JAKARTA - Peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat sepanjang 2025 memberikan dampak positif bagi industri perbankan.
Salah satu segmen yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah bisnis kartu kredit. Kondisi ini mencerminkan pulihnya mobilitas serta meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam berbelanja.
PT Bank Central Asia Tbk mencatat kinerja yang solid pada layanan kartu kreditnya. Pertumbuhan transaksi terjadi seiring dengan tingginya aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Kartu kredit semakin dimanfaatkan sebagai alat pembayaran utama dalam transaksi harian.
Hingga akhir 2025, pertumbuhan bisnis ini terlihat konsisten. Kinerja positif tersebut memperkuat peran kartu kredit sebagai instrumen pembayaran non-tunai. Tren ini juga menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital.
Pertumbuhan Pinjaman Konsumer
Sepanjang 2025, outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas berasal dari kartu kredit mengalami peningkatan. Secara tahunan, pertumbuhan tercatat sebesar 14 persen. Nilai outstanding pinjaman tersebut mencapai Rp 20,23 triliun.
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Mobilitas yang kembali normal mendorong penggunaan kartu kredit dalam berbagai transaksi. Kondisi tersebut turut menopang kinerja bisnis konsumer BCA.
Transaksi kartu kredit menunjukkan tren yang terus menguat. Hal ini terjadi seiring dengan kebutuhan masyarakat akan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran. Kartu kredit menjadi pilihan praktis untuk berbagai kebutuhan.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah pertumbuhan bisnis kartu kredit, BCA tetap menjaga kualitas aset secara hati-hati. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan tetap berada pada level sehat. Secara keseluruhan, NPL perseroan tercatat di bawah 2 persen.
Pendekatan prudent menjadi dasar dalam pengelolaan portofolio kredit. Pertumbuhan yang dicapai tidak mengabaikan aspek manajemen risiko. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.
Kualitas kredit yang terjaga mencerminkan pengelolaan yang disiplin. BCA berupaya memastikan pertumbuhan bisnis tetap seimbang. Prinsip kehati-hatian menjadi bagian penting dalam strategi perseroan.
Strategi Pengelolaan Risiko
Untuk menjaga kualitas portofolio, BCA secara konsisten melakukan pemantauan risiko. Pengelolaan risiko dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada risiko konsentrasi kredit.
Monitoring penggunaan limit kartu kredit dilakukan secara rutin. Selain itu, evaluasi kualitas portofolio juga dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi risiko sejak dini.
Evaluasi sektor industri turut menjadi perhatian. Prospek dan kinerja usaha debitur menjadi bahan pertimbangan utama. Penetapan limit kredit dilakukan melalui analisis yang mendalam.
Ragam Produk Kartu Kredit
Dari sisi produk, BCA menawarkan berbagai pilihan kartu kredit. Produk tersebut dirancang untuk menjangkau beragam segmen nasabah. Setiap kartu memiliki fitur dan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Beberapa produk yang tersedia antara lain BCA Everyday Card dan BCA Card Platinum. Selain itu, terdapat pula BCA Smartcash yang menawarkan fleksibilitas pembayaran. Ragam pilihan ini memberikan keleluasaan bagi nasabah dalam menentukan kartu yang sesuai.
BCA juga menyediakan kartu kredit dengan berbagai jaringan internasional. Pilihan tersebut mencakup Mastercard, Visa, JCB, UnionPay, hingga American Express. Keberagaman ini memperluas akses transaksi baik di dalam maupun luar negeri.
Inovasi Layanan dan Komitmen Ke Depan
Selain memperluas pilihan produk, BCA terus berinovasi dalam layanan. Nasabah kini dapat mengajukan kartu kredit secara online. Proses pengajuan dibuat lebih mudah dan efisien.
Melalui aplikasi myBCA, nasabah dapat mengontrol transaksi kartu kredit. Fitur lain yang tersedia meliputi pengajuan kenaikan limit dan pembayaran tagihan. Digitalisasi ini meningkatkan kenyamanan dalam bertransaksi.
Ke depan, BCA berkomitmen memperluas kolaborasi dengan mitra bisnis. Berbagai program dan penawaran menarik terus disiapkan. Langkah ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi nasabah di berbagai segmen.