SPAM Mamminasata Tahap 1 Selesai Siap Salurkan Air untuk 200 Ribu Jiwa

Rabu, 16 September 2026 | 15:51:43 WIB
Ilustrasi Pembangunan Infrastruktur Utama SPAM Mamminasata Tahap I.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum telah menuntaskan pembangunan sarana utama Sistem Penyediaan Air Minum Regional Mamminasata Tahap 1 di Sulawesi Selatan. Fasilitas Instalasi Pengolahan Air berkapasitas 500 liter per detik kini rampung 100 persen dan siap menyuplai kebutuhan air bersih bagi 40.000 Sambungan Rumah atau 200.000 jiwa di Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini menjadi komitmen nyata pemerintah untuk menghadirkan sarana pelayanan dasar yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Menteri Dody.

Pengerjaan Tahap 1 ini mencakup pengadaan koneksi air baku, bangunan IPA beton berkapasitas 500 liter per detik, penampungan air berkapasitas 6.000 meter kubik, hingga perangkat mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan sistem SCADA. Selain itu, pengerjaan Jaringan Distribusi Utama sepanjang 35,3 kilometer juga selesai, mencakup jalur utara 4,03 kilometer dan jalur selatan 31,29 kilometer beserta sarana penunjang titik offtake.

Sumber pasokan air baku SPAM Regional Mamminasata diambil langsung dari Bendungan Bili-Bili dengan daya tampung total 1.000 liter per detik. Pasokan air mentah tersebut diolah terlebih dahulu di IPA sebelum disalurkan ke berbagai titik offtake wilayah pelayanan Mamminasata.

Pada tahap awal, kapasitas produksi 500 liter per detik ditargetkan untuk melayani 40.000 sambungan rumah atau setara 200.000 jiwa. Adapun target total pengembangan seluruh sistem diproyeksikan mencapai 1.000 liter per detik untuk menjangkau 80.000 sambungan rumah atau sekitar 400.000 jiwa.

Pembangunan jaringan IPA Tahap 1 menggunakan dana APBN senilai Rp153,1 miliar untuk fasilitas produksi dan Rp160,6 miliar untuk saluran pipa transmisi air curah. Pemasangan sistem ini dibekali teknologi modern demi menjaga efisiensi serta keberlanjutan operasional, salah satunya penerapan konsep Green IPA yang memutar ulang air buangan sisa pengolahan.

Fasilitas SPAM Regional Mamminasata menerapkan teknologi High Rate Plate Settler pada area pengendapan serta sistem Anti Water Hammer melalui Surge Anticipating Valve untuk memperkuat keamanan pompa. Pengolahan terpadu ini ditunjang sistem SCADA guna memantau serta mengendalikan operasional pemrosesan air, distribusi pompa, penampung air, hingga titik penyerapan secara terpusat.

Seiring tuntasnya sarana utama Tahap 1, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong pemerintah daerah segera memaksimalkan pengoperasian fasilitas tersebut. Keberhasilan penyediaan air ini bergantung pada kesiapan kelembagaan pengelola, kesiapan jaringan distribusi hilir, hingga optimalisasi penyerapan air di setiap wilayah layanan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri telah membentuk UPTD SPAM Regional Mamminasata sebagai badan pengelola sistem skala regional. Langkah pendukung berupa kesiapan tata kelola, operator, serta perangkat operasional menjadi kunci utama agar manfaat jaringan air dapat mengalir maksimal.

Saat ini sejumlah titik penyerapan telah memiliki sarana penunjang, meski beberapa lokasi masih membutuhkan penyelesaian jaringan hilir oleh pemerintah daerah setempat yang meliputi reservoir,jaringan distribusi,sambungan rumah.

Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen terus melakukan koordinasi dan pendampingan teknis sesuai kewenangannya untuk memastikan keberlanjutan operasional SPAM Regional Mamminasata.

Terkini