SAMARINDA - PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) membangun jaringan infrastruktur guna menerangi 105 desa yang tersebar di Provinsi Kaltim, agar masyarakat desa bisa memanfaatkan untuk pengembangan ekonomi dan lainnya.
"Pembangunan infrastruktur listrik ini mencakup jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama pada 69 desa. Khusus di Kabupaten Kutai Barat, terdapat 20 lokasi yang masuk pembangunan listrik desa tahun ini," ujar General Manager PT PLN UID Kaltimra M Chaliq Fadli di Samarinda, Selasa.
Dari 105 lokasi tersebut, dua lokasi telah selesai. Penanaman tiang juga telah mencapai 100 persen pada 19 lokasi, sedangkan lokasi lainnya masih dalam tahap penggalian lubang, mobilisasi peralatan dan pekerjaan teknis. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Maret 2027.
Chaliq menegaskan, keberhasilan program listrik desa membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Sedikitnya ada lima hal yang perlu diperkuat, yakni penyelesaian perizinan lahan, penyediaan lahan untuk program 2027, kesiapan jalan dan jembatan, dukungan pemerintah desa dan masyarakat, serta koordinasi dengan instansi vertikal dan pemegang izin kawasan.
Untuk wilayah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau jaringan PLN, program 2027 juga disiapkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
Sebelumnya, saat Rakor Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (14/9) kemarin, pihak PLN juga meminta dukungan semua pihak agar program tersebut berjalan lancar.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, kondisi geografis daerahnya menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan akses listrik, yakni dengan luas kabupaten 13.708.92 kilometer persegi, terdiri 16 kecamatan, 4 kelurahan, dan 190 kampung.
"Luas wilayah serta sebaran permukiman berjauhan terutama di pedalaman, menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi Kutai Barat 89,28 persen, masih terdapat 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik," katanya.
Sementara dalam program pembangunan kelistrikan, sembilan kampung di lima kecamatan masuk dalam pekerjaan pembangunan jaringan, mencakup pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 80,10 kilometer dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 47,34 kilometer.
Pemda bersama PLN juga menyiapkan 18 unit gardu dengan kapasitas total sekitar 1.500 kVA serta sambungan listrik baru bagi sekitar 1.100 calon pelanggan.
"Pembangunan tersebut secara keseluruhan telah direalisasikan pada semester pertama 2026, sehingga saat ini kami tinggal menunggu jadwal peresmian pihak PT PLN," kata Frederck.