Makanan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Menyimpan Kandungan Gula Tinggi

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:31:39 WIB
Makanan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Menyimpan Kandungan Gula Tinggi

JAKARTA - Banyak orang berusaha mengurangi konsumsi gula dengan menjauhi makanan manis. 

Kue, permen, dan minuman bersoda sering langsung dihindari karena rasanya jelas manis. Namun tanpa disadari, gula juga banyak tersembunyi dalam makanan yang sering dianggap sehat.

Gula memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, terutama gula alami dari makanan utuh. Masalah muncul ketika gula tambahan dikonsumsi berlebihan dalam bentuk makanan olahan. Kondisi ini dapat memicu lonjakan gula darah dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Konsumsi gula tambahan yang tinggi dalam jangka panjang berisiko menimbulkan berbagai gangguan. Beberapa di antaranya adalah resistansi insulin dan peradangan sistemik. Penyakit metabolik juga lebih mudah muncul jika asupan gula tidak dikendalikan.

Produk Olahan yang Tampak Sehat

Yogurt sering dipilih sebagai menu sarapan atau camilan karena dianggap menyehatkan. Namun yogurt berperisa, terutama yang mengandung buah, kerap memiliki gula tambahan tinggi. Kandungan gulanya bahkan bisa melebihi gula alami dari buah segar.

Sup kalengan juga sering diasosiasikan sebagai makanan praktis yang bergizi. Selain tinggi natrium, sup jenis ini sering mengandung gula tambahan. Sup berbasis tomat termasuk yang paling sering diberi gula untuk menyeimbangkan rasa.

Tanpa rasa manis yang kuat, kandungan gula dalam produk ini sering luput dari perhatian. Konsumen pun merasa aman mengonsumsinya secara rutin. Padahal, asupan gula tetap bertambah secara perlahan.

Saus dan Pelengkap Makanan

Salad dikenal sebagai pilihan menu sehat dalam pola makan sehari-hari. Namun saus salad justru bisa menjadi sumber gula tersembunyi. Dalam satu sajian kecil, beberapa saus mengandung gula dalam jumlah signifikan.

Saus tomat kemasan juga sering dianggap sehat karena berbahan dasar sayuran. Kenyataannya, gula tambahan kerap ditambahkan untuk mengurangi rasa asam. Penambahan ini juga berfungsi memperpanjang masa simpan produk.

Dalam porsi tertentu, kandungan gula saus tomat bisa cukup tinggi. Jika digunakan berlebihan, asupan gula harian meningkat tanpa disadari. Hal ini membuat menu sehat berubah menjadi kurang ideal.

Minuman yang Terlihat Menyegarkan

Jus buah sering dikaitkan dengan vitamin dan kesegaran alami. Namun banyak produk jus mengandung gula tambahan meski berbahan dasar buah. Tanpa serat alami, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh.

Lonjakan gula darah dapat terjadi meski rasa jus tidak terlalu manis. Kondisi ini membuat jus kemasan kurang ideal jika dikonsumsi rutin. Buah utuh tetap menjadi pilihan yang lebih aman.

Minuman olahraga juga kerap dianggap menyehatkan karena identik dengan aktivitas fisik. Dalam satu botol, kandungan gulanya bisa setara beberapa sendok teh. Minuman ini kurang cocok untuk olahraga ringan atau konsumsi harian.

Camilan yang Sering Dianggap Aman

Granola dan snack bar sering dipilih sebagai camilan praktis atau pengganti sarapan. Sayangnya, beberapa produk mengandung gula setara permen atau cokelat. Tepung olahan juga kerap menjadi bahan tambahan.

Tanpa membaca label nutrisi, konsumen bisa salah menilai pilihan camilannya. Produk yang tampak sehat belum tentu rendah gula. Kebiasaan ini berisiko meningkatkan asupan gula harian.

Buah kering juga sering dianggap alami dan bergizi. Proses pengeringan membuat gula di dalamnya lebih terkonsentrasi. Beberapa produk bahkan ditambahkan gula untuk meningkatkan rasa.

Produk Susu dengan Tambahan Rasa

Susu cokelat memiliki rasa yang lebih menarik dibanding susu plain. Penambahan cokelat dan pemanis membuat kandungan gula meningkat signifikan. Dalam satu gelas, gula tambahan bisa mendekati tiga sendok teh.

Jika dikonsumsi rutin, asupan gula bertambah tanpa disadari. Minuman ini terlihat bernutrisi, tetapi kandungan gulanya perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Banyak makanan dan minuman kemasan tampak sehat di permukaan. Padahal, kandungan gula di dalamnya cukup tinggi. Kesadaran membaca label nutrisi menjadi langkah penting.

Sebisa mungkin, konsumsi makanan utuh lebih diutamakan. Jika memilih produk kemasan, perhatikan kandungan gulanya dengan cermat. Langkah ini membantu menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit.

Terkini