Penanganan GERD

Penanganan GERD Secara Tuntas Penting untuk Mencegah Risiko Kesehatan Serius

Penanganan GERD Secara Tuntas Penting untuk Mencegah Risiko Kesehatan Serius
Penanganan GERD Secara Tuntas Penting untuk Mencegah Risiko Kesehatan Serius

JAKARTA - Keluhan gangguan lambung seperti GERD kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. 

Padahal, kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan menyeluruh agar tidak berkembang menjadi masalah lain. Evaluasi medis yang dilakukan secara tuntas menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.

Evaluasi Medis Jadi Langkah Awal Penting

Pasien dengan keluhan GERD dan asam lambung disarankan menjalani pengobatan secara benar. Proses evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Penanganan setengah-setengah berisiko membuat keluhan terus berulang.

“Kalau memang ada masalah GERD, masalah karena mag, ya baiknya dievaluasi secara tuntas ya,” tutur pakar gastroenterologi Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH. Ia menekankan pentingnya memastikan penyebab keluhan sebelum menentukan langkah lanjutan. Evaluasi yang baik membantu dokter memahami kondisi sebenarnya.

Banyak pasien hanya berfokus pada pereda gejala tanpa menuntaskan penyebab utama. Pendekatan seperti ini bisa menutupi masalah yang lebih serius. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan kerap dibutuhkan bila keluhan tidak membaik.

Keluhan Tak Membaik Perlu Pemeriksaan Lanjut

Jika pasien telah menjalani pengobatan namun keluhan seperti mual dan muntah tetap muncul, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. Salah satu langkah yang disarankan adalah menjalani endoskopi. Pemeriksaan ini membantu mengungkap penyebab keluhan yang tidak kunjung reda.

“Kalau tidak ada perubahan sebaiknya memang di-endoskopi, nanti dari endoskopi ketahuan,” kata Ari. Ia menjelaskan bahwa prosedur tersebut memberikan gambaran langsung kondisi saluran pencernaan. Dengan begitu, dokter dapat menentukan diagnosis secara lebih akurat.

Endoskopi merupakan prosedur minimal invasif dengan memasukkan alat khusus ke organ internal. Prosedur ini berguna untuk menegakkan diagnosis, mengambil sampel jaringan, hingga membantu tindakan medis tertentu. Pemeriksaan ini sering menjadi solusi saat terapi awal tidak memberikan hasil.

Endoskopi Ungkap Masalah Serius Tersembunyi

Dalam praktiknya, endoskopi kerap menemukan kondisi yang tidak terduga. Ari mengungkapkan bahwa beberapa pasien yang ia tangani ternyata memiliki masalah lain di saluran cerna. Kondisi tersebut baru diketahui setelah pemeriksaan dilakukan.

Pada beberapa kasus, pasien yang mengalami mual dan muntah berkepanjangan ternyata memiliki luka serius. Bahkan, ada pula pasien yang diketahui memiliki tumor di organ pencernaan. Temuan ini menunjukkan bahwa gejala ringan bisa menyimpan risiko besar.

“Sudah ada beberapa kasus yang pasien muntah-muntah, ternyata sudah ada tumor di usus 12 jari, misalnya,” papar Ari. Ia juga menyebut pasien dengan mual dan nyeri dada hebat ternyata mengalami luka cukup serius di kerongkongan. Kasus-kasus ini menegaskan pentingnya pemeriksaan lanjutan.

Risiko Jika GERD Tidak Diobati Menyeluruh

Masalah GERD yang tidak ditangani hingga tuntas berpotensi menimbulkan komplikasi. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ilmu Penyakit Dalam itu mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pengobatan. Penanganan yang tepat membantu mencegah risiko lanjutan.

“Ketika ada keluhan-keluhan, baik itu GERD, asam lambung tinggi, itu harus berobat dengan benar dan baik,” ujar Ari. Ia menambahkan bahwa kelalaian dalam pengobatan bisa memicu masalah lain. Risiko tersebut dapat berdampak pada kualitas hidup pasien.

GERD yang dibiarkan berlarut-larut dapat memperburuk kondisi kesehatan secara umum. Peradangan kronis pada saluran cerna bisa memicu gangguan yang lebih berat. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap pengobatan sangat diperlukan.

Pengobatan Tuntas Lindungi Kondisi Jangka Panjang

Mengobati GERD hingga tuntas merupakan langkah pencegahan jangka panjang. Upaya ini penting untuk menghindari komplikasi di kemudian hari. Riwayat GERD yang tidak tertangani bisa memperburuk kondisi kesehatan lain.

Ari mencontohkan kondisi perempuan dengan riwayat GERD yang tidak diobati tuntas. Saat hamil, masalah lambung yang sebelumnya diabaikan bisa memperparah keadaan. Hal ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan selama kehamilan.

“Jadi, untuk orang yang punya GERD, harus berobat teratur lalu pastikan bagaimana kondisi GERDnya,” pungkasnya. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi lambung terkontrol dengan baik. Langkah ini membantu mencegah masalah lain agar tidak memperburuk keadaan di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index