Wali Kota Batam Dorong 4 Sektor Pembangunan Utama dan Air Bersih

Rabu, 16 September 2026 | 14:29:13 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.(Sumber:NET)

BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah program strategis pembangunan Kota Batam, mulai dari penguatan infrastruktur, pemerataan akses air bersih, penanganan banjir, hingga pengembangan sektor kesehatan. Hal itu disampaikan saat menghadiri bincang santai dalam Podcast Marathon di Kompleks MCP Industrial Park, Batu Ampar, Selasa (15/9/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan arah pembangunan yang terus didorong Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat daya dukung Batam sebagai daerah tujuan investasi dan aktivitas ekonomi.

Di bidang infrastruktur, pemerintah terus menggesa pembangunan sejumlah ruas jalan baru yang menghubungkan koridor strategis di wilayah selatan, utara, dan kawasan penyangga. Penguatan konektivitas tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi dan kegiatan logistik. Persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Peremajaan pipa dan pembangunan jaringan perpipaan baru terus didorong untuk memperluas serta memeratakan akses air bersih bagi masyarakat.

Selain langkah tersebut, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam mulai mengkaji alternatif penyediaan air melalui teknologi pengolahan air laut atau desalinasi. Gagasan itu menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air di tengah kebutuhan Batam yang terus berkembang. 

Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui pembenahan sistem drainase dan normalisasi alur sungai. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terus dikerjakan untuk mengurangi persoalan genangan di sejumlah wilayah Batam.

Pada sektor kesehatan, ditegaskan keterbukaan Batam terhadap kehadiran tenaga kedokteran dan tenaga medis profesional. Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. 

Selain membahas pembangunan daerah, peran media lokal di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat turut disoroti. Diharapkan dalam acara yang disejalankan dengan HUT ke-22 media lokal tersebut, media tetap menjaga independensi, kredibilitas, objektivitas, dan daya kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Media yang kritis dan independen dibutuhkan pemerintah sebagai sumber informasi pembanding sekaligus penyeimbang dalam melihat berbagai persoalan di daerah. “Kami juga ingin dapat informasi penyeimbang. Dan sejauh ini, Tribun sudah memainkan peran yang luar biasa untuk itu,” ujar Amsakar. 

Ia menilai momentum HUT ke-22 media tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyusun proyeksi agar kontribusi media lokal semakin kuat di masa mendatang.

“Tentu saja kami semua mendoakan semoga apa yang sudah diraih oleh Tribun saat ini mudah-mudahan semakin meningkat di masa yang akan datang. Idealnya grafiknya harus meningkat terus. Sejauh ini Tribun sudah cukup berkontribusi mewarnai kehidupan lokal dan diharapkan ke depan jauh lebih baik lagi. Selamat ulang tahun Tribun Batam, tetaplah menjadi media yang terpercaya, kredibel, dan objektif,” katanya. Memasuki era digital, media lokal juga didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penguatan konten digital, pengembangan kreator konten, pembuatan podcast, serta penyajian informasi secara cepat dan akurat.

Kecepatan distribusi informasi harus diimbangi dengan objektivitas dan kemampuan melakukan verifikasi. Perkembangan algoritma media sosial turut membawa tantangan karena masyarakat dapat menerima informasi berdasarkan preferensi masing-masing. “Media lokal menurut saya juga harus masuk ke ranah digitalisasi ini. Artinya, juga harus punya konten-konten kreator, harus mengembangkan itu, juga harus ada podcast, juga harus ada yang sifatnya update,” kata Amsakar.

Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau untuk tidak mudah meneruskan informasi yang diterima melalui media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. “Ayo kepada anak-anak muda kami, setiap informasi yang masuk jangan gampang-gampang mem-forward. Pelajarilah informasi itu. Tetapi kalau keseharian ada informasi-informasi yang memang dilihat oleh mata, didengar langsung oleh telinga, silakan di-forward. Artinya di era seperti sekarang, kami juga jangan menjadi korban informasi, tetapi kami harus menjadi orang yang selektif terhadap informasi,” imbaunya. 

Di akhir kegiatan, apresiasi disampaikan atas perjalanan media tersebut selama 22 tahun yang dinilai telah ikut mewarnai dinamika kehidupan dan pembangunan di Kota Batam.

Terkini