JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengumumkan bahwa sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah resmi menjalankan operasionalnya untuk menampung komoditas masyarakat desa.
“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujar Ferry dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/05/2026).
Berdasarkan penuturannya, peluncuran Kopdes Merah Putih ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian di tingkat desa lewat penyediaan akses pasar yang lebih terbuka untuk produk-produk lokal.
Selain menjadi penyerap, koperasi tersebut juga dipastikan bakal mengambil peran penting dalam mendistribusikan kebutuhan pokok serta barang-barang bersubsidi kepada warga sekitar.
Adapun peresmian operasional 1.061 KDKMP untuk area Jawa Timur dan Jawa Tengah ini dilakukan langsung secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Koperasi Merah Putih Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Ferry memaparkan bahwa pengoperasian 1.061 KDKMP ini barulah langkah awal dari program pengembangan koperasi di tingkat nasional.
Secara total, proses pembangunan KDKMP diklaim telah menyentuh kisaran 9.200 unit yang nantinya akan mulai dijalankan secara berkala di beragam wilayah Indonesia.
“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100 persen untuk sekitar 9.200 unit, namun tahap pertama yang dioperasikan sebanyak 1.061 unit,” katanya.
Ke depan, pihak pemerintah memasang target untuk memperluas jaringan operasional KDKMP secara masif pada fase selanjutnya.
Pada bulan Agustus 2026 mendatang, total unit koperasi yang aktif ditargetkan mampu menyentuh angka puluhan ribu.
“Meskipun ditargetkan 20.000 unit, kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih dari itu,” ujar Ferry.
Di samping mengejar target kuantitas, pemerintah kini juga sedang mencari jalan keluar terkait hambatan minimnya ketersediaan lahan di beberapa wilayah yang belum mencakup syarat minimal sebesar 1.000 meter persegi.
Salah satu alternatif solusi yang tengah dikaji yaitu merancang infrastruktur koperasi dengan konsep bertingkat.
“Kami sedang mempertimbangkan desain pembangunan gerai dan gudang secara vertikal untuk wilayah dengan keterbatasan lahan,” katanya.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan, Agrinas berkolaborasi dengan TNI selaku pelaksana tugas pembangunan fisik gerai, gudang, serta fasilitas penunjang lainnya merasa sangat optimis target pengoperasian 30.000 unit KDKMP pada fase berikutnya dapat terealisasi.
Di lain pihak, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengonfirmasi bahwa pengerjaan KDKMP di kawasan Pulau Jawa secara umum berjalan lancar tanpa hambatan besar.
Walau begitu, tantangan nyata masih dijumpai pada wilayah-wilayah pelosok yang utamanya dipicu oleh keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur pendukung.