JAKARTA - Garam merupakan salah satu kebutuhan utama tubuh, namun konsumsi berlebihan bisa berisiko membahayakan kesehatan.
Terlalu banyak mengonsumsi garam bisa meningkatkan volume darah, memperburuk tekanan pada pembuluh darah, dan berujung pada hipertensi, yang sering disebut sebagai "silent killer" karena tidak menunjukkan gejala yang langsung terasa.
Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda tubuh yang menunjukkan konsumsi garam berlebihan, agar dapat segera diatasi sebelum menimbulkan masalah lebih lanjut.
Berikut adalah beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan yang menunjukkan bahwa tubuh Anda mungkin sudah overdosis garam, berdasarkan penjelasan dari WebMD.
Mengapa Konsumsi Garam Berlebihan Bisa Berbahaya?
Tubuh membutuhkan natrium untuk menjalankan fungsi-fungsinya, seperti menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi otot serta saraf.
Namun, jika asupan garam berlebihan, ginjal akan kesulitan mengeluarkan cairan yang tidak diperlukan, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Ketahui tanda-tanda yang harus diwaspadai agar bisa segera menyesuaikan pola makan Anda.
1. Perut Kembung
Salah satu tanda pertama yang muncul akibat konsumsi garam berlebihan adalah perut kembung. Ini adalah efek jangka pendek yang sering terjadi saat tubuh menahan terlalu banyak cairan.
Akibatnya, perut bisa terasa bengkak atau kencang. Bahkan, makanan yang tidak terasa asin pun bisa mengandung natrium tinggi, seperti roti lapis, pizza, bagel, dan sup kalengan. Jika Anda merasakan perut kembung setelah makan, periksa kembali jumlah garam dalam makanan Anda.
2. Tekanan Darah Melonjak
Konsumsi garam berlebih juga dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah. Ginjal, yang bertugas untuk mengeluarkan cairan berlebih, akan kesulitan bekerja ketika kadar natrium terlalu tinggi dalam tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat, yang berisiko menyebabkan masalah lebih serius seperti hipertensi.
3. Bagian Tubuh Membengkak
Kelebihan natrium dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan pada berbagai bagian tubuh, seperti wajah, tangan, kaki, dan pergelangan kaki.
Jika Anda merasa lebih bengkak dari biasanya, ini bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak garam. Cobalah untuk menilai kembali pola makan Anda dan kurangi asupan garam.
4. Selalu Merasa Haus
Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, tubuh akan mengalami dehidrasi. Garam menyebabkan tubuh menyerap air dari sel-sel tubuh, yang membuat Anda merasa haus lebih sering.
Untuk mengatasi ini, penting untuk meminum banyak air putih, yang dapat membantu menetralkan kadar garam dalam tubuh dan menyegarkan kembali sel-sel tubuh.
5. Berat Badan Naik
Kenaikan berat badan yang cepat dalam waktu singkat, misalnya lebih dari 1 kg dalam sehari atau 2 kg dalam seminggu, bisa disebabkan oleh penumpukan cairan akibat konsumsi garam berlebihan.
Garam dapat menarik air ke dalam tubuh, yang memengaruhi angka timbangan Anda. Jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa, coba periksa pola makan Anda dalam beberapa hari terakhir dan pertimbangkan untuk mengurangi asupan garam.
6. Sering Buang Air Kecil
Mengonsumsi banyak garam juga dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena garam memicu rasa haus yang membuat Anda minum lebih banyak air, yang akhirnya harus dikeluarkan melalui urin.
Meskipun hal ini bisa membantu tubuh mengeluarkan cairan berlebih, perlu diingat bahwa ini juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan jika terjadi terlalu sering.
7. Tidur Kurang Nyenyak
Peningkatan kadar garam dalam tubuh sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur Anda. Gejala yang muncul bisa beragam, mulai dari gelisah saat tidur, sering terbangun di malam hari, hingga merasa kurang istirahat di pagi hari.
Jika Anda mengalami gangguan tidur yang tak kunjung hilang, pertimbangkan untuk mengurangi asupan garam, terutama pada waktu malam.
8. Merasa Lelah
Kelelahan yang berlebihan adalah salah satu tanda yang muncul ketika tubuh mengalami overdosis garam. Ketika kadar garam terlalu tinggi dalam darah, tubuh akan mencoba menyeimbangkan konsentrasi cairan dengan mengeluarkan air dari sel-sel tubuh.
Hal ini bisa menyebabkan Anda merasa lebih lelah atau lemas dari biasanya. Jika Anda merasa mudah kelelahan tanpa alasan jelas, bisa jadi tubuh Anda sedang terpengaruh oleh kelebihan garam.
9. Perut Tidak Nyaman
Asupan garam yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual atau bahkan diare. Ini terjadi karena tubuh berusaha mengimbangi dehidrasi dengan meningkatkan jumlah cairan dalam sistem pencernaan.
Jika Anda merasa perut tidak nyaman, kram, atau mual, coba perhatikan kembali asupan garam Anda dalam beberapa hari terakhir dan kurangi jumlahnya.
Dampak Jangka Panjang dari Kelebihan Garam
Meski ada banyak tanda-tanda jangka pendek yang bisa muncul, konsumsi garam berlebihan dalam jangka panjang juga memiliki dampak yang serius.
Hipertensi, pembesaran otot jantung, gagal jantung, penyakit ginjal, batu ginjal, osteoporosis, hingga stroke adalah beberapa kondisi yang dapat meningkat risikonya akibat kebiasaan konsumsi garam yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol asupan garam dalam diet sehari-hari guna menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.