Peningkatan Logistik Papua Selatan Didorong Melalui Depo Peti Kemas Strategis

Senin, 09 Maret 2026 | 09:25:10 WIB
Peningkatan Logistik Papua Selatan Didorong Melalui Depo Peti Kemas Strategis

JAKARTA - Bappenas meninjau langsung operasional Pelabuhan Merauke untuk memperkuat sistem logistik. 

Salah satu rencana strategis yang dibahas adalah pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan dan memperlancar arus barang di Papua Selatan.

Rombongan peninjau melihat aktivitas bongkar muat serta kondisi operasional dermaga. Para pemangku kepentingan memberikan masukan terkait penataan operasional pelabuhan. Fokus utama adalah pengembangan fasilitas pendukung agar logistik berjalan lebih lancar.

Kolaborasi antara operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan pelaku logistik menjadi sorotan utama. Koordinasi ini selama ini berjalan baik dalam menjaga kelancaran operasional. Namun, ketersediaan depo peti kemas di luar pelabuhan masih menjadi kebutuhan mendesak.

Koordinasi dan Kebutuhan Depo Peti Kemas

Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke menekankan pentingnya optimalisasi operasional. Semua stakeholder pelabuhan sudah berpartisipasi dalam menjaga kelancaran aktivitas. Namun, penanganan kontainer lebih fleksibel membutuhkan keberadaan depo di luar area utama pelabuhan.

“Upaya optimalisasi operasional sudah dilakukan bersama seluruh stakeholder kepelabuhanan. Namun, salah satu kebutuhan utama yang masih perlu diwujudkan adalah keberadaan depo peti kemas di luar area pelabuhan,” ujarnya. Keberadaan fasilitas ini akan mempercepat distribusi dan mengurangi kepadatan operasional.

Pembangunan depo di luar pelabuhan akan mendukung efisiensi layanan kapal. Aktivitas bongkar muat di dalam pelabuhan menjadi lebih teratur. Hal ini juga memberikan fleksibilitas bagi operator pelabuhan dan perusahaan logistik.

Pandangan Pelaku Logistik dan Pelayaran

Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke menilai rencana depo sangat penting bagi distribusi barang. Keberadaan fasilitas ini membuat penanganan kontainer lebih cepat dan efisien. “Keberadaan depo peti kemas di luar pelabuhan sangat penting agar penanganan kontainer lebih fleksibel dan aktivitas logistik di dalam pelabuhan tidak menumpuk,” ujar Abi.

Perusahaan pelayaran menyambut baik rencana pengembangan fasilitas. Mereka berharap layanan kapal lebih efisien dengan adanya fasilitas pendukung. Kepala PT SPIL Cabang Merauke menegaskan arus barang dari dan menuju Merauke bisa lebih lancar.

“Kami berharap rencana pengembangan fasilitas pendukung logistik ini dapat segera diwujudkan sehingga pelayanan kapal menjadi lebih efisien dan arus barang dari maupun menuju Merauke dapat berjalan semakin lancar,” ujar Puji. Upaya ini akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi hambatan operasional.

Lokasi Potensial dan Infrastruktur Pendukung

Dalam pembahasan, dua lokasi potensial untuk depo dipertimbangkan. Kawasan Pelabuhan Perikanan seluas sekitar 3,8 hektar dan lahan milik Pelindo seluas 1,7 hektar di belakang kantor Pelindo menjadi opsi utama. Selain itu, rencana pembangunan akses jalan menuju lokasi depo turut dibahas.

Pembangunan jalan ini akan mendukung kelancaran distribusi logistik. Jalan yang memadai akan mempermudah mobilisasi kontainer dan barang. Infrastruktur pendukung menjadi salah satu faktor penting keberhasilan rencana ini.

Terminal Head TPK Merauke menekankan komitmen penguatan layanan terminal. Peningkatan fasilitas operasional dan infrastruktur menjadi prioritas utama. “TPK Merauke akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, termasuk melalui penguatan peralatan operasional serta pengembangan infrastruktur guna mendukung kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Merauke,” ujar Rasul.

Dukungan Pemerintah dan Harapan Ekonomi

Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan menyatakan dukungan penuh. Rencana pengembangan depo dan akses jalan akan dilaporkan ke pimpinan Bappenas. Hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam percepatan penanganan kendala operasional.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, operator pelabuhan, dan pelaku usaha logistik menjadi kunci. Sinergi ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi barang di Papua Selatan. Langkah ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.

Optimalisasi sistem logistik di Merauke akan mempercepat arus barang dari dan menuju pelabuhan. Ketersediaan depo peti kemas dan fasilitas pendukung menjadi prioritas utama. Dengan demikian, pelayanan kapal dan distribusi logistik dapat berjalan lebih efektif.

Pembangunan fasilitas ini juga mencerminkan perencanaan strategis jangka panjang. Setiap langkah dilakukan untuk memastikan keberlanjutan layanan logistik. Hasilnya diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha di Papua Selatan.

Dengan terwujudnya rencana ini, Papua Selatan akan memiliki sistem logistik yang lebih kuat. Arus barang yang lancar mendorong investasi dan aktivitas ekonomi lokal. Semua pihak diharapkan terus mendukung percepatan pembangunan fasilitas pendukung.

Terkini