Prospek Kinerja Jasa Marga Ditopang Fundamental dan Proyek Strategis

Jumat, 18 September 2026 | 14:17:37 WIB
Ilustrasi Sejumlah kendaraan bermotor melintas di jalan Tol Dalam Kota.(Sumber:NET)

JAKARTA - Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menilai kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol dan pengembangan proyek strategis berpotensi menopang prospek kinerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) di masa mendatang. Ditambah, agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio oleh Danantara dapat menjadi faktor strategis yang memperkaya kisah investasi Jasa Marga dalam jangka menengah.

"Ada sejumlah aspek. Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia," ujar Reza sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Bagi investor, Reza menjelaskan ekspansi jaringan tidak hanya dilihat dari bertambahnya panjang jalan tol yang dikelola, namun juga dari optimalisasi aset, yaitu kemampuan setiap aset dalam menghasilkan lalu lintas, pendapatan, EBITDA, yang pada akhirnya memberikan imbal hasil yang menarik terhadap modal yang diinvestasikan.

"Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah. Karena itu, optimalisasi ruas yang telah beroperasi maupun percepatan kontribusi ruas baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan JSMR," ujar Reza.

Ke depan, dia melanjutkan bahwa prospek Jasa Marga tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar portofolio jalan tol yang dimiliki atau dikelola.

"Investor akan semakin memperhatikan kualitas portofolio, produktivitas aset, kemampuan menghasilkan arus kas, efisiensi pendanaan, serta imbal hasil atas investasi," ujar Reza.

Jasa Marga merupakan pemimpin pasar industri jalan tol di Indonesia baik dari sisi pangsa pasar, jaringan operasional, maupun operator, yang mana dari sisi pangsa pasar menguasai sekitar 42 persen pasar jalan tol komersial berdasarkan jalan tol beroperasi di Indonesia.

Dari sisi jaringan operasional, perseroan mengelola sekitar 1.294 kilo meter (km) jalan tol operasional dan sekitar 1.736 km total konsesi hingga saat ini. Dari 36 konsesi tol yang dikelola, sebanyak 29 di antaranya telah beroperasi secara penuh. Tiga ruas telah beroperasi sebagian, yaitu Bogor Ring Road sepanjang 13,30 Km, Solo-Yogya sepanjang 96,57 Km, Ngawi-Kertosono-Kediri sepanjang 114,9 Km, serta tiga lainnya belum beroperasi.

Hingga semester I-2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6 persen year on year (yoy), yang ditopang pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun (tumbuh 6,8 persen (yoy)) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (tumbuh 17,6 persen (yoy)).

Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat Rp6,99 triliun atau tumbuh 8,1 persen (yoy) dengan margin EBITDA tumbuh menjadi 67,8 persen. Adapun, laba bersih perseroan mencapai Rp1,91 triliun, atau tumbuh 2,0 persen (yoy) hingga semester I-2026.

Kemudian, Gearing Ratio tercatat di level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk investasi dan pengembangan bisnis.

Terkini