BERITAKINI.CO.ID — Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pemulihan pascabencana tidak cukup diukur dari terdistribusinya bantuan logistik. Perempuan dan anak penyintas membutuhkan ruang aman serta layanan konseling berkelanjutan hingga kondisi psikis mereka benar-benar pulih.
"Trauma healing tidak dapat dilakukan hanya sekali atau dua kali. Sehingga diperlukan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan psikolog," ujar Arifah dalam keterangannya di Kupang, Rabu.
Psikolog Anak dan Pos SAPA Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
Arifah tidak datang sendirian. Ia didampingi psikolog anak yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) 2021-2026, Seto Mulyadi atau Kak Seto, jajaran Kemen PPPA, serta perwakilan Danone Indonesia.
Rombongan menyisir sejumlah titik krusial, mulai dari Rumah Shelter dan Desa Golo Bias di Labuan Bajo, RSUD Komodo, hingga posko pengungsian di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Di Ruteng, kunjungan menyasar Posko Kabupaten dan SLB Tenda Ruteng. Kehadiran Kak Seto di lapangan menjadi sinyal bahwa penanganan trauma anak-anak penyintas menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
Arifah menyebut semangat kebersamaan yang muncul dari berbagai elemen menjadi modal utama pemulihan. "Inilah karakter asli bangsa Indonesia, gotong royongnya, kebersamaannya, solidaritasnya tidak hilang. Kami sekali lagi turut berempati atas kondisi saat ini," katanya.
Ruang Aman dan Asupan Gizi Anak di Pengungsian
Di setiap lokasi yang dikunjungi, tim meninjau Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Pos ini berfungsi sebagai ruang aman sekaligus pusat pendampingan bagi perempuan dan anak dalam situasi darurat. Keberadaannya menjadi vital mengingat risiko kekerasan dan eksploitasi kerap meningkat pascabencana ketika pengungsian berlangsung padat.
Selain aspek psikologis, pemenuhan gizi dinilai krusial. Asupan nutrisi yang memadai menjadi penopang utama daya tahan tubuh anak-anak di tengah kondisi lingkungan yang belum stabil, sekaligus memastikan tumbuh kembang mereka tidak terganggu selama masa pemulihan.
Dukungan 5.000 Karton Hidrasi dari Danone Indonesia
General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, menyatakan dukungan perusahaannya merupakan wujud gotong royong lintas sektor. "Ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana, kita semua adalah bagian dari Indonesia yang sama. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat bergotong royong dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing," ujarnya.
Danone Indonesia turut menyediakan dukungan hidrasi dan nutrisi berdasarkan hasil koordinasi kebutuhan di lapangan. Hingga saat ini, sekitar 5.000 karton produk telah disalurkan secara bertahap melalui berbagai mitra kepada masyarakat terdampak.
"Apa yang kami lakukan merupakan bagian kecil dari ikhtiar bersama. Kami percaya semangat saling membantu dan gotong royong adalah kekuatan bangsa Indonesia ketika menghadapi masa-masa sulit," kata Agung.
Danone Indonesia berkomitmen terus berkoordinasi dengan Kemen PPPA, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan untuk memantau perkembangan kebutuhan penyintas selama masa pemulihan berlangsung.