PCNU Surabaya Ajak Sinergi Atasi Masalah Kriminalitas dan Generasi Muda

Senin, 13 April 2026 | 09:15:01 WIB
ilustrasi PCNU surabaya

JAKARTA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya menggelar agenda Halal Bihalal rutin untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi bersama Pemerintah Kota dan DPRD setempat.

Pertemuan penting yang berlangsung di Kantor HBNO Jalan Bubutan tersebut dilaksanakan pada Minggu 12 April 2026 sebagai bagian dari perayaan bulan Syawal pasca Idulfitri.

Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Rais Syuriah PCNU Surabaya, KH. Dzul Hilmi, Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha, serta Wali Kota Eri Cahyadi.

Pesan Kebangsaan dan Pengabdian Organisasi

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha kembali mengingatkan pesan mendalam dari pendiri NU, Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asyari mengenai pengabdian di dalam organisasi.

“Siapa yang mau mengurus NU maka dia santriku,” ujar Masduki menirukan ucapan sosok Pahlawan Nasional tersebut untuk memotivasi para pengurus dan tamu undangan yang hadir.

Beliau menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi besar yang memiliki akar sangat kuat serta sangat dekat dengan denyut kehidupan masyarakat di berbagai lapisan.

Kekuatan Jaringan NU Hingga Tingkat Kelurahan

Menurutnya, NU memiliki struktur kepengurusan yang lengkap mulai dari tingkat MWC di kecamatan hingga ranting yang menyentuh tingkat kelurahan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Kondisi tersebut membuat NU sangat memahami berbagai permasalahan umat yang terjadi di lapangan secara mendetail karena interaksi langsung yang dilakukan oleh para pengurusnya.

“Maka NU mampu paham akan permasalahan ummat. Kami titipkan NU pada njenengan. Karena yang punya uang njenengan,” tuturnya merujuk kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota.

Dorongan Sinergi Strategis dan Hubungan Mutualisme

Pihak PCNU Surabaya menyatakan komitmennya untuk terus mendorong agar kerja sama antara organisasi keagamaan dan pemerintah dapat berjalan secara maksimal melalui hubungan yang saling menguntungkan.

Masduki Toha menjelaskan bahwa sinergi tersebut harus bersifat simbiosis mutualis sehingga penyelesaian masalah sosial di masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan juga tepat sasaran.

Beliau menggarisbawahi bahwa saat ini terdapat sangat banyak persoalan umat yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama terkait dengan aspek keamanan dan ketertiban.

Waspada Kenaikan Angka Kriminalitas di Surabaya

Salah satu hal yang menjadi sorotan tajam adalah masalah tindak pidana atau kriminalitas yang dinilai cukup mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan luar biasa dari aparat kepolisian.

“Masalah pencurian motor. Tak seribu, tapi tiga ribu. Dan ini terjadi di Surabaya,” tegas Masduki dengan nada keheranan melihat data angka kejahatan yang menunjukkan tren peningkatan.

Data tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa aspek keamanan lingkungan harus ditingkatkan kembali melalui koordinasi yang lebih intensif antara warga, pemerintah, dan pihak aparat.

Ancaman Narkoba dan Masa Depan Generasi Muda

Selain masalah pencurian, PCNU Surabaya juga memberikan perhatian khusus pada peredaran gelap narkoba yang kini mulai menyasar berbagai instrumen baru seperti penggunaan media rokok elektrik.

Masduki Toha memperingatkan bahwa fenomena rokok elektrik yang mulai dimasuki zat narkotika dapat merusak mentalitas anak muda dan menghancurkan masa depan para generasi penerus bangsa.

“Kalau begini terus masa depan generasi muda kita bisa jadi generasi yang linglung,” cetusnya mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap degradasi moral dan kesehatan fisik pemuda di Surabaya.

Visi Wali Kota Surabaya dalam Pembangunan Kolektif

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan memiliki harapan besar terhadap peran aktif PCNU dalam mendukung program kerja pemerintah daerah.

“Karena saya ingin menggerakan Surabaya ini dengan Aqidah Agama Islam Ahlusunnah Wal Jamaah,” tegas Eri dalam sambutannya yang menekankan pentingnya landasan spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan.

Eri menambahkan bahwa dirinya baru akan merasa berhasil memimpin jika masyarakat melihat pembangunan kota sebagai hasil kerja kolektif bersama, bukan sekadar prestasi individu seorang wali kota.

Membangun Kota Pahlawan Secara Kolektif

Beliau memberikan analogi bahwa jika setiap anak muda ditanya tentang siapa sosok wali kota mereka dan menjawab dengan menyebut institusi PCNU, maka sinergi tersebut berhasil.

“Kalau ditanya wali kota dan dijawab Eri Cahyadi maka saya belum berhasil. Berarti pembangunan di Kota Surabaya belum dilakukan secara kolektif bersama,” imbuhnya memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti NU sangat krusial dalam memastikan seluruh program pembangunan manusia di Kota Surabaya dapat berjalan sukses dan berkelanjutan.

Tags

Terkini