JAKARTA - Arah Depok di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengalami amblas. Akibat kerusakan fasilitas jalan tersebut, arus lalu lintas di kawasan Lenteng Agung sempat tertahan dalam kemacetan yang panjang.
"05.33 terdapat jalanan amblas di Jl. Raya Lenteng Agung tepatnya depan Sate PSK Jagakarsa, Jaksel. Diimbau kepada masyarakat pengguna jalan dari Jakarta menuju Depok untuk berhati-hati ketika melintas," tulis TMC Polda Metro Jaya dalam akun X-nya, Jumat (29/5/2026).
Titik amblas tersebut berada tepat di tengah lajur jalan. Akibatnya, pengendara hanya bisa menggunakan dua dari total tiga lajur yang tersedia. Berikut adalah deretan faktanya:
Lalin Sempat Macet Parah
Kemacetan parah sempat terjadi pada Jumat (29/5) pagi akibat insiden ini. Penumpukan kendaraan melanda jalur dari utara ke selatan, tepatnya dari arah Pasar Minggu menuju Depok.
Melalui video yang dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya, terlihat lubang besar yang menganga akibat amblas. Laju kendaraan yang mendekati lokasi kejadian pun tampak merayap.
"Situasi terkini arus lalu lintas di Jl Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan akibat jalan amblas terpantau ramai cenderung padat," tulis TMC Polda Metro Jaya.
Guna mengatasi situasi tersebut, personel Satlantas Jakarta Selatan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup dua lajur kendaraan yang mengarah dari Jakarta menuju Depok.
"Saat ini hanya 1 lajur yang dapat dilintasi para pengendara," imbuhnya.
Jalan Amblas Cukup Lebar dan Dalam
Kerusakan di Jalan Raya Lenteng Agung ini tergolong cukup lebar dan dalam. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (29/5) sekitar pukul 08.30 WIB, antrean kendaraan mengular dari Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung hingga titik amblas. Para pengendara terpaksa mengurangi kecepatan saat mendekati area tersebut.
Sejumlah sarana pengaman seperti garis polisi, barrier, traffic cone, serta garis kuning telah dipasang untuk membatasi ruang gerak pengendara agar menjauh dari lubang. Diketahui lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan lebar mencapai 5 meter.
Amblasan tersebut rupanya berada tepat di atas saluran air. Petugas juga memberikan marka berupa tulisan 'Hit X' dengan cat semprot di sekitar lokasi, di mana lubang itu disinyalir merupakan bekas tambalan jalan sebelumnya.
Kronologi Jalan Lenteng Agung Amblas
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan menjelaskan bahwa proses amblasnya jalan ini terjadi secara bertahap sejak Rabu (27/5) malam.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menuturkan bahwa laporan awal bersumber dari warga sekitar serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Pada Rabu 27 Mei malam tim SDBM Jakarta Selatan mendapat laporan dari warga dan salah seorang petugas PPSU bahwa jalan ambles dan kondisinya agak dalam," kata Rifki saat dihubungi, Jumat (29/5).
Lantaran informasi diterima pada malam hari, tim baru menjadwalkan peninjauan lapangan pada Kamis (28/5) pagi.
Setibanya di lokasi, pihak Bina Marga langsung memberikan tindakan darurat berupa penambalan menggunakan coldmix demi keamanan pengguna jalan.
"Kamis pagi, SDBM Jakarta Selatan bergerak cepat lakukan pemantauan ke lokasi, sekaligus melakukan tindak lanjut segera dengan coldmix," ujarnya.
Setelah langkah awal tersebut, tim dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) ikut merapat ke lokasi guna mengecek saluran air di bawahnya.
Melalui pemeriksaan itu, ditemukan fakta bahwa struktur di bawah aspal ternyata sudah kopong dan memerlukan penanganan yang lebih intensif.
"From hasil pemantauan tim di lapangan diketahui bahwa kondisi di bawah jalan memang sudah kopong sehingga perlu penanganan serius oleh pihak SDA," tuturnya.
Pengecekan kembali bergulir pada Kamis sore. Namun, permukaan jalan kembali retak dan amblas walaupun sudah sempat ditambal. Merespons kondisi darurat itu, Bina Marga segera menempatkan water barrier guna mensterilkan lokasi dan mencegah kecelakaan.
Memasuki Kamis (28/5) malam, jalanan akhirnya amblas sepenuhnya dan meluas hingga menutup dua lajur jalan, yang kemudian memicu kepadatan arus lalu lintas di Lenteng Agung.
Rifki menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, jajaran SDA akan berfokus memperbaiki kerusakan pada crossing saluran air yang disinyalir menjadi pemicu utama amblesnya jalan.
"Setelah perbaikan gorong-gorongnya selesai, kami dari Bina Marga segera melakukan perbaikan jalan," pungkasnya.
Ekskavator Dikerahkan untuk Perbaikan
Dinas SDA menurunkan unit ekskavator untuk menangani titik amblas. Alat berat tersebut difungsikan untuk mengeruk sisa-sisa struktur jalan yang dinilai rawan runtuh.
Selanjutnya, sebuah plat baja diturunkan oleh ekskavator guna menutup rongga yang amblas. Pemasangan pelat baja ini bertujuan untuk memperkuat area sekitar agar tidak ikut amblas saat dilintasi kendaraan.
Proses pengerukan ini sempat membuat para pengendara terhenti dan tidak dapat melintas selama kurang lebih 15 menit sebelum ekskavator melanjutkan pekerjaannya.
Pemotor Terperosok Jatuh ke Lubang Jalan Amblas
Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan sempat terperosok ke dalam lubang amblas tersebut.
Insiden ini kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran (damkar) guna meminta bantuan evakuasi. Personel rescue pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
"Obyek evakuasi, motor terperosok ke dalam lubang di tengah jalan," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal, Jumat (29/5).
Laporan darurat tersebut masuk ke pihak damkar pada Jumat pukul 04.15 WIB. Adapun titik lubang tersebut berada di Jalan Raya Lenteng Agung, RT 7 RW 2, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jaksel.
"Seorang warga menghubungi kepada Damkar Sektor Jagakarsa terkait motor miliknya yang terperosok ke dalam lubang di tengah jalan. Setelah menerima laporan terkait, petugas Rescue Sekor Jagakarsa langsung meluncur menuju TKP," katanya.
Petugas damkar terlebih dahulu memetakan kondisi medan untuk merancang skenario evakuasi. Setelah peralatan siap, proses pengangkatan motor dimulai pada pukul 04.28 WIB.
"Setelah petugas rescue berjibaku beberapa menit, akhirnya motor dapat dievakuasi," ujarnya.
Penyebab Jalan di Lenteng Agung Amblas
Mengenai penyebab amblesnya jalan di kawasan ini, Dinas SDA Jakarta Selatan memberikan penjelasannya.
"Ternyata penyebabnya itu ada crossing dengan hong ukuran 3 meter kurang lebih ya. Tapi mungkin udah usia, makanya keropos," ujar Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono kepada wartawan di Lenteng Agung, Jaksel, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa material puing yang runtuh tidak sampai menyumbat aliran air, meski sebagian pecahan hong jembatan tersebut ikut tergerus ke dalam tanah.
Sartono mengonfirmasi bahwa pihak SDA sebelumnya telah menerima informasi terkait adanya penambalan di titik tersebut. Koordinasi sempat dilakukan antara Bina Marga dan SDA untuk meratakan jalan yang bergelombang demi keselamatan publik.
"Oh pas hari Kamis, kami malam Kamisnya kami dapat informasi. Cuman kalau ke SDA, emang hanya lubang yang di pinggiran (ditambal). Tapi ke Bina Marga terkait dengan jalannya. Hari Kamis paginya kami survei bareng. Survei bareng, dari Bina Marga mengambil langkah untuk yang jalan bergelombang untuk diratakan agar menghindari kendaraan yang agar enggak bergelombang," ucapnya.
"Tapi dengan harapan dengan Bina Marga sudah melakukan penambalan yang bergelombang itu, dan dikasih tanda rambu-rambu. Tapi emang ini jalan aksesnya satu-satunya, walaupun sudah dikasih rambu, akhirnya rambu itu di ya sedikit ditabraklah. Akhirnya malamnya kejadian," tambahnya.
Truk yang Angkut Puing Jalan Amblas Terperosok
Satu unit truk milik Dinas SDA Jakarta Selatan yang sedang mengangkut material puing perbaikan jalan justru turut terperosok di lokasi.
Berdasarkan pemantauan di Jalan Raya Lenteng Agung pada Jumat (29/5) pukul 11.30 WIB, truk pengangkut puing tersebut tampak amblas di lajur sebelah kanan jalan saat mencoba melintas.
Insiden terperosoknya truk ini sempat membuat arus kendaraan kembali tersendat. Proses evakuasi badan truk dilakukan dengan bantuan ekskavator yang berada di lokasi, sementara para pemotor terpaksa mengambil jalur sempit guna menghindari area yang semakin rawan.
Truk tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas pada pukul 12.00 WIB. Jalur kembali dibuka untuk pengendara secara terbatas melalui satu lajur, di bawah penjagaan ketat personel kepolisian, Dishub, dan Dinas SDA.
Gorong-gorong Picu Jalan Amblas Ditutup Pakai Besi
Dinas SDA DKI Jakarta tengah menyiapkan solusi jangka panjang berupa pemasangan beton box culvert di lokasi kerusakan. Pengendara pun diimbau untuk tetap waspada saat melewati Jalan Raya Lenteng Agung yang mengarah ke Depok selama masa perbaikan.
"Dinas SDA DKI Jakarta mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Masyarakat juga diimbau tetap berhati-hati saat melintas," ujar Santo.
Santo menjelaskan bahwa proses pengerjaan di lapangan terus dipercepat secara bertahap tanpa harus menutup total akses jalan, mengingat tingginya volume kendaraan di jalur tersebut.
"Kita percepatan 2-3 hari (perbaikan saluran)," kata Santo.
Langkah penanganan yang membagi area kerja ini sengaja dipilih agar penumpukan kendaraan di lintasan Lenteng Agung tidak semakin parah.
"Dilaksanakan sebagian-sebagian agar tetap bisa dilewati jalannya ya. Karena kondisi traffic yang padat, jadi saat ini sedang mengurai kemacetan dulu, nanti malam lanjut pekerjaan konstruksinya lagi," tuturnya.
Pihaknya menargetkan pembenahan saluran air ini dapat rampung dalam hitungan hari agar mobilitas masyarakat kembali normal.
"Iya kita usahakan selesai salurannya diperbaiki," tuturnya.
Ditutupi Pelat Besi, Jalan Amblas Mulai Bisa Dilalui
Memasuki Jumat sore pukul 15.24 WIB, area jalan yang amblas sudah mulai bisa dilewati kendaraan setelah ditutup menggunakan pelat besi. Sebelumnya, titik kritis tersebut hanya menyisakan satu lajur yang dapat digunakan.
Kendati demikian, kepadatan masih terlihat di sekitar lokasi lantaran kendaraan harus mengurangi kecepatan secara signifikan ketika melintasi pelat besi penutup lubang.
Sejumlah petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan terlihat bersiaga penuh untuk mengatur jalannya arus lalu lintas, dibantu oleh personel PPSU, Dinas Bina Marga, serta Dinas SDA.
"Bisa ngalir dulu, supaya bisa mengakomdir masyarakat yangg ingin ke arah Depok," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, di lokasi.
Perbaikan Dikebut Malam Hari
Proses pengerjaan utama untuk memperbaiki jalan amblas di Lenteng Agung dimulai pada Jumat malam.
Santo menyebut penanganan awal berupa pengamanan area telah diselesaikan lewat pemasangan pelat baja temporer.
"Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas," kata Santo.
Sebagai langkah permanen, Dinas SDA akan membongkar saluran lama dan menggantinya dengan box culvert beton berdimensi 2x2 meter sepanjang 16 meter. Estimasi pengerjaan memakan waktu tiga hari, tergantung pada dinamika situasi di lapangan.
"Perbaikan permanen akan dilakukan dengan penggantian saluran menggunakan box culvert. Kami upayakan pekerjaan selesai secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Tepat pada Jumat malam pukul 24.00 WIB atau Sabtu (30/5) dini hari, pembongkaran lajur kanan di Jalan Lenteng Agung arah Depok resmi dimulai menggunakan ekskavator guna mempersiapkan ruang bagi pemasangan box culvert.
Pembongkaran lajur paling kanan ini otomatis membuat lajur tersebut ditutup untuk sementara waktu.
Di sisi lain, beberapa unit box culvert yang akan dipasang sudah mulai tiba di lokasi dengan diangkut menggunakan truk. Akibat adanya pembongkaran ini, jalanan yang dapat digunakan kini menyisakan 2 lajur, dengan kondisi arus lalu lintas yang terpantau ramai lancar.