BANDUNG - Kedudukan Bojan Hodak sebagai pelatih kepala dari tim juara Super League 2025-2026, Persib Bandung, kini telah resmi berakhir.
Keputusan strategis tersebut diambil oleh pihak manajemen Persib Bandung dalam rangka mempersiapkan kekuatan tim guna menyongsong bergulirnya kompetisi Super League musim 2026-2027.
Bojan Hodak kini diberikan sebuah kepercayaan besar untuk memegang peran yang berbeda di dalam bagan struktur kepelatihan klub.
Kepastian mengenai kejelasan status Bojan Hodak tersebut disiarkan secara langsung lewat akun Instagram resmi milik klub pada Senin (25/5/2026) malam WIB.
Pada mulanya, juru taktik berkebangsaan Kroasia ini memiliki rencana untuk tidak memperpanjang masa baktinya lantaran kendala masalah kesehatan yang mewajibkannya untuk kembali ke kampung halaman.
Namun, pihak jajaran manajemen mempunyai penilaian lain dan pada akhirnya menunjuk dirinya sebagai Direktur Teknik guna mengisi posisi lowong yang sebelumnya ditempati oleh Djadjang Nurdjaman.
Rekam jejak kepelatihan dari pria yang pernah mengarsiteki PSM Makassar ini memang terbilang sangat krusial bagi kesuksesan yang diraih tim belakangan ini.
Ia mampu menorehkan catatan rekor gemilang yang belum pernah dicapai oleh klub sepak bola mana pun di Indonesia, yaitu mengantarkan tim menyabet gelar juara Liga Indonesia selama tiga musim berturut-turut (three-peat) pada periode 2023-2024, 2024-2025, dan 2025-2026.
Di samping raihan trofi, ia juga sukses menularkan mentalitas pemenang, kedisiplinan, serta standar profesionalisme tinggi yang kini melekat menjadi identitas dari permainan tim.
Atas dasar sumbangsih yang masif tersebut, pihak manajemen sepakat untuk tetap mempertahankannya di dalam ekosistem tim.
Melalui rilis pernyataan resminya, klub yang memiliki julukan Maung Bandung tersebut memberikan pemaparan detail mengenai proses transisi peran ini.
"Setelah sukses membawa Persib mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi Head Coach," demikian pernyataan yang dikutip dari akun Instagram Persib. "Kini dia akan menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor. Ia akan turut membantu melanjutkan warisan kesuksesan untuk masa yang akan datang."
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang klub, tampuk kepemimpinan di kursi pelatih kepala kini secara resmi dialihkan kepada Igor Tolic.
Sosok pendidik ini sejatinya bukanlah nama yang asing lagi di dalam internal tim, karena ia telah mengemban tugas mengawal pelatih terdahulu sebagai asisten sejak Juli 2024 silam, yang kala itu diplot untuk menggantikan posisi dari Goran Paulic.
Keterlibatan dirinya secara langsung di dalam dinamika ruang ganti, penerapan metode latihan, hingga pemahaman filosofi kerja yang telah terbangun kokoh dipercaya bakal menjadi modal yang sangat penting.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, memberikan penegasan bahwa keputusan krusial ini diambil lewat pertimbangan yang matang dengan menitikberatkan pada stabilitas klub.
"Apa yang dilakukan Persib hari ini merupakan bagian dari proses kesinambungan," ungkap Adhitia dikutip dari situs resmi klub. "Kami ingin memastikan fondasi kuat yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan bagi klub ke depannya."
Ia pun turut menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas segala dedikasi yang diberikan oleh pelatih sebelumnya selama menukangi skuad Maung Bandung.
"Coach Bojan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Persib melalui prestasi, mentalitas, serta standar yang dibangun bersama tim," lanjut Adhitia Putra Herawan. "Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kepemimpinannya sepanjang perjalanan bersejarah ini."
Terkait dengan peresmian arsitek tim yang baru, ia memiliki keyakinan penuh bahwa langkah ini merupakan sebuah keputusan yang tepat demi menjaga stabilitas daya saing tim.
"Coach Igor memahami kultur tim, mengenal karakter pemain, dan telah menjadi bagian dari perjalanan sukses yang diraih bersama dalam beberapa musim terakhir." "Kami percaya kesinambungan dan adaptasi merupakan modal penting dalam menghadapi babak baru ke depan," tegasnya.
Pihak manajemen menyadari sepenuhnya bahwa perombakan pada susunan struktur kepelatihan ini memiliki potensi untuk melahirkan berbagai macam reaksi dari kalangan suporter.
Oleh karena itu, pihak klub secara khusus melayangkan permohonan dukungan penuh agar keputusan ini dapat dipandang sebagai bagian dari proses evolusi bersama.
"Kami memahami bahwa perubahan selalu menghadirkan berbagai emosi," kata Adhitia Putra Herawan melanjutkan. "Namun kami berharap Bobotoh dapat melihat langkah ini sebagai bagian dari proses pertumbuhan dan evolusi klub dalam jangka panjang." "Dukungan dan kepercayaan Bobotoh akan selalu menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi Persib," pungkasnya.