IHSG

IHSG Tercatat Menguat Tipis Seiring Meningkatnya Aktivitas Investor Domestik

IHSG Tercatat Menguat Tipis Seiring Meningkatnya Aktivitas Investor Domestik
IHSG Tercatat Menguat Tipis Seiring Meningkatnya Aktivitas Investor Domestik

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan penguatan tipis, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar. 

Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG naik 17,67 poin atau 0,20 persen ke level 8.968,68. Pergerakan terbatas ini menandakan pelaku pasar masih mewaspadai sentimen global yang berpengaruh pada volatilitas pasar.

Sejak pembukaan, indeks bergerak di rentang 8.961,94 hingga 8.980,62, menunjukkan pelaku pasar menjaga strategi hati-hati di tengah ketidakpastian global. 

Aktivitas perdagangan pagi terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 10,69 juta lot dan nilai perdagangan sekitar Rp924,71 miliar. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 122.110 kali, menegaskan minat investor yang tetap ada meskipun volatilitas global tinggi.

Volume perdagangan pada sesi reguler mencapai 10,60 juta lot dengan nilai Rp891,10 miliar, memperlihatkan investor masih aktif meski kondisi pasar berhati-hati.

Investor asing membukukan aksi beli bersih di seluruh pasar senilai Rp759,08 miliar, namun pada pasar reguler masih tercatat penjualan bersih sebesar Rp116,72 miliar. Di sisi lain, transaksi tunai dan negosiasi mencatat pembelian bersih asing sebesar Rp875,80 miliar, menegaskan adanya ketertarikan investor asing di segmen tertentu.

Komposisi Investor dan Dominasi Domestik

Komposisi transaksi menunjukkan investor domestik mendominasi pasar dengan porsi 70,64 persen. Investor asing menyumbang 29,36 persen, menandakan adanya keseimbangan minat antara pelaku pasar lokal dan global. Dominasi domestik ini menjadi salah satu faktor penopang penguatan IHSG meski tekanan global masih membayangi.

Investor lokal masih aktif memburu saham unggulan, terutama di sektor yang mulai menunjukkan tren penguatan. Dengan dominasi ini, pasar cenderung bergerak stabil dan terbatas pada kisaran tertentu. Sementara itu, investor asing tetap selektif, lebih fokus pada segmen yang menjanjikan potensi keuntungan tinggi.

Tren ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih menarik bagi investor dalam negeri, meski risiko eksternal masih mengintai. Dominasi domestik juga membantu menjaga volatilitas tetap terkendali. Keseimbangan ini menjadi penopang penting bagi penguatan indeks di tengah ketidakpastian global.

Pergerakan Sektor dan Saham Unggulan

Pergerakan saham unggulan pagi ini bervariasi, mencerminkan rotasi sektor yang cukup jelas. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di sektor energi melemah 0,83 persen, menambah tekanan pada sektor energi yang turun 0,16 persen. 

Sebaliknya, sektor infrastruktur naik 0,48 persen, sektor kesehatan menguat 0,64 persen, dan sektor transportasi mencatat kenaikan 1,02 persen.

Sektor barang baku atau basic industry menunjukkan penguatan paling menonjol dengan kenaikan 2,07 persen. Hal ini menandakan munculnya minat beli pada saham berbasis komoditas dan manufaktur. Tren ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai memanfaatkan peluang dari sektor-sektor yang relatif tahan tekanan global.

Dari jajaran top gainers, PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) melonjak 24,71 persen ke level 424. Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,54 persen ke level 1.015, diikuti PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang meningkat 23,42 persen ke level 137. 

Saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 21,78 persen, sedangkan PT Inter-Delta Tbk (INTD) menguat 15,38 persen.

Tekanan Saham dan Rotasi Sektoral

Saham yang masuk daftar top losers menunjukkan tekanan jual, meski secara keseluruhan IHSG tetap menguat tipis. Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) turun 12,12 persen ke level 145, sementara PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) melemah 11,11 persen ke level 520. 

Tekanan juga terlihat pada PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) dan PT Sekar Laut Tbk (SKLT) yang terkoreksi masing-masing 9,26 persen dan 9,03 persen.

Saham PT Pakuan Tbk (UANG) mencatat pelemahan nominal paling dalam, turun 9,02 persen ke level 5.800. Secara sektoral, sektor basic industry dan siklikal menguat 2,07 persen dan 0,61 persen, sementara sektor properti naik 0,45 persen dan sektor non-siklikal bertambah 0,27 persen. 

Sektor keuangan berada di zona merah dengan koreksi 0,28 persen, mencerminkan investor masih memperhatikan arah suku bunga dan nilai tukar Rupiah.

Rotasi sektoral menunjukkan pelaku pasar mulai memindahkan fokus ke sektor yang memberikan peluang penguatan lebih tinggi. Tren ini menjadi indikasi bahwa pasar cenderung mencari sektor defensif maupun yang menunjukkan momentum pertumbuhan. Penguatan sektor tertentu menyeimbangkan tekanan dari sektor yang terkoreksi.

Prospek dan Analisis Teknikal IHSG

Secara teknikal, IHSG masih dalam fase rawan koreksi, meskipun penguatan pagi ini terlihat terbatas. Penguatan indeks diperkirakan berada di kisaran 8.960 hingga 8.985, sementara area koreksi kemungkinan terjadi di rentang 8.708 hingga 8.790. 

Level support berada di 8.852 dan 8.816, sedangkan resistance di 9.039 dan 9.120, menandakan adanya potensi fluktuasi yang perlu diwaspadai pelaku pasar.

Potensi tekanan lanjutan masih perlu diperhatikan karena indeks berada pada bagian wave iv dari wave 5, sehingga penguatan terbatas tidak menutup kemungkinan koreksi. 

Investor disarankan memantau rotasi sektoral dan saham unggulan sebagai panduan strategi. Dengan strategi hati-hati dan selektif, pelaku pasar dapat tetap memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian global.

Minat beli domestik dan selektivitas investor asing menjadi faktor kunci yang menahan volatilitas IHSG. Sementara itu, penguatan sektor tertentu menegaskan adanya optimisme di pasar lokal. Kombinasi faktor ini menjaga IHSG tetap stabil meski tekanan global belum sepenuhnya mereda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index