JAKARTA - Kinerja industri pergadaian nasional menunjukkan tren yang semakin menguat menjelang penutupan tahun 2025.
Di tengah kebutuhan likuiditas masyarakat yang terus meningkat, lembaga pembiayaan berbasis agunan ini semakin menegaskan perannya sebagai alternatif pendanaan jangka pendek yang cepat dan mudah diakses.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan bahwa sektor pergadaian tidak hanya tumbuh dari sisi penyaluran pembiayaan, tetapi juga mengalami peningkatan aset serta perluasan kelembagaan yang signifikan.
Penguatan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pergadaian yang dinilai mampu menjawab kebutuhan pembiayaan praktis, khususnya bagi pelaku usaha kecil maupun individu yang memerlukan dana cepat tanpa proses rumit. Stabilitas risiko kredit yang tetap terjaga juga menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan ini berlangsung secara sehat.
Penyaluran Pembiayaan Tumbuh Signifikan Sepanjang Tahun
OJK mencatat bahwa penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 130,37 triliun per Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 48,06% secara tahunan.
"Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 48,06%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun tingkat risiko kredit masih terjaga," ujarnya.
Secara bulanan, tren pertumbuhan juga menunjukkan percepatan. Pada November 2025, pertumbuhan pembiayaan tercatat sebesar 42,88% secara year on year (YoY), sehingga kenaikan pada Desember menandakan akselerasi penyaluran pembiayaan di penghujung tahun. Kondisi ini menegaskan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan pergadaian terus meningkat seiring dinamika kebutuhan ekonomi.
Dominasi Produk Gadai Dalam Struktur Pembiayaan
Dari total pembiayaan yang disalurkan industri pergadaian, porsi terbesar masih berasal dari produk gadai. Agusman merinci bahwa nilai pembiayaan melalui produk tersebut mencapai Rp 118,73 triliun.
Jumlah itu setara dengan 91,11% dari keseluruhan pembiayaan industri pergadaian. Dominasi ini menunjukkan bahwa skema pinjaman berbasis jaminan barang tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena prosesnya relatif cepat, sederhana, dan memiliki kepastian nilai pinjaman.
Selain itu, karakteristik produk gadai yang fleksibel membuatnya mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk sektor informal yang sering kali belum terlayani optimal oleh lembaga keuangan konvensional.
Tingginya kontribusi produk gadai juga memperlihatkan bahwa kebutuhan dana darurat maupun modal kerja skala kecil masih menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan industri ini.
Aset Industri Meningkat Dan Jangkauan Layanan Meluas
Tidak hanya dari sisi pembiayaan, OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan pada total aset industri pergadaian. Hingga Desember 2025, nilai aset tercatat mencapai Rp 157,39 triliun.
Angka tersebut meningkat 48,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 106,05 triliun. Kenaikan aset ini menunjukkan penguatan kapasitas industri dalam menopang ekspansi pembiayaan sekaligus menjaga stabilitas operasional.
Dari sisi kelembagaan, jumlah perusahaan pergadaian berizin juga terus bertambah. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 208 perusahaan telah memperoleh izin usaha resmi. Pertumbuhan jumlah pelaku usaha ini mencerminkan semakin luasnya jangkauan layanan pergadaian yang berada di bawah pengawasan regulator.
Perluasan kelembagaan tersebut berpotensi meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan formal, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke lembaga keuangan.
Dengan pengawasan OJK, keberadaan perusahaan pergadaian resmi diharapkan mampu memberikan perlindungan konsumen sekaligus menjaga praktik usaha tetap sehat.
Secara keseluruhan, pertumbuhan kuat pada pembiayaan dan aset menegaskan bahwa industri pergadaian memegang peranan penting dalam mendorong inklusi keuangan nasional. Tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis agunan menjadi indikator bahwa sektor ini masih memiliki ruang ekspansi yang besar.
Ke depan, konsistensi pengawasan, inovasi layanan, serta penguatan manajemen risiko akan menjadi faktor kunci agar pertumbuhan industri pergadaian tetap berkelanjutan. Dengan fondasi kinerja yang solid hingga akhir 2025, sektor ini diproyeksikan terus berkontribusi dalam menjaga likuiditas masyarakat sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.