Mengupas Bawang Merah

Cara Praktis Mengupas Bawang Merah Tanpa Menimbulkan Mata Perih

Cara Praktis Mengupas Bawang Merah Tanpa Menimbulkan Mata Perih
Cara Praktis Mengupas Bawang Merah Tanpa Menimbulkan Mata Perih

JAKARTA - Mengupas bawang merah kerap menjadi pekerjaan dapur yang dianggap sepele, tetapi justru paling sering membuat tidak nyaman.

Selain memakan waktu, proses ini sering memicu mata perih hingga berair, terutama saat bawang dikupas dalam jumlah banyak untuk kebutuhan memasak harian.

Padahal, bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur utama yang hampir selalu digunakan dalam masakan Indonesia. Aroma dan cita rasanya yang khas menjadikannya bahan penting dalam berbagai olahan, mulai dari tumisan, sambal, kuah, hingga gorengan. 

Karena itu, mengetahui cara mengupas bawang merah dengan cepat tanpa membuat mata perih menjadi keterampilan sederhana yang sangat berguna di dapur.

Sensasi pedih saat mengupas bawang merah terjadi karena pelepasan zat kimia bernama faktor lachrymatory (LF) atau syn-propanethial-S-oxide

Senyawa ini muncul ketika sel-sel bawang terpotong atau terkelupas, lalu bereaksi dengan udara dan mengenai area mata. Reaksi tersebut memicu iritasi sehingga mata berair sebagai respons alami tubuh.

Fenomena ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan beberapa teknik sederhana. Mulai dari memanfaatkan suhu panas dan dingin, teknik memotong yang tepat, hingga bantuan alat dan pengaturan lingkungan sekitar. 

Dengan langkah yang benar, proses menyiapkan bawang merah bisa menjadi lebih cepat, lebih nyaman, dan tidak lagi identik dengan air mata di dapur.

Berikut cara mengupas bawang merah cepat tanpa bikin mata perih:

Penyebab Mata Perih Saat Mengupas Bawang Merah

Sebelum mengetahui cara mengatasinya, penting untuk memahami penyebab utama mata perih saat mengupas bawang merah. Ketika bawang dipotong atau dikupas, enzim di dalam sel bawang bereaksi dengan asam amino sulfoksida. Reaksi ini menghasilkan gas yang kemudian naik ke udara.

Saat gas tersebut menyentuh permukaan mata, ia bereaksi dengan air mata dan membentuk senyawa yang menyebabkan iritasi. Tubuh lalu merespons dengan memproduksi lebih banyak air mata untuk melindungi mata dari zat iritan tersebut. Inilah alasan mengapa mata terasa pedih dan berair saat mengolah bawang merah.

Semakin banyak sel bawang yang rusak, semakin besar pula potensi pelepasan gas penyebab iritasi. Karena itu, teknik mengolah bawang merah menjadi sangat penting. 

Dengan mengurangi kerusakan sel atau menekan penguapan gas, rasa perih bisa diminimalkan secara signifikan.

Cara Mengupas Bawang Dengan Bantuan Suhu

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi rasa pedih saat mengupas bawang merah adalah memanfaatkan perubahan suhu. Metode ini cukup mudah dilakukan dan cocok digunakan saat harus mengupas bawang dalam jumlah banyak.

1. Rendam bawang merah dalam air mendidih selama 2-3 menit agar kulit terluar menjadi lebih lunak dan mudah dilepas. Cara ini juga membantu melarutkan sebagian senyawa sulfenik asam yang menjadi penyebab utama iritasi mata. Setelah itu, bawang sebaiknya segera dibilas dengan air dingin agar proses pemanasan berhenti dan bawang lebih nyaman dipegang.

2. Rendam bawang dalam air panas sekitar 70 derajat Celcius selama 10 menit jika ingin efek yang lebih stabil tanpa membuat bawang terlalu matang. Suhu ini cukup membantu mengurangi uap iritan yang keluar saat proses pengupasan. Setelah direndam, bawang bisa langsung disaring dan dikupas seperti biasa.

3. Simpan bawang merah di lemari es beberapa saat sebelum dikupas untuk memperlambat reaksi kimia yang menghasilkan gas penyebab mata perih. Suhu dingin membuat molekul gas tidak mudah menguap ke udara, sehingga iritasi pada mata bisa berkurang.

4. Bekukan bawang merah di freezer selama sekitar 15 menit bila ingin hasil yang lebih cepat. Pembekuan dapat membantu menekan pelepasan molekul gas yang mengganggu mata. Setelah dikeluarkan, bawang akan terasa lebih mudah dikupas tanpa memicu rasa perih berlebihan.

Metode berbasis suhu ini termasuk yang paling praktis karena tidak memerlukan alat khusus dan mudah diterapkan di rumah.

Teknik Memotong Dan Lingkungan Dapur Yang Tepat

Selain suhu, cara memotong bawang merah dan kondisi lingkungan sekitar juga berperan besar dalam menentukan seberapa banyak gas iritan dilepaskan ke udara. Teknik yang tepat bisa membuat proses mengupas jauh lebih efisien.

5. Gunakan pisau yang sangat tajam saat mengupas atau memotong bawang merah. Pisau tajam akan memotong sel-sel bawang dengan lebih bersih, sehingga kerusakan jaringan berkurang dan pelepasan zat belerang tidak terlalu banyak. Pisau kecil berukuran 5-10 cm juga dinilai lebih ideal untuk menjaga presisi.

6. Potong bagian atas bawang terlebih dahulu, tetapi biarkan akar tetap utuh. Ujung akar bawang merah diketahui memiliki kandungan senyawa belerang paling tinggi. Dengan tidak langsung memotong bagian akar, penguapan zat penyebab mata pedih dapat ditekan.

7. Buat irisan tipis pada lapisan terluar bawang agar kulit lebih mudah dilepas tanpa harus memotong terlalu dalam. Teknik ini membantu mempercepat proses pengupasan sekaligus mengurangi kerusakan daging bawang.

8. Nyalakan kipas angin di dekat area kerja agar gas yang menguap dari bawang tidak langsung menuju wajah dan mata. Pastikan arah angin menghembuskan udara menjauh dari posisi Anda.

9. Letakkan lilin menyala di dekat talenan sebagai salah satu trik dapur yang banyak digunakan. Api lilin diyakini dapat membantu mengganggu jalur gas iritan di udara sebelum mencapai mata.

Dengan kombinasi teknik potong yang benar dan pengaturan aliran udara, mengupas bawang merah bisa terasa jauh lebih ringan.

Trik Tambahan Agar Mengupas Bawang Lebih Nyaman

Bagi yang sangat sensitif terhadap bawang merah, ada beberapa cara tambahan yang juga bisa dicoba. Meski terdengar sederhana, banyak orang merasa metode ini cukup membantu saat bekerja di dapur.

10. Gunakan kacamata renang atau kacamata plastik biasa untuk melindungi mata dari kontak langsung dengan gas bawang merah. Cara ini sangat efektif bagi orang yang mudah mengalami iritasi.

11. Oleskan sedikit garam atau cuka pada tangan, pisau, atau talenan sebelum mulai mengupas bawang. Cuka dipercaya dapat membantu menetralkan atau menghambat reaksi sulfur pada bawang merah sehingga gas yang keluar tidak terlalu mengganggu.

12. Kunyah permen karet atau sepotong roti saat mengupas bawang sebagai trik dapur tradisional yang cukup populer. Gerakan mengunyah dipercaya membantu mengurangi respons air mata, meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya jelas.

Dengan memahami penyebab mata perih dan menerapkan teknik yang tepat, mengupas bawang merah tidak lagi harus menjadi aktivitas yang merepotkan. 

Mulai dari memanfaatkan suhu, memilih cara memotong yang benar, hingga menggunakan alat bantu sederhana, semua metode ini bisa membuat pekerjaan dapur terasa lebih cepat dan nyaman. Bagi yang sering memasak, trik-trik ini tentu bisa menjadi rahasia dapur efektif yang layak dicoba setiap hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index