SINGAPURA- Sepanjang setahun belakangan, arah pergerakan wisata ke luar negeri mengalami pergeseran masif, dari yang awalnya berbasis pada panduan konvensional beralih ke inspirasi yang didorong preferensi personal.
Para pelancong kini memprioritaskan keterikatan emosi, petualangan baru, serta atmosfer urban yang berbeda. Singapura dipandang sebagai salah satu lokasi yang sanggup mengakomodasi ekspektasi tersebut.
Di sudut lain, Xiaohongshu kini telah merangkul 520.000 kreator konten wisata yang mengantongi lebih dari 1.000 pengikut. Eksistensi para kreator ini ikut mendesain tren dan metode mutakhir dalam menyusun rencana liburan, sekaligus memicu peluang bisnis anyar bagi sektor pariwisata.
Merespons besarnya animo publik terhadap petualangan pelesiran yang unik dan pesona kultur global, Xiaohongshu Business menyepakati kemitraan strategis bersama Singapore Tourism Board demi menangkap potensi pasar yang lahir dari pergeseran tren ini.
Pihak Xiaohongshu memandang Singapura memiliki sederet pesona memikat. Negara ini mampu memotivasi pelancong untuk datang kembali secara berulang berkat konsistensinya menggelar kompetisi olahraga internasional dan pagelaran hiburan berskala masif.
Dinamika kehidupan urban di Singapura yang khas juga selaras dengan ekspektasi para pengguna Xiaohongshu. Ditambah lagi, akomodasi dan layanan lokal di sana sangat pas dengan selera pelancong yang mendambakan pengalaman lebih mendalam, termasuk untuk pemulihan kebugaran fisik serta psikis.
Rentetan aspek ini ikut menegaskan potensi masif dari sektor wisata kebugaran premium dan membentuk ekosistem konsumsi bernilai tinggi yang kian solid. Keberagaman budaya serta atmosfer tropis Singapura juga sejalan dengan ketertarikan wisatawan terhadap hal-hal baru.
Berbagai kecenderungan ini memosisikan Singapura sebagai tempat ideal guna mengeksplorasi sensasi berlibur, layaknya membuka "blind box" dunia. (Sumber data: Xiaohongshu, Januari–Desember 2025)
Tiap sudut kota menawarkan daya tarik tersendiri bagi kelompok pelancong dengan preferensi spesifik. Lewat kemitraan strategis ini, Xiaohongshu mengoptimalkan keunikan regional Singapura serta lebih dari 1.400 indikator perilaku pengguna (behavioral tag) di platform mereka untuk memetakan empat kelompok utama wisatawan mancanegara lewat Insight Framework khusus.
Keempat segmen tersebut mencakup kreator konten wisata yang berniat membalas budi orang tua lewat perjalanan liburan, orang tua modern yang memprioritaskan kualitas dan relaksasi, generasi muda perkotaan yang mengejar kepuasan emosional, serta kalangan muda mapan yang ingin mengaktualisasikan diri melalui gaya hidup.
Rekam data memperlihatkan adanya kesenjangan mencolok antara tingginya volume pencarian informasi dengan ketersediaan konten yang relevan untuk seluruh segmen tersebut. Pengguna usia muda sangat bertumpu pada pencarian info instan, tetapi konten yang tersedia dirasa belum begitu akurat.
Sementara itu, total pengguna aktif bulanan Xiaohongshu dari sektor orang tua muda yang melancong bersama anak telah menembus angka 20 juta jiwa. Walau demikian, pasokan konten orisinal dari sudut pandang seorang ibu masih minim.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa ekspektasi dan imajinasi konsumen bergerak jauh lebih cepat dibanding ketersediaan pasokan konten. Fenomena tersebut sekaligus membuka celah strategis bagi Xiaohongshu dan Singapura.
Strategi Tiga Tahap untuk Membangun Ekosistem Wisata Luar Negeri Singapura pada 2026
Strategy Head, Commercial Cross-border, Xiaohongshu, Lai Sisi, memperkenalkan solusi pemasaran "tiga tahap".
Tahap pertama, mengoptimalkan posisi sebagai pionir industri lewat perancangan matriks konten yang terfragmentasi berdasarkan kelompok pengguna untuk membentuk impresi positif sebelum pelancong mematangkan keputusan berlibur.
Tahap kedua, memperkuat persepsi brand lewat identitas khas Singapura yang terkoneksi dengan lokasi wisata, serta secara konsisten menyusun ekspektasi pelancong dan keputusan belanja mereka.
Tahap ketiga, memacu akselerasi pertumbuhan yang saling menguntungkan. Lewat kontribusi korporasi, strategi seeding akan terus dialihkan menjadi aktivitas konsumsi riil demi melahirkan sistem pemasaran berbasis performa yang terukur, serta disempurnakan secara kontinu.
Tiap konversi menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan berikutnya. Akumulasi dari konversi dan transaksi berulang bakal mentransformasikan konten yang telah dikumpulkan menjadi aset brand jangka panjang, sekaligus mengukuhkan posisi Singapura sebagai destinasi utama.
Melalui sistem tertutup yang mencakup tiga tahapan ini, kolaborasi kedua belah pihak tidak lagi sekadar mengejar traffic pengguna, melainkan menyentuh seluruh fase, mulai dari penentuan keputusan wisatawan hingga konversi belanja.
Pola ini menjadi terobosan baru dalam manajemen pemasaran wisata mancanegara sekaligus menyajikan model yang dapat diadaptasi kembali, mulai dari strategi seeding destinasi hingga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.