JAKARTA - Kehadiran transportasi publik yang terjangkau menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kepulauan seperti Karimunjawa.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, DAMRI kini menghadirkan layanan angkutan perintis yang melayani rute utama di wilayah Karimunjawa. Layanan ini menawarkan tarif murah sehingga bisa dimanfaatkan warga maupun wisatawan untuk mobilitas harian.
DAMRI Karimunjawa resmi beroperasi melayani rute Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak pulang pergi dengan tarif Rp 7.000 per perjalanan.
“Melalui layanan angkutan perintis ini, DAMRI berupaya menghadirkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat Karimunjawa, khususnya untuk mendukung aktivitas harian warga di kawasan kepulauan,” ujar Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S. Layanan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat ke berbagai titik penting.
Angkutan ini menghubungkan pelabuhan, bandara, pasar, hingga kawasan permukiman yang sebelumnya belum terlayani optimal. Armada yang digunakan berjenis Hiace dengan kapasitas 14 penumpang. Fasilitas AC, GPS tracking, dan kamera pengawas turut disematkan demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Lintasan yang dilayani memiliki panjang sekitar 55 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 90 menit. Rute tersebut melewati sejumlah pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa. Kehadiran layanan ini diharapkan memperkuat keterhubungan antarwilayah kepulauan.
Jadwal keberangkatan dari Karimunjawa menuju Legon Bajak tersedia pada pukul 06.00, 07.00, 08.00, 09.00, 10.00, 13.00, 14.00, dan 15.00 WIB. Sementara itu, dari Legon Bajak menuju Karimunjawa beroperasi pada pukul 05.00, 06.00, 08.00, 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 15.00 WIB. “Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Selain menunjang aktivitas warga, keberadaan DAMRI juga memudahkan wisatawan menjelajah Karimunjawa dalam waktu singkat. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, perjalanan antar destinasi menjadi lebih efisien. Wisata seharian di Karimunjawa pun bisa dimaksimalkan.
Sarapan Pagi di Alun-alun Karimunjawa
Pagi hari bisa dimulai dengan sarapan di kawasan Alun-alun Karimunjawa. Salah satu warung yang sudah buka sejak pagi adalah Warung Ibu Esther yang berada di sisi barat alun-alun. Warung ini menyajikan aneka lauk rumahan dari sayuran hingga olahan ikan segar tangkapan nelayan setempat.
Menu sederhana dengan cita rasa khas membuat tempat ini ramai dikunjungi. Suasana alun-alun yang tenang menambah kenyamanan saat menikmati sarapan. Lokasinya juga strategis sebagai titik awal perjalanan wisata.
Menjelajah Pantai Laendra yang Tenang
Setelah sarapan, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Pantai Laendra di utara Karimunjawa. Jarak dari alun-alun sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 45 menit menggunakan sepeda motor. Pantai ini berada di kawasan Kampung Bugis yang dikenal dengan rumah panggungnya.
Pantai Laendra menawarkan pasir putih lembut dan ombak yang tenang. Keindahan pantai langsung terasa setibanya di lokasi. Waktu pagi menjadi momen ideal untuk menikmati pemandangan dan berfoto.
Menyusuri Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa
Dari Pantai Laendra, perjalanan bisa dilanjutkan ke Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa. Jaraknya sekitar 9 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Kawasan ini menawarkan pengalaman berjalan di atas jalur kayu di tengah rimbunnya bakau.
Di area ini terdapat menara pandang yang menyuguhkan panorama hutan bakau dari ketinggian. Pemandangan laut dan vegetasi hijau tampak menyatu. Suasana tenang membuat tempat ini cocok untuk bersantai sejenak.
Bersantai di Pantai Annora Karimunjawa
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pantai Annora yang berada di pesisir timur Karimunjawa. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari kawasan hutan bakau. Pantai ini dikelilingi pegunungan hijau yang mempercantik lanskapnya.
Kombinasi pasir putih, laut jernih, dan langit biru menjadi daya tarik utama. Pengunjung juga dapat mendaki singkat ke Bukit Annora untuk menikmati pemandangan dari atas. Area sekitar pantai menyediakan warung untuk makan siang sederhana.
Menutup Hari dengan Sunset di Tanjung Gelam
Menjelang sore, Pantai Tanjung Gelam menjadi tujuan ideal untuk menikmati matahari terbenam. Pantai ini berada di pesisir barat Karimunjawa dengan jarak sekitar 7,6 kilometer dari Pantai Annora. Waktu tempuhnya kurang lebih 17 menit perjalanan.
Pantai Tanjung Gelam memiliki pasir putih lembut dan ombak yang relatif tenang. Wisatawan bisa bersantai sambil bermain air menunggu matahari turun. Saat sunset tiba, panorama laut dengan perahu-perahu yang melintas menciptakan pemandangan yang memukau.