BERITAKINI.CO.ID — Gedung SIKL berdiri di kompleks Pusat Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur. Bangunan tertingginya mencapai empat lantai plus satu basement, berisi ruang kelas jenjang TK hingga SMA, laboratorium, ruang guru, ruang komite dan tata usaha, food hall, hall, sport hall, musala, serta area parkir bawah tanah.
Pengerjaannya dimulai Mei 2025 dan tuntas kurang lebih satu tahun kemudian. Seluruh fasilitas itu dirancang untuk menampung hingga 800 siswa, hampir dua kali lipat dari kapasitas sekolah sebelumnya.
Menariknya, gedung ini bukan sekadar tempat belajar. Sport hall dan food hall dibuat agar siswa punya ruang beraktivitas di luar jam pelajaran, sesuatu yang sering kurang di sekolah Indonesia di luar negeri.
Anak PMI Kini Punya Ruang Belajar yang Layak
Sekolah ini menyasar anak-anak WNI yang tinggal di Malaysia, termasuk putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selama ini keterbatasan ruang kelas kerap menjadi kendala bagi mereka yang ingin mengikuti kurikulum Indonesia sambil menetap di luar negeri.
Ruang kelas baru berarti lebih banyak anak yang bisa tertampung. Dengan begitu, akses pendidikan dasar dan menengah berstandar nasional Indonesia semakin terbuka di tengah komunitas diaspora yang jumlahnya terus bertambah.
Posisi SIKL di Kuala Lumpur juga strategis. Mayoritas PMI di Malaysia bekerja di sektor domestik dan perkebunan, dengan anak-anak yang kerap kesulitan mendapatkan pendidikan formal karena status tinggal orang tua.
Dian Sovana: Lebih dari Sekadar Proyek Konstruksi
Sekretaris Perusahaan Brantas Abripaya Dian Sovana menegaskan, pembangunan SIKL membawa misi yang lebih dalam dari sekadar menyelesaikan proyek fisik. "Di balik setiap ruang kelas dan fasilitas yang kami bangun, terdapat harapan agar anak-anak Indonesia di Malaysia dapat memperoleh ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih cita-cita," ujarnya, Rabu (2/9).
Menurut Dian, pendidikan adalah instrumen menjaga kualitas generasi Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri. "Kami bangga dapat mengambil bagian dalam menghadirkan fasilitas pendidikan Indonesia di Kuala Lumpur. Kami berharap gedung ini memberikan manfaat jangka panjang bagi para siswa, guru, keluarga WNI, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global," kata dia.
Bagi BUMN konstruksi itu, karya akan bernilai lebih ketika manfaatnya dirasakan langsung oleh generasi mendatang. "SIKL adalah salah satu karya tersebut, sebuah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membawa nama Indonesia di kancah global," imbuhnya.
Upacara Bendera Perdana di Gedung Baru
Peresmian gedung ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo. Ia berharap fasilitas baru ini memberi semangat baru bagi para siswa sekaligus mendukung kemajuan pendidikan dasar masyarakat Indonesia di Malaysia.
Rampungnya SIKL menambah portofolio Brantas Abripaya dalam membangun infrastruktur sosial di luar negeri. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menghadirkan karya yang menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.