Sembako

Kenaikan Harga Rawit dan Daging Sapi Jadi Sorotan Sembako Jatim Hari Ini

Kenaikan Harga Rawit dan Daging Sapi Jadi Sorotan Sembako Jatim Hari Ini
Kenaikan Harga Rawit dan Daging Sapi Jadi Sorotan Sembako Jatim Hari Ini

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus mengalami fluktuasi setiap harinya. 

Hari ini cabai rawit dan daging sapi menunjukkan kenaikan, sedangkan cabai keriting, cabai besar, bawang merah, bawang putih, dan daging ayam kampung justru turun. Bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti, sehingga masyarakat perlu memantau setiap perkembangan untuk perencanaan belanja.

Memantau harga sembako setiap hari membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga. Informasi ini penting agar belanja harian tetap terkendali di tengah situasi harga yang tidak menentu. Dengan pemantauan rutin, keluarga bisa menyesuaikan prioritas pembelian bahan pokok sesuai kebutuhan.

Sembako merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap hari. Terdiri dari beras, gula, minyak goreng, daging, telur, susu, bawang merah dan putih, gas elpiji, serta garam, sembako menjadi dasar pemenuhan gizi masyarakat. Selain itu, cabai juga termasuk bahan penting karena digunakan hampir di setiap masakan rumah tangga.

Daftar Harga Sembako Terbaru

Beras premium dijual Rp14.794 per kilogram dan beras medium Rp12.863 per kilogram. Gula pasir mencapai Rp16.568 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.776 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.333 per liter. Harga minyak goreng kemasan sederhana Rp17.400 per liter, sedangkan Minyakita Rp16.349 per liter.

Daging sapi paha belakang dipatok Rp119.810 per kilogram, daging ayam ras Rp35.975 per kilogram, dan daging ayam kampung Rp67.426 per kilogram. 

Telur ayam ras dijual Rp27.422 per kilogram dan telur ayam kampung Rp45.819 per kilogram. Susu kental manis Bendera Rp12.441 per 370 gram dan Indomilk Rp12.463 per 370 gram, sementara susu bubuk Bendera Rp41.611 per 400 gram dan Indomilk Rp41.060 per 400 gram.

Harga garam bata Rp1.898, garam halus Rp9.451 per kilogram. Cabai merah keriting Rp28.720 per kilogram, cabai merah besar Rp26.779, dan cabai rawit merah Rp66.035 per kilogram. Bawang merah Rp33.956 per kilogram, bawang putih Rp32.343 per kilogram, dan gas elpiji Rp19.823 per tabung.

Kenaikan dan Penurunan Bahan Pokok

Berdasarkan rata-rata harga hari ini, cabai rawit mengalami kenaikan Rp1.450 atau 2,25 persen, sementara daging sapi paha belakang naik Rp315 atau 0,26 persen.

Sebaliknya, cabai keriting turun Rp291 atau 1,00 persen, cabai besar turun Rp235 atau 0,87 persen, bawang merah turun Rp159 atau 0,47 persen, bawang putih turun Rp212 atau 0,65 persen, dan daging ayam kampung turun Rp1.556 atau 2,26 persen.

Perubahan harga ini memengaruhi pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi yang rutin membeli bahan pokok dalam jumlah besar. Dengan mengetahui pergerakan harga, masyarakat dapat merencanakan belanja mingguan atau bulanan agar tetap efisien. Perubahan yang fluktuatif menekankan pentingnya pemantauan setiap hari.

Kestabilan harga sembako juga membantu pedagang merencanakan stok dan penjualan. Penyesuaian harga dilakukan agar tetap kompetitif dan sesuai kemampuan daya beli masyarakat. Selain itu, pergerakan harga mencerminkan kondisi pasar dan distribusi barang di Jawa Timur.

Faktor Penyebab Perubahan Harga

Harga sembako dipengaruhi banyak faktor, termasuk biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, dan kondisi cuaca. Jika permintaan meningkat tetapi pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.

Cuaca ekstrem atau bencana alam dapat memengaruhi produksi pertanian sehingga pasokan berkurang dan harga naik. Kebijakan pemerintah seperti subsidi, pajak, atau pembatasan impor juga memengaruhi harga. Biaya bahan baku, pupuk, energi, dan upah pekerja turut menentukan harga akhir sembako.

Fluktuasi nilai tukar mata uang dan inflasi juga berdampak pada harga barang pokok. Nilai tukar yang melemah membuat harga barang impor naik, sedangkan inflasi tinggi meningkatkan biaya barang dan jasa. Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau keterlambatan pengiriman juga bisa menyebabkan harga naik mendadak.

Berbagai faktor ini membuat harga sembako sering berubah, sehingga pengawasan dan kebijakan yang tepat sangat penting. Harga juga bisa berbeda di tiap pasar meski berada di wilayah yang sama. Oleh karena itu, pemantauan harian menjadi kunci menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Pentingnya Pemantauan Harga untuk Masyarakat

Pemantauan harga sembako membantu keluarga merencanakan belanja secara efisien. Dengan informasi yang tepat, masyarakat bisa menyesuaikan prioritas pembelian agar pengeluaran tidak membengkak. Pemantauan juga memungkinkan keluarga membeli bahan pokok pada saat harga lebih rendah.

Selain itu, pemantauan rutin mencegah kekurangan stok di rumah tangga. Informasi harga membantu pedagang, pengecer, dan konsumen mengambil keputusan lebih tepat. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan sehari-hari dan kemampuan finansial masyarakat.

Pemantauan harga sembako juga memberikan gambaran kondisi pasar secara umum. Masyarakat dapat memahami faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan atau penurunan harga. Dengan begitu, belanja sehari-hari menjadi lebih terencana dan terkontrol.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index