Kopdes Merah Putih Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 12:06:50 WIB
Kopdes Merah Putih Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa Nasional

JAKARTA - Menguatkan ekonomi desa kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan mulai terlihat melalui langkah konkret pemerintah.

Salah satu upaya yang terus didorong adalah menghadirkan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dalam konteks ini, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas di tingkat desa.

Program ini hadir di tengah kebutuhan akan sistem ekonomi yang lebih inklusif, terutama bagi masyarakat pedesaan yang memiliki potensi besar namun belum sepenuhnya tergarap optimal. 

Melalui penguatan kelembagaan koperasi, pemerintah berharap roda ekonomi desa dapat berputar lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah memastikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kini tengah berjalan mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Kita optimistis Kopdes Merah Putih dapat membangkitkan ekonomi masyarakat desa, terlebih masyarakat desa kaya dengan segala potensi yang ada,dan ini kesempatan mereka berdaya dan berdaulat untuk mengelola desa masing-masing," kata Farida.

Peran strategis koperasi dalam menggerakkan ekonomi desa

Kementerian Koperasi untuk mensukseskan Kopdes Merah Putih sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 dan 17, kini tengah berjalan pembangunan fisik, seperti gerai, pergudangan dan kelengkapan lainnya yang dilakukan PT Argrinas Pangan Nusantara (Persero), termasuk pengadaan kendaraan.

Persiapan yang dilakukan Kemenkop memprioritaskan pembangunan Kopdes Merah Putih, karena ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu juga pihaknya melakukan pendampingan dengan pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Saat ini, kata dia, pembentukan KDKMP sudah selesai dan yang berbadan hukum ada 83 ribu sekian, termasuk kepengurusannya.

"Sekarang hari ini KDKMP di antaranya ada yang sudah berlangsung menjalani bisnis secara mandiri," kata Farida.

Pembangunan fisik dan kesiapan operasional terus dipercepat

Menurut dia, jumlah KDKMP sekitar 83 ribu unit itu di antaranya sekitar 34 ribu sampai 35 ribu tengah dilakukan pembangunan gerai, pergudangan dan kelengkapan lainnya yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara.

Bahkan, proses pembangunan KDKMP itu ada yang sudah mencapai 20 persen, 50 persen hingga 70 persen.

Pihaknya juga minta warga cek Kopdes di Lebak berapa yang sudah selesai dan belum, namun data terakhir saat rapat koordinasi pembangunan KDKMP yang sudah selesai 100 persen ada sekitar 3.000 unit.

"Kita persiapan tahapan pembangunan KDKMP sedang berjalan dan bila seluruhnya selesai 100 persen, nantinya ada operasionalisasi pengisian kelengkapan, pengisian barang yang dijual, penghidupan penetapan personalia, termasuk jumlah yang dipekerjakan sambil rekrutmen anggota di desa dan kelurahan," kata Politisi PKB.

Potensi UMKM desa menjadi kekuatan utama koperasi

Manager Kopdes Merah Putih Desa Pondok Panjang Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Aep Saepudin mengatakan, saat ini binaan koperasi yang dikelolanya itu sudah memiliki anggota 294 orang dan sebagian besar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Mereka pelaku UMKM itu memproduksi emping kaceprek, gula aren, sale pisang dan bakso ikan, karena di daerahnya terdapat bahan baku melimpah.

Bahkan, produksi gula aren itu dipasok ke sejumlah daerah di Jawa Timur dan bisa menggulirkan perputaran uang Rp400 juta jika dikalkulasikan Rp40 ribu per kilogram dari produksi 10 ton per bulan itu.

Optimisme pemerintah terhadap kemandirian ekonomi masyarakat desa

Program Kopdes Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di desa. 

Dengan adanya koperasi yang terorganisir, masyarakat desa diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan profesional.

Keterlibatan pemerintah dalam bentuk pendampingan dan penyediaan infrastruktur menjadi faktor penting dalam memastikan program ini berjalan efektif. Selain itu, sinergi antara pemerintah, pengurus koperasi, dan pelaku UMKM di desa juga menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif dalam menggerakkan ekonomi nasional. 

Dengan jumlah koperasi yang terus bertambah dan pembangunan yang semakin masif, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa semakin terbuka lebar.

Ke depan, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah. 

Dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, koperasi desa dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Terkini