Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja impresif pada kuartal pertama tahun 2025, di tengah tekanan dari dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Keberhasilan penyaluran kredit ke segmen UMKM menjadi salah satu faktor utama yang mendorong laba bersih konsolidasian BRI mencapai Rp13,8 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tetap kuat karena didukung oleh konsumsi dalam negeri yang stabil. Pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan memperkuat kemitraan dagang, termasuk dengan Amerika Serikat, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Hingga akhir Maret 2025, total aset BRI tercatat sebesar Rp2.098,23 triliun, meningkat 5,49% secara tahunan. Penyaluran kredit tumbuh 4,97% year-on-year menjadi Rp1.373,66 triliun, dengan Rp1.126,02 triliun atau sekitar 82% diarahkan ke sektor UMKM. Jaringan AgenBRILink yang tersebar di sekitar 67 ribu desa dengan lebih dari 1,2 juta agen, membukukan nilai transaksi sebesar Rp423 triliun selama kuartal pertama.
Kualitas kredit tetap terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,97% dan Loan at Risk (LaR) sebesar 11,12%, didukung oleh rasio pencadangan (NPL coverage) yang tinggi, yakni mencapai 200,60%.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp1.421,60 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) yang mencapai 65,77%. Aplikasi BRImo telah digunakan secara aktif oleh 40,28 juta pengguna, mencatatkan total transaksi senilai Rp1.599 triliun sepanjang kuartal pertama 2025.
BRI juga memperkuat ekosistem digitalnya dengan menjalin kerja sama bersama lebih dari 4,3 juta merchant QRIS dan mengoperasikan sekitar 344 ribu mesin EDC. Rasio kredit terhadap simpanan (LDR) tercatat 86,03%, sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 24,03%, mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan solid.
Dengan dukungan lebih dari 36.600 tenaga pemasar dan hampir 6.000 kantor layanan di seluruh wilayah Indonesia, BRI terus memperkuat perannya dalam menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.