Sinner Juara Italian Open 2026, Ukir Rekor Golden Masters

Senin, 18 Mei 2026 | 13:46:06 WIB
Jannik Sinner juara Roma 2026 dan resmi meraih Career Golden Masters usai menyapu bersih 9 turnamen ATP Masters M1000.(Sumber:NET)

JAKARTA - Petenis tunggal putra asal Italia, Jannik Sinner, sukses menjuarai turnamen Italian Open 2026 setelah menumbangkan Casper Ruud lewat kemenangan dua set langsung 6-4, 6-4 pada hari Minggu (17/5/2026).

Pencapaian gemilang ini sekaligus menggenapi catatan Career Golden Masters miliknya setelah berhasil mengoleksi seluruh sembilan trofi ATP Masters 1000. Melalui hasil tersebut, Sinner kini menjadi petenis kedua dalam sejarah yang mampu merengkuh gelar Career Golden Masters, menyamai prestasi yang pernah diukir oleh Novak Djokovic pada 2018 yang lalu.

Tidak hanya sampai di situ, Sinner juga mencatatkan diri sebagai petenis putra Italia pertama yang berhasil mengangkat trofi di rumah sendiri sejak Adriano Panatta melakukannya pada tahun 1976. Kemenangan luar biasa di Roma ini sekaligus menjadi gelar Masters keenam yang didapatkan Sinner secara berturut-turut.

"Saya pikir tahun ini adalah tahun ke-50 sejak petenis Italia menang dan saya sangat, sangat bahagia. Ini adalah dua setengah bulan yang luar biasa. Saya mencoba menempatkan diri saya pada posisi terbaik setiap saat," ungkap Sinner, dilansir dari ATP, Senin (18/05/2026).

Mendapat dukungan penuh dan suntikan motivasi dari para penonton yang memadati Campo Centrale, Sinner sukses bangkit meski sempat memulai pertandingan dengan lambat untuk merebut gelar Masters 1000 kesepuluhnya, sekaligus yang pertama bagi dirinya di Roma. Setelah berhasil meredam performa agresif dari Ruud pada awal gim, Sinner perlahan mengambil alih jalannya laga melalui akurasi pukulan baseline yang solid hingga akhirnya memastikan kemenangan.

Petenis yang sekarang menginjak usia 24 tahun itu langsung merayakan kemenangan dengan mengangkat kedua tangannya, menghayati momen emosional tersebut sebelum akhirnya berjalan memeluk barisan tim official-nya di pinggir lapangan.

Kondisi kebugaran Sinner sendiri sempat diragukan menjelang laga final ini lantaran duel melelahkan di babak semifinal melawan Daniil Medvedev. Pertandingan sengit itu bergulir sejak Jumat (15/5) dan baru bisa diselesaikan pada Sabtu (16/5/2026) akibat penundaan yang disebabkan oleh hujan deras hingga larut malam.

Sinner pun sempat berulang kali memperlihatkan tanda-tanda kelelahan di sepanjang laga tersebut. Walau demikian, ia tetap tampil bergerak lincah dan penuh rasa percaya diri ketika meladeni perlawanan Ruud, yang sebetulnya sudah lebih dulu mengamankan tiket final sejak Jumat (15/5/2026) setelah menang telak 6-1, 6-1 atas Luciano Darderi.

"Pertandingan ini menguras fisik dan sangat berat. Saya sangat berterima kasih kepada tim fisik yang berusaha menjaga kondisi tubuh kami," tutur Sinner.

Sinner kini telah mengumpulkan total 34 kemenangan beruntun di turnamen Masters 1000, melewati rekor kemenangan beruntun milik Djokovic sebelumnya (31) ketika ia menumbangkan Andrey Rublev di fase perempat final Roma, Kamis (14/5/2026).

Petenis asal Italia tersebut juga sukses menyapu bersih enam titel Masters 1000 secara berturut-turut yang dilangsungkan di Paris, Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, serta Roma. Sebuah rekor yang sangat fantastis lantaran sebelumnya belum pernah ada satu pun petenis yang sanggup memenangi lebih dari empat gelar secara beruntun.

Melalui catatan emas lainnya, Sinner menyejajarkan namanya sebagai petenis kedua setelah Rafael Nadal pada tahun 2010 yang mampu menyapu bersih tiga piala Masters 1000 di turnamen lapangan tanah liat dalam satu musim kompetisi yang sama. Sang unggulan utama itu kini tercatat sebagai petenis ketujuh dalam sejarah dunia tenis yang berhasil mengoleksi total 10 gelar Masters 1000, sejak meraih piala perdananya di level ini di Toronto pada musim 2023.

Hebatnya lagi, Sinner tercatat tidak pernah kehilangan satu set pun di setiap laga final Masters 1000 yang berhasil ia menangi. Hingga saat ini, Sinner telah mengamankan lima piala Masters 1000 pada musim ini, membuatnya kini hanya berselisih satu gelar lagi untuk menyamai rekor impresif enam gelar dalam satu tahun kalender milik Novak Djokovic.

Halaman :

Tags

Terkini