AKRA Masifkan Infrastruktur Energi Surya serta Bisnis LNG Nasional

Rabu, 09 September 2026 | 13:51:26 WIB
Ilustrasi Panel Solar.(Sumber:NET)

JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melihat tiga faktor utama yang akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Ketiganya yakni berlanjutnya hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta peralihan menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. 

Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, perseroan terus memperluas kemitraan di sektor kimia, energi, dan utilitas untuk menangkap peluang pertumbuhan dari meningkatnya aktivitas industri. "Kami juga terus memperluas kemitraan kami di bidang kimia, bidang energi, dan di bidang utilitas," ujar Haryanto saat Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).

AKRA juga menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan energi tenant, terutama di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Sejumlah inisiatif yang telah dijalankan mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya melalui PT Berka Renewable Energy Nusantara, serta pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) dan gas alam. 

Untuk infrastruktur LNG, AKRA menandatangani kerja sama pengembangan proyek dengan BP Gas and Power Investment pada 2024. Perseroan kemudian membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) dengan anak usaha BW LNG.

Pada 2026, AKRA juga menandatangani kontrak pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) dengan Hyundai Heavy Industries Ltd. FSRU tersebut memiliki kapasitas 170.000 meter kubik. Fasilitas ini digunakan untuk menyimpan dan mengolah LNG menjadi gas yang dapat disalurkan kepada pengguna industri. 

"Untuk fasilitas LNG, perseroan telah menandatangani joint venture development dengan BP dan membentuk perusahaan patungan dengan anak usaha BW LNG, dan menandatangani kontrak untuk pembangunan FSRU berkapasitas 170.000 meter kubik dengan Hyundai Heavy Industries," paparnya.

Haryanto mengatakan, berbagai infrastruktur energi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi tenant di JIIPE dan kawasan sekitarnya. "Setiap langkah tersebut dibangun dari kompetensi yang telah dimiliki oleh AKR, yang didasarkan pada kebutuhan pelanggan kami, dan dijalankan bersama dengan mitra yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing," sebutnya. 

Haryanto menyebut, katalis pertama berasal dari berlanjutnya hilirisasi dan pertumbuhan kegiatan industri. Peningkatan aktivitas industri akan mendorong kebutuhan bahan baku, kawasan industri, layanan pelabuhan, serta berbagai utilitas pendukung.

Katalis kedua adalah upaya pemerintah dan pelaku industri memperkuat ketahanan energi. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur penyimpanan dan distribusi energi yang andal untuk menjaga pasokan energi bagi kegiatan industri. Katalis ketiga berasal dari peralihan menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. 

Perubahan tersebut membuka kebutuhan terhadap pilihan energi yang lebih beragam, mulai dari LNG dan gas alam hingga energi surya. Untuk menangkap peluang dari ketiga katalis tersebut, AKRA menyiapkan tiga prioritas dalam strategi pertumbuhannya.

Prioritas pertama adalah memperkuat bisnis utama perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta bahan kimia dasar. Perseroan akan menjaga keandalan pasokan, menyesuaikan layanan dengan kebutuhan industri, serta mengoptimalkan jaringan distribusi dan infrastruktur yang sudah dibangun maupun yang akan dikembangkan. 

Prioritas kedua adalah mengembangkan dan meningkatkan nilai ekonomi JIIPE sebagai kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi. Haryanto mengatakan, bertambahnya tenant di JIIPE akan meningkatkan aktivitas pelabuhan sekaligus menciptakan permintaan jangka panjang terhadap layanan kawasan, termasuk energi, air, gas, dan utilitas industri lainnya.

Arus kas dari penjualan atau monetisasi lahan kawasan industri tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai pengembangan fasilitas utilitas secara bertahap. "Arus kas dari monetisasi lahan akan mendukung pengembangan utilitas yang dibutuhkan secara bertahap, sehingga tidak akan meningkatkan leverage secara signifikan," katanya. 

Prioritas ketiga adalah mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui perluasan layanan energi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan perkembangan pasar.

Pengembangan tersebut mencakup penyediaan utilitas industri, infrastruktur gas dan LNG, energi surya, serta bisnis penjualan BBM ritel secara selektif bersama mitra strategis. 

Haryanto menegaskan, seluruh pengembangan bisnis dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kepastian kebutuhan pelanggan, kelayakan investasi, serta kompetensi mitra. "Dengan demikian, pertumbuhan tetap dijalankan secara disiplin dan diarahkan untuk meningkatkan pengembalian yang optimal," lanjutnya.

Terkini