JAKARTA - Setiap kota di dunia memiliki karakteristik yang membedakannya dari yang lain, tak terkecuali dengan julukan-julukan unik yang sering kali mencerminkan sejarah, budaya, atau peristiwa penting yang terjadi di tempat tersebut.
Julukan-julukan ini menjadi identitas yang kuat, menggambarkan keunikan dan keistimewaan masing-masing kota.
Julukan ini biasanya berkembang karena sejarah panjang, cerita rakyat, atau kejadian penting yang menjadi fondasi penamaan tersebut. Berikut ini adalah daftar kota-kota dengan julukan unik beserta cerita di baliknya. Simak informasi menarik berikut!
Kota yang Memiliki Julukan Unik dengan Cerita Sejarahnya
1. Miami: Kota Ajaib
Miami dikenal dengan julukannya sebagai “Kota Ajaib”, yang berasal dari pertumbuhannya yang sangat pesat sejak didirikan pada tahun 1896. Kota ini berkembang seolah-olah secara "ajaib", berkembang dalam waktu yang sangat singkat. Dengan keindahan tropisnya yang dipadu dengan budaya Latin dan Karibia, Miami berhasil menarik lebih dari 25 juta turis setiap tahunnya.
Julukan ini juga menunjukkan betapa kota ini menjadi pusat kemakmuran dan kekayaan dalam waktu singkat. Miami juga dikenal sebagai “Gerbang Menuju Amerika” dan “Ibu Kota Amerika Latin”, berkat populasi Hispanik yang besar dan pengaruh budaya Latin yang kuat di kota ini.
2. Los Angeles: Kota Para Malaikat
Los Angeles atau sering disingkat LA dikenal sebagai “City of Angels”. Julukan ini berasal dari nama aslinya dalam bahasa Spanyol, yaitu El Pueblo de Nuestra Señora la Reina de los Ángeles de Porciúncula, yang berarti “Kota Bunda Maria, Ratu Para Malaikat dari Sungai Porciúncula”. Nama panjang ini diberikan oleh penjelajah Spanyol pada tahun 1781.
Karena namanya yang sangat panjang, kemudian disingkat menjadi Los Angeles yang artinya "Para Malaikat". Julukan ini juga merefleksikan harapan dan impian yang ada di kota ini, tempat di mana banyak orang datang untuk mewujudkan cita-cita mereka. LA adalah pusat hiburan dunia dan rumah bagi berbagai komunitas multikultural.
3. Birmingham: Kota Seribu Perdagangan
Birmingham, yang terletak di Inggris, dijuluki sebagai “Kota Seribu Perdagangan”. Julukan ini diberikan berkat peran kota ini yang menjadi pusat industri dan manufaktur terbesar sejak Revolusi Industri.
Birmingham adalah kota yang sangat beragam dalam perdagangan, dengan berbagai sektor industri dan inovasi yang terus berkembang.
Selain dikenal karena industrinya, Birmingham juga memiliki banyak kanal, bahkan lebih banyak daripada Venesia, yang menunjang kelancaran aktivitas perdagangan. Beberapa merek terkenal yang berasal dari Birmingham adalah Cadbury, Typhoo Tea, dan Bird’s Custard.
4. Jenewa: Ibu Kota Perdamaian
Jenewa, yang merupakan salah satu kota metropolis terpadat di dunia, dijuluki sebagai “Ibu Kota Perdamaian”. Julukan ini diberikan berkat peran penting kota ini sebagai pusat diplomasi dan tempat diadakannya banyak pertemuan internasional.
Sebagai rumah bagi banyak organisasi internasional, termasuk Markas Besar PBB di Eropa dan Palang Merah Internasional, Jenewa menjadi simbol penting bagi perdamaian dunia.
Keberadaan kota ini juga menjadi saksi dari banyaknya perjanjian penting, termasuk Konvensi Jenewa, yang mengatur hukum kemanusiaan internasional.
5. Ushuaia: Ujung Dunia
Ushuaia, sebuah kota yang terletak di Argentina, sering disebut sebagai “Ujung Dunia” atau El Fin del Mundo dalam bahasa Spanyol. Ini dikarenakan Ushuaia terletak di titik paling selatan dunia, lebih dekat dengan Antartika daripada ibu kota Argentina, Buenos Aires.
Dengan populasi sekitar 82 ribu jiwa, kota ini menjadi pintu gerbang menuju Antartika dan sering dijadikan destinasi wisata untuk mereka yang ingin menjelajahi benua beku tersebut. Julukan ini memberikan gambaran bahwa kota ini adalah batas paling akhir yang bisa dijangkau di dunia.
6. Oxford: Kota Menara Impian
Oxford, sebuah kota yang terletak di Inggris, mendapat julukan “Kota Menara Impian” berkat keindahan arsitektur bangunan-bangunan bersejarahnya dan universitas terkemuka yang ada di kota ini.
Julukan ini diberikan oleh penyair Matthew Arnold pada abad ke-19 untuk menggambarkan keindahan fisik kota dan suasana akademis yang kental.
Julukan ini juga menggambarkan suasana intelektual yang terbangun di kota ini, di mana para mahasiswa dan ilmuwan datang untuk mengasah kemampuan mereka. Oxford tidak hanya terkenal dengan menaranya yang megah, tetapi juga dengan prestasi akademiknya yang luar biasa.
7. Beirut: Paris di Timur Tengah
Beirut, ibu kota Lebanon, sering dijuluki sebagai “Paris di Timur Tengah”. Julukan ini mengacu pada kemewahan dan keindahan kota ini yang mengingatkan pada ibu kota Prancis, Paris.
Beirut memiliki perpaduan arsitektur yang memadukan gaya Eropa dan Timur Tengah, serta kehidupan malam yang gemerlap, menjadikannya pusat mode dan seni yang terkenal.
Dikenal sebagai pusat budaya dan sejarah, Beirut juga memiliki pesona kosmopolitan yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. Julukan ini semakin populer pada masa penjajahan Prancis, yang memberi pengaruh besar terhadap kehidupan kota ini.
8. Kairo: Kota Seribu Menara
Kairo, ibu kota Mesir, dijuluki sebagai “Kota Seribu Menara” berkat banyaknya masjid dengan menara-menara megah yang menghiasi langit kota ini. Sejak abad ke-7, Kairo telah berkembang menjadi pusat penting bagi ilmu pengetahuan dan budaya Islam.
Menara-menara yang menjulang tinggi ini menjadi simbol kekuatan dan keagungan peradaban Islam yang berkembang di kota ini. Kairo juga dikenal sebagai kota metropolitan terbesar di Mesir dan Timur Tengah, yang menjadi pusat politik, budaya, dan pendidikan.
9. Lisbon: Kota Tujuh Bukit dan Ratu Laut
Lisbon, ibu kota Portugal, mendapat julukan “Kota Tujuh Bukit” berkat fakta bahwa kota ini dibangun di atas tujuh bukit yang berdekatan. Hal ini memberikan keunikan lanskap berbukit dan pemandangan yang indah dari jalanan sempit di kota ini.
Lisbon juga dikenal sebagai “Ratu Laut”, yang mengacu pada letaknya yang terletak di tepi Sungai Tagus, dekat dengan Samudra Atlantik. Julukan ini menggambarkan keindahan kota ini yang seolah memerintah perairan sekitarnya.
10. Manila: Mutiara dari Timur
Manila, ibu kota Filipina, dijuluki sebagai “Mutiara dari Timur” atau Pearl of the Orient Seas. Julukan ini diberikan oleh misionaris Spanyol pada tahun 1781 setelah melihat keindahan alam Filipina yang luar biasa. Julukan ini juga mencerminkan pentingnya Manila sebagai pusat perdagangan dan budaya di Asia Tenggara pada masa kolonial.
Keindahan alam Filipina yang memukau dengan pantai-pantai pasir putih dan air laut yang jernih menjadikan Manila sebuah mutiara yang tak ternilai harganya.