Pikap

Alasan Pikap 4x4 Jadi Pilihan Utama Koperasi Desa

Alasan Pikap 4x4 Jadi Pilihan Utama Koperasi Desa
Alasan Pikap 4x4 Jadi Pilihan Utama Koperasi Desa

JAKARTA - Kendaraan pikap berpenggerak empat roda (4x4) menjadi semakin penting bagi operasional Koperasi Desa Merah Putih. 

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menekankan bahwa kebutuhan kendaraan ini bukan sekadar gaya-gayaan, tetapi merupakan solusi logistik yang esensial untuk wilayah pedesaan dengan medan berat.

“Dalam dunia pertanian, 4x4 itu menjadi kebutuhan. Medan di kebun tidak semuanya bisa dilalui kendaraan biasa,” ujar Joao.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kendaraan 4x4 menjadi jembatan vital antara kebun dan pasar, terutama ketika infrastruktur jalan masih terbatas.

Kendala Logistik di Wilayah Pedesaan

Joao menjelaskan, kebutuhan kendaraan 4x4 muncul karena kondisi lapangan yang sebagian besar belum memiliki akses jalan memadai. Di beberapa daerah, jalan tanah dan medan tidak rata membuat kendaraan biasa tidak efektif untuk mengangkut hasil pertanian.

Ia mencontohkan aktivitas pertanian singkong di Lampung. “Di Lampung, petani sampai membuat mobil rakitan sendiri, pakai mesin Dongfeng, dibuat 4x4, supaya bisa masuk ke kebun dan mengangkut singkong,” ujarnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kendaraan tangguh muncul dari tuntutan riil di lapangan, bukan semata-mata pilihan teknologi.

Kendaraan 4x4 memungkinkan petani membawa hasil panen langsung dari kebun ke titik kumpul distribusi, sehingga proses logistik menjadi lebih efisien. 

Dalam konteks produksi singkong, satu hektare kebun dapat menghasilkan 30–40 ton singkong, yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas angkut tinggi dan kemampuan jelajah medan sulit.

Keunggulan Pikap 4x4 Dibanding 4x2

Menurut Joao, pikap 4x4 menawarkan kemampuan jelajah dan daya angkut yang lebih baik dibanding 4x2, terutama saat digunakan di tanah berlumpur, jalur tanah, dan medan tidak rata. 

Petani sebelumnya banyak menggunakan kendaraan 4x2 karena keterbatasan biaya, meski pilihan tersebut tidak ideal untuk kebutuhan logistik.

“Petani pakai 4x2 karena harga 4x4 terlalu mahal. Bukan karena itu yang paling cocok,” jelas Joao. 

Dengan kendaraan 4x4, distribusi hasil pertanian dapat dilakukan tanpa bergantung pada perantara, sehingga tujuan menghubungkan petani langsung ke pasar dapat tercapai. Hal ini mencerminkan strategi Koperasi Desa Merah Putih untuk meningkatkan efisiensi dan kemandirian anggota.

Polemik Impor Pikap dari India

Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India sempat menimbulkan perdebatan. Anggota Gaikindo diyakini mampu memenuhi kebutuhan kendaraan untuk Kopdes, sehingga impor dianggap kontroversial. 

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan, “Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.”

Dari total impor, 35.000 unit mobil pikap Scorpio disuplai Mahindra, sedangkan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors India, terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit. 

CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menambahkan, “Kami menantikan kerja sama ini untuk mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara.”

Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Bagi Koperasi Desa Merah Putih, kendaraan 4x4 bukan sekadar alat transportasi, tetapi sarana vital untuk mendukung operasional pertanian di seluruh Indonesia. 

Dengan kemampuan jelajah yang tinggi, kendaraan ini memastikan distribusi komoditas tetap lancar dari kebun ke pasar tanpa hambatan, sekaligus menekan biaya logistik dan memperkuat posisi petani.

Joao menegaskan bahwa tujuan akhir penggunaan kendaraan ini adalah memperkuat koneksi langsung antara petani dan konsumen. Dengan dukungan kendaraan yang tepat, koperasi di pedesaan dapat menjalankan fungsinya secara maksimal, meningkatkan efisiensi, dan memastikan hasil pertanian sampai ke tangan konsumen dengan kualitas terbaik.

Pemilihan kendaraan 4x4 juga menjadi bukti bahwa teknologi bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Medan berat, infrastruktur terbatas, dan volume panen tinggi menuntut solusi yang praktis dan efektif, dan kendaraan pikap 4x4 memenuhi kriteria tersebut.

Dengan strategi ini, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index