Kemenko PM Sambungkan Pelatihan UMKM ke Pasar Lewat 1001 Pasar Rakyat

Minggu, 20 September 2026 | 06:05:00 WIB
Kemenko PM Sambungkan Pelatihan UMKM ke Pasar Lewat 1001 Pasar Rakyat

BERITAKINI.CO.ID — Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar dan 100 lainnya mengikuti workshop perluasan pasar dalam RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor. Program 1001 Pasar Rakyat yang dibawa Kemenko PM menyambungkan pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar bagi usaha lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A Muhaimin Iskandar menegaskan, pemberdayaan UMKM tidak boleh berhenti di pelatihan dan pendampingan. Akses pasar harus menjadi muara akhir agar pelaku usaha bisa mandiri secara ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin dalam RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026). Kemenko PM membawa dua program sekaligus ke kegiatan tersebut: 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar.

55 UMKM Terkurasi Ikut Bazar, 100 Ikut Workshop

Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar yang digelar dalam rangkaian acara tersebut. Sementara 100 pelaku UMKM lain mengikuti workshop optimalisasi media sosial.

Workshop itu menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal. Materinya menyasar kemampuan pelaku usaha memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pembeli.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menyebut kurasi sebagai bagian penting program 1001 Pasar Rakyat. Pelaku usaha yang terlibat dipilih dan didampingi agar siap memperluas pasar.

"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah," kata Leontinus.

Bazar Diminta Terhubung ke Proses Produksi

Muhaimin menekankan, bazar tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial. Menurut dia, bazar mesti terhubung dengan proses pelatihan, pendampingan, produksi, hingga akses pasar.

"Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi," ujarnya.

Kolaborasi pemerintah dan media dinilai perlu menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Muhaimin menyebut panggung yang dimiliki media bisa menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar.

"Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha," ujar Muhaimin dalam siaran pers.

Jaringan RRI di Daerah Jadi Kanal Perluasan Pasar

Jaringan RRI di berbagai daerah dinilai bisa dipakai memperluas jangkauan program pemberdayaan. Muhaimin menyebut RRI sudah punya panggung di banyak kota.

"RRI sudah punya panggung di banyak kota. Tugas pemerintah adalah mengisi panggung itu dengan program yang menyentuh langsung ekonomi warga. Pemberdayaan harus hadir di tempat masyarakat berada, bukan hanya di kota-kota besar," tegasnya.

Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan, RRI Fest menjadi ruang temu masyarakat di berbagai daerah. Kolaborasi dengan Kemenko PM memberi ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Kabupaten Bogor dipilih sebagai salah satu lokasi program karena memiliki sentra industri alas kaki di Ciomas yang lama menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Rangkaian kegiatan di Bogor diawali senam sehat bersama dan layanan Cek Kesehatan Gratis.

Muhaimin juga mengunjungi sentra produksi sepatu di Ciomas, meninjau bazar UMKM dan pelaksanaan CKG, serta menghadiri Dialog Bersama Menko PM bertema 'Sinergi Pemerintah dan Media untuk Kemandirian Ekonomi Lokal'.

Terkini