Investasi Danantara Dorong Pertumbuhan Kredit Laba Bank BUMN

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:34:59 WIB
Investasi Danantara Dorong Pertumbuhan Kredit Laba Bank BUMN

JAKARTA - Investasi pemerintah kembali menjadi perhatian pasar setelah Danantara Indonesia mengumumkan rencana alokasi dana sebesar US$14 miliar atau setara Rp235,48 triliun pada 2026. 

Langkah ini dipandang sebagai katalis signifikan bagi pertumbuhan sektor perbankan, khususnya bank BUMN, yang berada di posisi strategis untuk menangkap peluang kredit korporasi dan pembiayaan proyek pemerintah. 

Alokasi dana jumbo tersebut diyakini akan memicu efek domino positif, mulai dari stabilitas kredit hingga peningkatan laba dan return on equity (ROE) bank pelat merah.

Potensi Pertumbuhan Kredit Bank BUMN

Menurut Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, proyek-proyek strategis yang didukung pemerintah memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah. Hal ini membuat NPL (non-performing loan) bank BUMN lebih terkendali, sekaligus memberikan kepastian arus kas bagi institusi keuangan. 

“Proyek strategis yang bersifat pemerintah dan berjangka panjang cenderung memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah, sehingga berpotensi menjaga NPL tetap terkendali dan mendukung risk adjusted return perbankan,” jelas Imam.

Investasi Danantara yang menyasar sektor energi, pangan, hilirisasi, dan kawasan terpadu diproyeksikan mendorong permintaan kredit korporasi meningkat. 

Bank BUMN pun berpotensi meraup keuntungan tambahan dari pendapatan berbasis komisi (fee-based income), termasuk layanan sindikasi, treasury, dan jasa penasihat keuangan untuk proyek-proyek tersebut. Pertumbuhan kredit yang stabil akan meningkatkan visibilitas laba bank sekaligus menopang tingkat pengembalian ekuitas.

Efek Investasi terhadap Pasar Modal

Selain memberikan dorongan pada sektor perbankan, skema investasi Danantara juga diyakini menarik kembali minat investor institusi dan asing ke pasar modal Indonesia. 

Kehadiran dana pemerintah dianggap mampu memperkuat kredibilitas kebijakan dan mengurangi kekhawatiran global terkait risiko tata kelola serta pendanaan.

 Imam menambahkan, dengan katalis kuat dari Danantara, saham bank BUMN yang memiliki likuiditas tinggi akan semakin layak dikoleksi, terutama di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5%–5,2% pada 2026–2027.

Dalam jangka menengah hingga panjang, pasar diperkirakan akan mulai memperhitungkan dampak positif investasi terhadap pertumbuhan laba, kualitas aset, dan arus kas bank BUMN. 

Skema investasi terpusat ini memungkinkan eksekusi proyek strategis lebih aman, sehingga mengurangi risiko volatilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.

Strategi Penggunaan Dana Danantara

CIO Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa dana investasi US$14 miliar bersumber dari setoran dividen BUMN dan rencana penerbitan obligasi kedua dalam beberapa bulan mendatang. 

Tahun lalu, Danantara telah berkomitmen menginvestasikan sekitar US$8 miliar, sedangkan total alokasi tahun ini meningkat menjadi US$14 miliar yang harus digunakan pada berbagai proyek strategis. 

Investasi ini akan dilakukan melalui kombinasi investasi langsung dan pasar publik, dengan sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap awal.

Imam Gunadi menambahkan bahwa skema alokasi dana yang terstruktur akan memberikan ruang rerating bagi perbankan BUMN. 

“Secara relatif, valuasi perbankan BUMN masih berada di bawah rata-rata historisnya dan peers regional. Dengan katalis investasi pemerintah yang kuat, ruang rerating masih terbuka,” kata Imam.

Dampak Luas bagi Sektor Keuangan dan Ekonomi

Selain memberikan dorongan langsung bagi kredit dan laba bank, investasi Danantara diproyeksikan mendorong efek ganda terhadap aktivitas ekonomi nasional. 

Dengan terciptanya permintaan kredit baru dan stabilitas aset bank, sektor perbankan dapat memberikan dukungan finansial lebih luas bagi proyek-proyek strategis, mulai dari infrastruktur hingga hilirisasi industri.

Efek samping positif lainnya termasuk peningkatan fee-based income bank, penguatan arus kas, serta perbaikan kualitas aset. Semua ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal, sekaligus memperkuat keyakinan investor domestik dan global. 

Kombinasi faktor tersebut membuat investasi Danantara berpotensi menjadi katalis utama yang menstimulasi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi bank BUMN di sektor keuangan.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi stabil dan dukungan investasi pemerintah, bank BUMN diprediksi mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas kredit, menjaga NPL rendah, serta menambah pendapatan dari layanan keuangan tambahan. 

Stabilitas dan visibilitas laba yang lebih baik pun diharapkan tercermin pada harga saham, sehingga sektor perbankan menjadi semakin menarik bagi investor strategis.

Terkini