Toba Pulp Inru PHK Massal Karyawan Usai Izin Konsesi Dicabut

Toba Pulp Inru PHK Massal Karyawan Usai Izin Konsesi Dicabut
Toba Pulp Inru PHK Massal

JAKARTA – Toba Pulp Inru bakal lakukan PHK massal karyawan mulai 12 Mei 2026 mendatang. Keputusan pahit ini diambil manajemen usai izin konsesi perusahaan resmi dicabut.

Kondisi operasional perusahaan sektor kehutanan ini berada di titik nadir setelah legalitas pemanfaatan lahan mereka tidak lagi berlaku.

Manajemen menegaskan bahwa langkah pengurangan tenaga kerja ini menjadi konsekuensi logis dari hilangnya hak kelola wilayah hutan yang selama ini menjadi basis produksi.

"Kami dengan berat hati harus mengumumkan pemutusan hubungan kerja kepada sebagian besar karyawan mulai 12 Mei karena operasional tidak lagi memungkinkan setelah izin konsesi kami resmi dicabut oleh pemerintah," ujar Direktur Utama Toba Pulp Inru, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Senin (27/4/2026).

Pihak internal perusahaan mengeklaim telah berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi sebelum akhirnya sampai pada keputusan paling ekstrem tersebut.

Seluruh hak para pekerja yang terdampak kebijakan ini dipastikan akan diselesaikan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

"Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh proses transisi dan pemenuhan hak-hak karyawan berjalan dengan transparan serta adil sesuai undang-undang," tambah sang direktur dikutip dari bisnis.com.

Serikat pekerja kabarnya tengah melakukan koordinasi intensif untuk mengawal proses PHK massal ini agar tidak merugikan hak normatif para buruh.

Dinas Tenaga Kerja setempat juga mulai memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi gejolak sosial di lingkungan sekitar operasional perusahaan.

Pemerintah daerah berharap ada solusi alternatif atau penyerapan tenaga kerja di sektor lain bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan konsesi ini.

Analis industri melihat fenomena ini sebagai sinyal pengetatan regulasi lingkungan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi lokal di wilayah konsesi.

Perusahaan kini sedang dalam tahap administratif untuk menyelesaikan seluruh tanggungan kepada mitra pihak ke-3 sebelum resmi menghentikan aktivitas pada Mei nanti.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index