Oknum Wakasek SMAN 1 Pamanukan Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Siswa

Rabu, 09 September 2026 | 13:46:32 WIB
Ilustrasi Pelecehan seksual terhadap anak.(Sumber:NET)

SUBANG - Ribuan murid SMAN 1 Pamanukan yang berada di wilayah Kabupaten Subang mengadakan aksi demonstrasi di dalam area sekolah pada Senin 7 September 2026. Unjuk rasa besar-besaran ini dipicu oleh terbongkarnya dugaan tindakan pelecehan seksual yang disinyalir dilakukan seorang oknum Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berinisial AT.

Aksi unjuk rasa tersebut sempat berlangsung memanas sewaktu ribuan pelajar mengejar oknum pendidik itu yang diduga berupaya melarikan diri ke luar gerbang sekolah. Suasana yang riuh akhirnya berhasil ditenangkan usai jajaran kepolisian tiba di lokasi guna mengamankan yang bersangkutan.

Salah satu murid perempuan yang menjadi korban berinisial DS membeberkan bahwa ulah tidak pantas dari oknum pejabat sekolah tersebut sejatinya telah terjadi dalam rentang waktu yang lama. Kendati demikian, para korban sebelumnya tidak memiliki keberanian untuk angkat bicara.

DS menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya ketika tengah bertugas menjadi panitia acara perpisahan sekolah pada 7 Mei lalu. Sewaktu merapikan area gedung olahraga usai agenda acara, oknum tersebut secara mendadak memeluknya dari arah belakang saat dirinya sedang berfoto.

"Saat itu saya merasa tidak nyaman dan menegurnya. Namun, dia berdalih bahwa hubungan antara guru dan siswa itu seperti ayah dan anak," kata DS sewaktu ditemui di area sekolah usai mengikuti aksi demonstrasi pada Senin 7 September 2026.

Tindakan tak terpuji ini baru menyeruak setelah seorang pengurus OSIS memberanikan diri untuk bersuara. Keberanian sosok tersebut memicu korban-korban lain untuk berani mengungkap kejadian serupa hingga pihak guru Bimbingan Konseling mengumpulkan para pelajar yang menjadi korban.

"Jadi ada yang berani speak up, karena ada yang berani jadi semua ikut ngomong, tadi yang di guru BK yang laporan ada 15-20 orang, karena ada kericuhan jadi terhenti, kayaknya hampir seluruh cewek satu sekolah ini jadi korban," ucapnya.

Pimpinan SMAN 1 Pamanukan Edi Kanedi membenarkan adanya aksi unjuk rasa yang melibatkan seluruh pelajar yang berjumlah 1.445 orang tersebut. Ia menceritakan bahwa pada awalnya hanya ada satu murid yang menyampaikan aduan, tetapi setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, jumlah korban bertambah secara bertahap.

"Awalnya ada satu murid yang melaporkan. Setelah diselidiki, ternyata korbannya banyak. Data sementara yang tercatat di BK ada sekitar 11 hingga 15 orang siswi," ujar Edi.

Wali murid juga mengaku terpukul serta tidak menyangka insiden perbuatan tersebut dapat terjadi di lingkungan pendidikan. Mariam selaku salah satu orang tua siswa menuturkan bahwa dirinya langsung mendatangi lokasi sekolah usai dihubungi oleh sang anak.

"Anak saya telepon minta saya datang ke sekolah untuk bertemu guru BK. Dia mengaku dilecehkan. Saya sangat kaget dan tidak menyangka karena sekolah ini reputasinya bagus," kata Mariam.

Saat ini oknum terduga pelaku telah diamankan di Polsek Pamanukan sebelum pada akhirnya perkara tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Subang guna proses hukum lebih lanjut.

Sejumlah korban mendatangi markas kepolisian didampingi orang tua masing-masing guna membuat laporan secara resmi. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini lantaran ada dugaan jumlah korban masih berpotensi untuk bertambah.

"Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Subang dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Subang," kata Aiptu Nenden Nurfatimah Kanit PPA Polres Subang.

Terkini