Kemenkes Ajak Warga Lakukan Langkah Sederhana Bantu Gangguan Jiwa

Selasa, 08 September 2026 | 15:59:00 WIB
Ilustrasi menghibur, curhat, mendengarkan isi hati sahabat atau teman.(Sumber:NET)

JAKARTA - Banyak orang mengalami masalah kejiwaan tanpa menunjukkan tanda-tanda secara fisik. Kondisi tersebut sering kali tidak terlihat secara langsung, padahal banyak terjadi di lingkungan sekitar sehari-hari.

Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap perubahan pada orang-orang terdekat tanpa harus menunggu kondisi memburuk menjadi krisis. Setiap orang sebenarnya dapat memberikan bantuan awal tanpa harus menjadi seorang ahli terlebih dahulu.

"Tidak perlu menjadi ahli untuk menolong orang yang mengalami gangguan jiwa. Mulai dengan empat langkah sederhana: Tanya, Dengarkan, Temani, dan Hubungkan,” kata Dante Saksono Harbuwono.

Langkah awal dapat dimulai dengan Tanya, yaitu berani menanyakan kondisi seseorang saat mulai terlihat ada perubahan. Selanjutnya adalah Dengarkan, yakni memberikan ruang baginya untuk bercerita tanpa perlu merasa dihakimi.

Langkah ketiga yaitu Temani, agar mereka tidak merasa menghadapi masalahnya seorang diri. Terakhir adalah Hubungkan, dengan membantu mengarahkan mereka kepada pihak keluarga atau tenaga profesional jika membutuhkan penanganan lanjutan.

Langkah-langkah tersebut sangat penting karena masalah kesehatan jiwa umumnya berkembang perlahan. Dukungan dari orang terdekat bisa membantu penanganan lebih cepat sejak gejala awal muncul.

Secara global, diperkirakan 1 dari 7 orang hidup dengan gangguan kejiwaan. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan sehingga memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Perubahan pada fisik, emosi, maupun perilaku perlu diwaspadai jika berlangsung konsisten lebih dari dua minggu. Beberapa gejalanya meliputi gangguan pola tidur, merasa lemas berulang, perubahan berat badan, mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, perubahan pola bicara serta aktivitas yang mencolok.

“Jangan tunggu sampai krisis. Gejala yang muncul sejak awal harus ditangani agar tidak berkembang menjadi krisis,” tegasnya.

Upaya deteksi dini terus diperkuat melalui program Cek Kesehatan Gratis. Dari program tersebut, tercatat sekitar 35.000 anak atau 1,08 persen teridentifikasi mengalami gangguan jiwa, sementara pada kelompok dewasa ditemukan sekitar 186.000 orang mengalami depresi dan kecemasan.

Skrining kesehatan jiwa mandiri juga bisa dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ-20). Hasilnya dapat membantu masyarakat mengenali kondisi jiwa serta menentukan kebutuhan konsultasi ke tenaga kesehatan.

Bagi masyarakat yang butuh bantuan dukungan psikologis, layanan Healing119 dapat diakses secara gratis melalui kontak 119 ekstensi 8 untuk terhubung dengan pertolongan yang tepat.

Terkini