedalaman kekuatan di dalam tubuh tim Les Rouges alias Si Merah.

Reduksi kekuatan itu terutama melanda lini tengah usai gelandang jangkar Ismael Kone terpaksa menepi dari turnamen lantaran ditekel keras oleh pemain Qatar hingga menderita cedera yang tergolong parah.

Padahal Kone merupakan pilar vital yang posisinya tak tergantikan di kubu Kanada, di mana efek lubang yang ditinggalkannya tampak amat kentara sewaktu bersua Swiss.

Saat menghadapi Bosnia dan Qatar, skuad arahan Jesse Marsch selalu sukses memegang kendali permainan, mulai dari dominasi penguasaan bola yang menyentuh angka rata-rata 69 persen, hingga catatan menusuk sepertiga akhir lapangan sebanyak 162 kali. Namun kala meladeni Swiss, Si Merah kehilangan dominasinya sekalipun berstatus tuan rumah.

Sisi positifnya, armada binaan Jesse Marsch ini tetap menjadi kesebelasan yang paling rajin memproduksi kans, lewat torehan 13 peluang yang tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Kendati demikian, Kanada terlihat sangat mendambakan sosok pemimpin yang tangguh di atas lapangan hijau. Mereka saat ini kian bergantung pada kehadiran sang kapten yang terpaksa absen sepanjang babak penyisihan grup, Alphonso Davies.

Akan tetapi, angin segar berembus dari sesi konferensi pers H-1 jelang laga, di mana Marsch mengonfirmasi bahwa Davies sudah berada dalam kondisi siap tempur.

Davies sendiri telah menepi dari lapangan hijau sejak bulan Mei silam akibat dibekap cedera hamstring saat membela Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions.

Apabila Davies benar-benar bisa merumput, kehadirannya bakal menjadi suntikan motivasi sekaligus penambah moral yang masif bagi Si Merah, yang serupa dengan Afrika Selatan, baru perdana merasakan ketatnya fase gugur Piala Dunia.

Davies sejatinya merupakan sosok yang tak tergantikan dalam proyek sepak bola nasional Kanada. Kapabilitasnya yang diakui dunia beserta segudang pengalamannya mencicipi kompetisi kasta tertinggi menjadi stimulus bagi rekan-rekan setimnya, sekaligus bakal memaksa kubu lawan merombak ulang rencana permainan mereka.

Atribut kepemimpinan serta kecerdasan visi bermain yang dimiliki Davies diyakini akan sangat krusial dalam mengembalikan superioritas Kanada, layaknya dominasi yang mereka perlihatkan kala melumat Bosnia dan Qatar.

Meski begitu, kendati posisi Afrika Selatan secara peringkat berada di bawah Kanada, tidak ada celah untuk mengabaikan kekuatan Bafana Bafana, terlebih sesudah mereka menjungkirbalikkan prediksi dengan mengalahkan tim tangguh Korea Selatan.

Sesudah menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada partai pembuka Grup A, kesebelasan asuhan Hugo Broos tersebut langsung bangkit untuk memaksakan hasil imbang kontra Republik Ceko, dan mencapai puncaknya dengan menundukkan Korea Selatan lewat skor tipis 1-0.

Walaupun cuma melesakkan dua gol dan kemasukan tiga kali di sepanjang penyisihan grup, rekam jejak Afrika Selatan sejatinya terhitung lebih solid ketimbang dua tim pertama yang dihadapi Kanada, di mana dari merekalah Si Merah memanen empat poin awal di Piala Dunia 2026.

Skor imbang 1-1 yang dipetik Afrika Selatan saat melawan Ceko yang berperingkat 48, jelas terasa lebih mentereng ketimbang hasil seri 1-1 yang didapat Kanada saat bersua Bosnia yang menduduki peringkat 62.

Demikian pula dengan kemenangan telak 6-0 Kanada atas Qatar yang menghuni peringkat 61, yang nilainya kalah mengesankan jika dibandingkan dengan keunggulan 1-0 Afrika Selatan atas Korea Selatan.

Thapelo Maseko yang menjadi aktor penentu lewat gol tunggalnya ke gawang Korea Selatan, mutlak wajib mendapatkan pengawalan ekstra dari barisan pertahanan Kanada.

Kendati durasi bermainnya bukan yang terlama, Maseko tercatat sebagai pemain Afrika Selatan yang paling rajin dalam melepaskan tembakan percobaan ke arah gawang.

Afrika Selatan pun menelan kekalahan dari kesebelasan yang memiliki ranking FIFA lebih tinggi ketimbang tim yang menumbangkan Kanada. Swiss yang mengandaskan Kanada berada di tangga ke-17, sedangkan Meksiko yang menekuk Afrika Selatan menempati posisi ke-10.

Maka dari itu, mengacu pada level oposisi yang dihadapi oleh kedua belah pihak selama fase grup, Afrika Selatan dinilai lebih teruji lantaran bersua dengan lawan-lawan yang profilnya lebih kuat dibanding tim-tim yang diladeni Kanada.

Namun seluruh catatan statistik itu tidak akan berbicara banyak andai Kanada diperkuat oleh sosok jenderal lapangan yang tepat dalam diri Anthony Davies.

Davies diprediksi mampu menyempurnakan aspek ofensif Kanada yang sejauh ini terbukti jauh lebih tajam dan produktif ketimbang Afrika Selatan.

Kanada sukses membukukan delapan gol, berbanding terbalik dengan Afrika Selatan yang hanya mampu mendulang dua gol, walau lini pertahanan kedua tim sama-sama sudah jebol sebanyak tiga kali.

Salah satu pilar yang menjadi tumpuan Kanada di area ini ialah Nathan Saliba yang sukses mengemas satu gol beserta dua assist dari dua laga yang dijalaninya.

Senjata andalan lainnya adalah penyerang Jonathan David yang mempunyai rasio ekspektasi gol atau xG yang melampaui statistik milik Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Kylian Mbappe.

Namun demikian, lini pertahanan Afrika Selatan dipastikan tidak akan gampang ditembus oleh gempuran lawan, khususnya lewat kehadiran barisan gelandang Teboho Mokoena, Thalente Mbatha, dan Oswin Appollis, yang bertindak sebagai motor serangan utama bagi Bafana Bafana.

Sektor trio ini tampil sangat militan baik dalam posisi menguasai maupun tanpa bola, cakap dalam memotong aliran bola musuh, sekaligus menjadi poros awal bagi skema transisi kilat dari mode bertahan menuju menyerang.

Mereka sanggup menerapkan tekanan yang rapat di area pertahanan Afrika Selatan hingga membuat skuad Korea Selatan frustrasi meskipun sempat 82 kali menginvasi sepertiga akhir pertahanan, sebuah catatan yang nyaris tiga kali lipat melampaui milik Bafana Bafana.

Afrika Selatan juga memiliki tendensi untuk menerapkan taktik ofensif ketika bersua dengan tim yang jarak peringkatnya tidak terlampau jauh dari posisi mereka.

Mereka kedapatan mengubah orientasi permainan menjadi lebih agresif saat menantang Ceko yang peringkatnya tidak setinggi Meksiko ataupun Korea Selatan.

Lewat premis berpikir demikian, Afrika Selatan tampaknya tidak akan mengadopsi taktik bertahan total saat menghadapi Kanada yang posisinya juga secara peringkat berada di bawah Meksiko dan Korea Selatan.

Imbasnya, jalannya pertandingan ini diprediksi tidak akan didominasi secara mutlak oleh salah satu kubu, apalagi armada Kanada kini tidak lagi bermain di bawah dukungan publik sendiri.

Walau begitu, kembalinya Alphonso Davies ke lapangan hijau bisa menjadi pembeda yang membuat Kanada memegang kendali permainan sekaligus menyulap sektor sayap ofensif mereka menjadi kian mengerikan.

Dua dari tiga gol yang mengoyak jala gawang Afrika Selatan murni berhulu dari aksi tusukan di area sayap pertahanan mereka, tepatnya pada koridor kiri. Menariknya, sektor tersebut merupakan titik paling aktif dalam pakem serangan milik Kanada.

Jika sang bek sayap kiri Alphonso Davies benar-benar diturunkan, maka tidak melulu koridor kanan serangan Kanada saja yang menebar ancaman, melainkan koridor kiri ofensif mereka juga bakal menjelma menjadi kian mematikan.

Atribut pembeda dari Davies tersebut memposisikan Kanada di atas angin untuk bisa menjinakkan Kanada, terlebih jika skenario laga mesti dituntaskan lewat drama adu penalti.

Tim yang keluar sebagai pemenang dari duel ini dijadwalkan akan berjumpa dengan Belanda atau Maroko di putaran 16 besar yang digelar di Houston pada 4 Juli mendatang, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Terkini