PLN

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Lewat IIMS 2026

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Lewat IIMS 2026
PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Lewat IIMS 2026

JAKARTA - Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia yang kian pesat mendorong kebutuhan infrastruktur pendukung yang andal dan merata.

 Di tengah peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan, kesiapan ekosistem menjadi faktor krusial agar adopsi kendaraan listrik dapat berjalan berkelanjutan. 

Kondisi inilah yang mendorong PT PLN (Persero) untuk terus mengambil peran strategis dalam memperkuat fondasi kendaraan listrik nasional.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan PLN melalui partisipasi aktif dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. 

Pameran otomotif tahunan ini menjadi panggung penting bagi kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, industri otomotif, hingga penyedia infrastruktur energi. Dukungan PLN sejalan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Indonesia yang kini telah menembus lebih dari 100 ribu unit.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto mengatakan, berdasarkan paparan pemerintah dalam pembukaan IIMS 2026 yang disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 103 ribu unit. Angka tersebut mencerminkan tingkat pertumbuhan sebesar 150 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Perkembangan ini menuntut kesiapan infrastruktur yang matang. PLN mengambil peran penting untuk memastikan ekosistem kendaraan listrik tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Adi.

SPKLU Diperluas Hingga Jalur Strategis Nasional

Sebagai tulang punggung transisi energi di sektor transportasi, PLN terus mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan ini tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar jalur-jalur padat dan strategis yang sering dilalui masyarakat.

Hingga awal 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi tercatat lebih dari 5.000 unit dan tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini disiapkan untuk mendukung mobilitas harian pengguna kendaraan listrik, sekaligus mengantisipasi lonjakan perjalanan pada musim mudik dan libur panjang.

Keberadaan SPKLU yang semakin merata dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik. Dengan infrastruktur pengisian daya yang mudah diakses, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jarak jauh.

PLN juga menghadirkan layanan SPKLU Mobile sebagai solusi darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya di perjalanan. Layanan ini memungkinkan pengisian baterai dilakukan secara cepat dan praktis di lokasi pengguna membutuhkan bantuan.

Digitalisasi Layanan Lewat PLN Mobile

Selain penguatan infrastruktur fisik, PLN juga terus mengembangkan layanan digital guna meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik. Melalui aplikasi PLN Mobile yang kini mengusung slogan baru “PLN Mobile, Your EV Partner,” pelanggan dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik untuk mencari lokasi SPKLU terdekat, memantau ketersediaan daya, hingga melakukan transaksi pengisian secara real time. Digitalisasi layanan tersebut menjadi bagian dari strategi PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan mudah diakses.

Tak hanya itu, PLN juga menghadirkan layanan PLN EV Charger Mobile sebagai solusi darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya di perjalanan. Layanan ini dapat diakses langsung melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pengguna mendapatkan bantuan pengisian baterai secara cepat dan praktis.

Adi menegaskan, kehadiran PLN di IIMS 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik dan pencapaian target Net Zero Emission. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, dan penyedia infrastruktur energi menjadi kunci keberhasilan transisi energi nasional.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan IIMS sebagai ajang strategis penguatan ekosistem kendaraan listrik. PLN siap menjadi mitra utama dalam perjalanan Indonesia menuju transportasi ramah lingkungan dan ekonomi rendah karbon,” kata Adi.

Pengalaman Pengunjung Dan Dukungan Ekosistem EV

Kehadiran PLN di IIMS 2026 juga dirasakan langsung oleh para pengunjung, khususnya pengguna kendaraan listrik yang ingin memahami lebih dalam layanan pengisian daya. Salah satunya adalah Octavianus, yang datang untuk mencari informasi terkait pemasangan home charging.

“Saya ingin tahu soal pemasangan home charging seperti apa. Tadi sudah dijelaskan cara pemasangannya dan ketersediaan merek-mereknya. Buat saya sudah cukup jelas, tinggal pasangnya lewat PLN Mobile,” ujar Octavianus.

Ia menilai aplikasi PLN Mobile semakin memudahkan kebutuhan pengguna kendaraan listrik, baik untuk pengisian daya di SPKLU maupun pengelolaan token listrik dan pengaduan layanan. Menurutnya, respons layanan melalui aplikasi tersebut relatif cepat dan mudah digunakan.

“Sekarang sudah gampang dan user-friendly. Kalau ada gangguan listrik, saya pernah lapor lewat PLN Mobile dan responsnya lebih cepat. Mungkin ke depan bisa dipermudah lagi, tapi sejauh ini sudah cukup baik,” kata Octavianus.

Untuk saat ini, kebutuhan utamanya adalah home charging karena penggunaan kendaraan listrik sehari-hari. Ia juga mengakui belum menemui kendala berarti dalam pemanfaatan layanan PLN untuk kendaraan listriknya.

“Support-nya sekarang lebih baik. Keunggulannya jelas, biaya lebih murah dibanding pakai bensin. Untuk sekarang masih aman dan tidak ada kendala,” tuturnya.

IIMS 2026 diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. Penguatan ekosistem kendaraan listrik menjadi fokus utama acara tahun ini. 

Kehadiran PLN dengan ekosistem EV dan promosi home charging menunjukkan bahwa transformasi menuju mobilitas rendah emisi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pengunjung tidak hanya melihat kendaraan listrik, tetapi juga memahami kesiapan infrastruktur dan layanan pendukungnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index