MEDAN - Aksi pencurian padi dengan cara unik terjadi di Kecamatan Sampung, Ponorogo. Pelaku memanen bulir padi secara manual langsung dari area persawahan di Desa Ringin Putih dan Carangrejo, Kecamatan Sampung.
Jika pencuri pada umumnya mengambil gabah hasil panen yang sudah dikarungi, kali ini pelaku justru memanen sendiri bulir padi dari pohonnya. Aksi tersebut diketahui setelah tanaman padi di salah satu sawah milik warga Desa Ringin Putih dipeluruti hingga bulirannya rontok.
Imam Miftahul Huda, adik pemilik sawah, mengatakan korban baru menyadari adanya aksi pencurian tersebut setelah melihat kondisi tanaman padi di lahan milik kakaknya. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai satu sak gabah.
“Tanaman padi di sawah kakak saya itu dipeluruti sampai butirannya rontok. Kami baru menyadari setelah melihat kondisi tanaman. Kalau dihitung, kerugiannya sekitar satu sak,” ujar Imam.
Menurut Imam, pelaku diperkirakan menjalankan aksinya pada dini hari, sekitar di atas pukul 01.00 WIB. Pelaku diduga memanfaatkan situasi sekitar persawahan yang sudah sepi setelah warung kopi di dekat lokasi tutup.
“Kalau perkiraannya, pelaku beraksi setelah jam satu malam. Saat itu kondisi sudah sepi, apalagi warung kopi di dekat sawah juga sudah tutup,” jelasnya.
Aksi serupa juga sempat terjadi di area persawahan Gegeran, Desa Carangrejo. Di lokasi tersebut, pemetikan padi dilakukan secara acak dari tanaman yang belum dipanen.
Meskipun merasa dirugikan, pihak korban memilih tidak melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Video kejadian kemudian sengaja diunggah ke media sosial sebagai bentuk imbauan agar para petani di wilayah Sampung lebih waspada menjaga lahan mereka, terutama saat tanaman padi mulai mendekati masa panen.
“Kami berharap para petani lebih waspada, terutama menjelang panen, karena kejadian seperti ini bisa saja terulang,” pungkas Imam.