Gibran Sebut Swasembada Pangan dan Energi Fokus Presiden

Selasa, 07 April 2026 | 14:06:26 WIB
Gibran Sebut Swasembada Pangan dan Energi Fokus Presiden

JAKARTA - Pemerintah terus menegaskan arah kebijakan nasional yang kini bertumpu pada penguatan sektor strategis, terutama pangan dan energi.

Dalam berbagai kesempatan, isu swasembada kembali menjadi sorotan karena dinilai sebagai fondasi penting untuk menjaga ketahanan nasional di tengah tantangan global yang terus berubah. 

Komitmen ini kembali ditegaskan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah timur Indonesia.

Saat berada di Desa Mata Air, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Gibran menyampaikan bahwa sektor pertanian kini menjadi prioritas utama pemerintah. 

Fokus tersebut tidak hanya menyangkut peningkatan produksi semata, tetapi juga mencakup pembenahan menyeluruh terhadap sistem pertanian nasional agar mampu menopang kemandirian pangan dalam jangka panjang. 

Pemerintah, kata dia, ingin memastikan bahwa seluruh potensi pertanian dapat dioptimalkan secara maksimal.

Penekanan pada sektor pertanian ini disebut selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Menurut Gibran, kepala negara saat ini menempatkan swasembada pangan dan swasembada energi sebagai dua agenda besar yang harus dikejar secara serius. 

Karena itu, setiap lini pemerintahan didorong untuk bergerak lebih cepat dalam memperkuat produksi, infrastruktur pendukung, hingga kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Tak hanya bicara soal produksi, Gibran juga menyoroti pentingnya transformasi pertanian modern. Ia menilai cara-cara konvensional sudah tidak cukup jika Indonesia ingin melompat lebih jauh menuju kemandirian pangan. 

Modernisasi alat, dukungan teknologi, hingga pelibatan generasi muda disebut menjadi kunci agar sektor pertanian tidak tertinggal dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Pertanian Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa sektor pertanian kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Penegasan itu ia sampaikan saat mengunjungi Desa Mata Air, Kupang, NTT,.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya memperkuat sektor produksi pangan agar Indonesia tidak terus bergantung pada pihak luar.

Menurut Gibran, penguatan pertanian merupakan bagian dari langkah besar pemerintah dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan. 

Upaya ini juga berjalan seiring dengan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. 

Dengan demikian, pembangunan pangan bukan hanya soal stok kebutuhan, tetapi juga berkaitan erat dengan penguatan ekonomi lokal.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan langkah yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari arahan strategis Presiden Prabowo Subianto. 

Pemerintah ingin agar seluruh perangkat yang berkaitan dengan pertanian dapat bergerak dalam satu visi yang sama, yakni mendorong peningkatan produksi dan efisiensi secara nyata.

“Bapak, Ibu, sekarang kan fokusnya Pak Presiden ada swasembada pangan dan swasembada energi. Jadi Pak Presiden pesan ke kita, produksi pertanian itu benar-benar ingin digenjot,” ujar Gibran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menempatkan pertanian sebagai tulang punggung kebijakan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Swasembada Pangan dan Energi Jadi Arah Kebijakan

Selain swasembada pangan, Gibran juga menekankan bahwa swasembada energi menjadi agenda penting yang kini turut menjadi fokus pemerintah. 

Dua sektor ini dinilai saling berkaitan karena sama-sama menyangkut kemandirian bangsa dan daya tahan Indonesia dalam menghadapi gejolak global. 

Ketika kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi secara mandiri, maka posisi Indonesia akan jauh lebih kuat secara ekonomi maupun strategis.

Dalam koridor swasembada pangan, pemerintah disebut tidak ingin hanya berfokus pada hasil akhir berupa panen. Lebih dari itu, pembenahan akan dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir. 

Artinya, perhatian pemerintah mencakup seluruh mata rantai produksi, mulai dari ketersediaan air, kualitas benih, distribusi pupuk, hingga kesiapan peralatan modern yang mendukung produktivitas.

Gibran menegaskan bahwa pendekatan semacam ini dibutuhkan agar target swasembada tidak berhenti sebagai slogan. Pemerintah ingin memastikan setiap persoalan yang selama ini menghambat petani dapat dipetakan dan dicarikan solusi konkret. 

Dengan begitu, proses produksi bisa lebih efisien dan hasil yang diperoleh juga meningkat secara signifikan.

Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun sistem yang lebih kokoh, bukan hanya mengejar capaian jangka pendek. 

Karena itu, pembenahan pertanian dan energi menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari sektor-sektor paling mendasar.

Modernisasi Alat dan Peran Anak Muda Ditekankan

Dalam kesempatan yang sama, Gibran menegaskan pentingnya transformasi pertanian modern. Menurutnya, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara kerja manual jika ingin mendorong produksi secara maksimal. 

Efisiensi dan produktivitas harus ditopang dengan teknologi, alat modern, dan manajemen yang lebih baik.

Ia menyebut pemerintah akan memikirkan seluruh kebutuhan pertanian secara menyeluruh, mulai dari persoalan air, benih, bibit, pupuk, hingga peralatan modern yang dibutuhkan di lapangan. 

Semua itu dianggap penting agar kerja keras petani tidak sia-sia hanya karena terkendala sistem atau keterbatasan alat produksi.

“Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Jadi masalah air, masalah benih, bibit, masalah pupuk dan juga yang paling penting peralatan modernnya. Jadi kita nggak bisa lagi pakai tenaga, alat-alat manual, nanti kerja keras kita terbuang,” imbuhnya.

Selain modernisasi alat, Gibran juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam transformasi pertanian. Menurutnya, pertanian masa depan membutuhkan inovasi, kecepatan adaptasi, dan keberanian untuk memanfaatkan teknologi. 

Karena itu, anak muda dinilai memiliki peran penting agar sektor ini tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan sebagai bidang yang produktif dan menjanjikan.

Hasil Panen Disebut Bisa Dukung Program MBG

Di samping menyoroti produksi pertanian, Gibran juga melihat adanya keterkaitan langsung antara hasil panen dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurutnya, hasil pertanian yang meningkat dapat memberikan efek domino karena memiliki pasar yang jelas melalui program pemerintah tersebut. Dengan begitu, petani tidak hanya memperoleh hasil panen, tetapi juga kepastian penyerapan produk.

Ia mencontohkan bahwa hasil panen yang ia lihat di lokasi kunjungan sudah mulai disuplai untuk kebutuhan MBG. Hal ini dinilai penting karena keberadaan off-taker yang jelas dapat membuat rantai pasok menjadi lebih stabil. 

Bukan hanya sektor pertanian, sektor perikanan juga disebut berpotensi masuk ke dalam skema yang sama untuk mendukung kebutuhan program.

“Tadi saya lihat hasil panen sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk off-takernya sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga,” pungkasnya.

Keterhubungan antara hasil produksi dan MBG ini memperlihatkan bahwa pemerintah sedang mencoba membangun ekosistem yang saling menguatkan. Di satu sisi, produksi pangan ditingkatkan. 

Di sisi lain, hasilnya langsung terserap untuk program sosial yang menyasar kebutuhan masyarakat. Skema seperti ini dinilai bisa menjadi pendorong penting bagi keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Terkini