Ukraina Siap Hentikan Serangan Infrastruktur jika Rusia Berkomitmen

Rabu, 16 September 2026 | 12:27:56 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.(Sumber:NET)

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa pihaknya siap menghentikan gempuran ke wilayah Rusia apabila pihak Moskow memberikan komitmen secara nyata untuk tidak menyasar fasilitas infrastruktur penting milik Ukraina. Pernyataan tersebut dilontarkan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim adanya kesepakatan antara Rusia dan Ukraina untuk saling menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

Meski demikian, Zelenskyy menekankan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan secara formal dan pihak Kyiv masih menanti jaminan yang dapat dipercaya. Penghentian gempuran tersebut baru dapat direalisasikan apabila Amerika Serikat bersama negara-negara sekutu menjamin bahwa Rusia benar-benar memegang komitmen untuk menghentikan serangan ke fasilitas infrastruktur Ukraina.

Menurut penjelasan Zelenskyy, langkah penghentian ini mesti berwujud nyata dan berkesinambungan, bukan sekadar kesepakatan yang bersifat sementara. Di samping itu, pihak Rusia dinilai belum memperlihatkan tanda-tanda yang cukup meyakinkan guna mengakhiri pertikaian. Di sisi lain, pemerintah Rusia belum menyampaikan tanggapan resmi mengenai klaim Trump terkait kesepakatan penghentian gempuran pada fasilitas energi.

Langkah-langkah sebelumnya yang ditujukan untuk mencapai gencatan senjata secara terbatas antara Rusia dan Ukraina kerap kali menemui kegagalan, di mana kedua belah pihak saling melemparkan tuduhan terkait pelanggaran yang terjadi. Sebelumnya, Zelenskyy juga mendapat tekanan dari Trump agar menghentikan gempuran pihak Ukraina yang menargetkan kilang minyak serta fasilitas energi milik Rusia.

Aksi serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia dilaporkan telah mengganggu kapasitas pengolahan minyak, sementara Rusia sendiri terus menerus melancarkan gempuran terhadap sistem energi Ukraina.

Apabila kesepakatan mengenai penghentian serangan ke infrastruktur energi ini benar-benar terwujud, hal tersebut berpeluang menjadi titik awal deeskalasi yang krusial di tengah konflik Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022. Kendati demikian, pihak Kyiv tetap menuntut jaminan kokoh agar Rusia mematuhi isi kesepakatan itu.

Terkini