BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Siaga Selama Periode Mudik Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Siaga Selama Periode Mudik Lebaran 2026
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Siaga Selama Periode Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran sering menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga. 

Meski berada jauh dari tempat tinggal, kebutuhan layanan kesehatan tetap harus terpenuhi. BPJS Kesehatan memastikan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan selama masa mudik Lebaran 2026.

Kebijakan ini memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia. Peserta tidak perlu khawatir jika membutuhkan layanan kesehatan ketika berada di luar domisili. Perlindungan kesehatan tetap tersedia sepanjang perjalanan mudik berlangsung.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa layanan kesehatan tidak boleh terhambat oleh aktivitas mudik. “Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” kata Prihati. Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan berkomitmen menjaga akses layanan kesehatan bagi seluruh peserta.

Peserta Tetap Bisa Berobat di Luar Domisili

Peserta JKN tetap dapat memperoleh layanan kesehatan meskipun berada di luar daerah tempat mereka terdaftar. Hal ini berlaku bagi pemudik yang melakukan perjalanan ke kota lain selama libur Lebaran. Dengan kebijakan ini, peserta tetap dapat mengakses berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Prihati menjelaskan bahwa layanan JKN tidak dibatasi oleh wilayah domisili peserta. Artinya, peserta tetap dapat berobat di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di daerah lain. Kebijakan ini membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar selama masa mudik.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba menjelaskan bahwa peserta juga bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya. 

“Apabila puskesmas, klinik, dan dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di FKTP mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi,” kata Abdi. Penjelasan ini memberikan kepastian bagi pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan.

Posko Mudik Disiapkan di Berbagai Titik Strategis

Untuk mendukung layanan kesehatan selama perjalanan mudik, BPJS Kesehatan menyiapkan posko di sejumlah lokasi strategis. Posko ini bertujuan memberikan bantuan kesehatan bagi pemudik yang membutuhkan pemeriksaan atau konsultasi medis. Kehadiran posko ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan perjalanan mudik masyarakat.

Prihati menjelaskan bahwa posko mudik menyediakan berbagai layanan kesehatan dasar. “Posko mudik ini bisa melakukan layanan konsultasi kesehatan, fasilitas relaksasi bagi pemudik, pemeriksaan kesehatan dasar, penyediaan obat-obatan, pelayanan ambulans, dan tindakan sederhana kegawatdaruratan,” kata Prihati. Layanan tersebut diharapkan membantu pemudik menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.

Posko mudik BPJS Kesehatan beroperasi selama periode 13 hingga 26 Maret 2026. Beberapa lokasi posko berada di Pelabuhan Merak, Terminal Pulo Gebang, Rest Area Tol Cipularang, Rest Area Tol Cipali, Rest Area Tol Ungaran, Rest Area Tol Masaran, Terminal Purabaya, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Keberadaan posko di berbagai titik ini memudahkan pemudik memperoleh layanan kesehatan jika diperlukan.

Peserta PBI Nonaktif Tetap Mendapat Pelayanan

BPJS Kesehatan juga memastikan peserta Penerima Bantuan Iuran yang sebelumnya dinonaktifkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa mudik. Kebijakan ini berlaku terutama bagi peserta yang membutuhkan layanan kesehatan penting. Dengan demikian, perlindungan kesehatan tetap diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Prihati menjelaskan bahwa peserta PBI yang membutuhkan layanan kesehatan serius tetap akan dilayani. “Untuk yang PBI nonaktif, mereka yang memerlukan layanan katastropik seperti misalnya cuci darah tetap bisa dilayani sepanjang hidup,” ujar Prihati. Penjelasan ini menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Layanan kesehatan bagi peserta PBI nonaktif menjadi perhatian penting dalam program JKN. Pasien dengan penyakit berat tetap mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat memperoleh kepastian layanan kesehatan meskipun status kepesertaan sebelumnya dinonaktifkan.

Peserta Diminta Mengecek Status dan Skrining Kesehatan

Selain memastikan layanan kesehatan tetap tersedia selama mudik, BPJS Kesehatan juga mengingatkan peserta untuk memeriksa status kepesertaan sebelum melakukan perjalanan. Hal ini penting agar proses pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih lancar jika dibutuhkan. Peserta disarankan memastikan status JKN mereka aktif sebelum berangkat mudik.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menjelaskan pentingnya melakukan skrining riwayat kesehatan. “Skrining Riwayat Kesehatan penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang mungkin saja dialami oleh masyarakat,” kata Rizzky. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Rizzky juga menyampaikan bahwa jutaan peserta JKN telah memanfaatkan layanan skrining kesehatan. Hingga awal 2026, sebanyak 22,68 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan. Sekitar 39 persen di antaranya terindikasi memiliki risiko penyakit seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Skrining kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai layanan yang disediakan BPJS Kesehatan. Peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, situs resmi BPJS Kesehatan, atau langsung mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kemudahan akses ini membantu masyarakat menjaga kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index