SORONG – Kasus curanmor masih menjadi tren kriminalitas tertinggi di wilayah Papua Barat Daya dengan angka kejadian yang cukup fluktuatif dalam 4 bulan terakhir.
Tingginya angka kejahatan konvensional ini mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian setempat.
"Untuk menekan gangguan kamtibmas, Polda Papua Barat Daya rutin menggelar operasi pada momen tertentu seperti menjelang Idulfitri dan Natal-Tahun Baru. Operasi tersebut antara lain Operasi Pekat, Operasi Keselamatan, dan Operasi Zebra," ujar Kombes. Pol. Muji Windi Harto, saat Dialog Halo RRI, 29 April 2026.
Muji Windi Harto menjelaskan bahwa dinamika kasus ini terlihat dari data 94 laporan pada Januari dan sedikit menurun menjadi 69 kejadian di bulan April.
Kondisi keamanan di Kota Sorong dinilai lebih rawan ketimbang Raja Ampat atau Maybrat karena kepadatan penduduknya.
Aparat mengidentifikasi bahwa sebagian besar aksi kejahatan dipicu oleh pengaruh minuman keras di lingkungan masyarakat.
Pihak kepolisian berkomitmen memberantas peredaran miras tersebut melalui Operasi Bersinar dalam waktu dekat.
Data statistik menunjukkan fenomena unik di mana tindak pidana justru marak terjadi antara pukul 06.00 hingga 18.00 WIT.
Personel dari satuan Samapta hingga Brimob kini dikerahkan untuk mempertebal pengamanan di titik-titik rawan.
Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan situasi mencurigakan melalui layanan panggilan darurat 110 yang tersedia secara gratis.