Peran Serat Menjaga Pencernaan dan Kebugaran Tubuh Saat Perjalanan Jauh

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:06:40 WIB
Peran Serat Menjaga Pencernaan dan Kebugaran Tubuh Saat Perjalanan Jauh

JAKARTA - Perjalanan jarak jauh sering kali dianggap sebagai aktivitas menyenangkan yang dinanti banyak orang. 

Namun, di balik antusiasme tersebut, tubuh kerap memberikan sinyal ketidaknyamanan yang tidak bisa diabaikan. Keluhan seperti perut kembung, tubuh lemas, hingga sembelit menjadi kondisi yang cukup umum dialami saat bepergian.

Perubahan rutinitas selama perjalanan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tubuh. Pola makan yang tidak teratur serta pilihan makanan yang terbatas dapat mengganggu sistem pencernaan. Akibatnya, tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Dalam situasi perjalanan, perhatian terhadap asupan nutrisi sering kali bukan menjadi prioritas utama. Banyak orang lebih fokus pada jadwal, tujuan, dan aktivitas dibandingkan menjaga keseimbangan makanan. Kondisi inilah yang perlahan memicu rasa tidak enak badan selama perjalanan.

Perubahan Pola Makan Saat Perjalanan

Saat bepergian, jadwal makan normal sering kali terganggu oleh aktivitas yang padat. Waktu makan yang biasanya teratur menjadi tidak menentu karena harus menyesuaikan dengan transportasi atau agenda perjalanan. Hal ini membuat seseorang lebih sering mengandalkan camilan atau makanan cepat saji.

Pilihan makanan di perjalanan juga cenderung terbatas pada restoran atau makanan praktis. Tidak semua makanan tersebut mengandung nutrisi seimbang yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, asupan serat harian kerap tidak terpenuhi dengan baik.

Kekurangan serat inilah yang kemudian memengaruhi sistem pencernaan. Tubuh menjadi lebih mudah merasa lesu dan tidak nyaman. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu sembelit serta gangguan pencernaan lainnya.

Pentingnya Serat untuk Keseimbangan Tubuh

Serat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, terutama saat rutinitas berubah. Asupan serat membantu tubuh tetap stabil meskipun pola makan tidak seperti biasanya. Kondisi ini sangat dibutuhkan saat seseorang sedang bepergian jauh.

“Serat sangat penting saat bepergian karena membantu tubuh Anda tetap seimbang meskipun ada perubahan rutinitas,” kata Manaker. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serat berfungsi sebagai penopang utama sistem pencernaan. Tanpa serat yang cukup, tubuh lebih rentan mengalami gangguan.

Selain membantu pencernaan, serat juga berperan dalam menjaga kestabilan energi. Tubuh yang mendapatkan asupan serat cukup cenderung terasa lebih segar. Hal ini membuat perjalanan dapat dinikmati dengan lebih nyaman.

Serat dan Pengaruhnya terhadap Gula Darah

Saat bepergian, fluktuasi gula darah lebih mudah terjadi karena jadwal makan tidak teratur. Kondisi ini sering dialami saat seseorang harus menunda waktu makan atau melewatkan jam makan. Akibatnya, tubuh mengalami perubahan energi yang cukup drastis.

Serat membantu meredam lonjakan gula darah yang muncul setelah mengonsumsi karbohidrat. Dengan adanya serat, proses pencernaan karbohidrat menjadi lebih lambat. Hal ini membuat kadar gula darah lebih stabil sepanjang hari.

“Jika anda penggila karbohidrat seperti saya, memastikan sebagian besar karbohidrat tersebut mengandung sumber serat membantu memastikan benar-benar merasa kenyang setelah makan, tetapi juga mencegah penurunan energi dan perubahan suasana hati, hal-hal yang pasti ingin Anda hindari saat bepergian,” kata Pasquariello. Pernyataan tersebut menggambarkan manfaat serat dalam menjaga stamina selama perjalanan.

Hubungan Serat dengan Pencegahan Sembelit

Sembelit menjadi keluhan yang sering muncul saat bepergian jarak jauh. Kurangnya asupan serat membuat pergerakan usus menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Serat berperan dalam menambah volume tinja dan membantu pergerakannya di dalam usus. Dengan volume yang cukup, tinja dapat bergerak lebih lancar melalui saluran pencernaan. Hal ini membantu mencegah terjadinya sembelit selama perjalanan.

Asupan makanan seperti oat dan kacang-kacangan mampu menyerap air dan melunakkan tinja. Proses ini sangat penting untuk menjaga kelancaran buang air besar. Dengan demikian, sistem pencernaan tetap bekerja optimal.

Menjaga Kesehatan Usus Saat Bepergian

Selain membantu pencernaan, serat juga berperan dalam menjaga kesehatan usus. Serat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Keberadaan bakteri sehat ini penting untuk mendukung mikrobioma yang seimbang.

“Sementara serat tidak larut, yang ditemukan dalam biji-bijian utuh dan sayuran, bertindak seperti sapu untuk menjaga agar proses pencernaan tetap berjalan,” kata Manaker. Serat jenis ini membantu membersihkan saluran pencernaan secara alami. Dengan begitu, tubuh tetap terasa ringan saat bepergian.

Namun, peningkatan asupan serat perlu dilakukan secara bertahap. Bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah besar, peningkatan mendadak justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, keseimbangan dan penyesuaian tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan selama perjalanan.

Terkini