Yusril Ihza Mahendra Buka Suara Soal Kericuhan Pasca-Demo di Jakarta

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:10:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan tanggapan terkait tewasnya seorang warga bernama Bambang serta aksi penganiayaan yang menimpa seorang siswa kelas 12 bernama Faturrohman dalam insiden kericuhan pasca-demonstrasi pada 27 Agustus di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya saat ini terus mendalami dan melakukan proses penyelidikan atas dua kejadian tersebut.

"Polda Metro Jaya kini sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman," kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai pihak mana yang menjadi pelaku atau pihak yang memikul tanggung jawab atas rangkaian insiden tersebut.

Penegakan hukum yang tidak pandang bulu dipastikan akan diterapkan kepada siapa saja yang terbukti terlibat secara sah dalam peristiwa ini.

"Pendalaman sedang dilakukan untuk sampai pada kesimpulan siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan. Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas," tegasnya.

Pihak aparat penegak hukum juga belum menarik kesimpulan terkait adanya keterlibatan perorangan, kelompok masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan tertentu pada kejadian ini.

Publik dan masyarakat luas diminta untuk tidak terpengaruh atau terprovokasi oleh berbagai klaim serta informasi simpang siur yang belum terverifikasi kebenarannya mengenai kericuhan usai aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) tersebut.

"Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," ucapnya.

Insiden penganiayaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa atas nama Bambang serta tindakan kekerasan terhadap Faturrohman diketahui berlangsung sesaat setelah peserta aksi membubarkan diri dari area Gedung DPR, di mana situasi bentrokan antar-kelompok warga kemudian pecah di wilayah Pejompongan.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak memanfaatkan peristiwa ini sebagai acuan untuk melancarkan aksi balasan maupun menciptakan bentrokan kekerasan baru.

"Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan," ungkapnya.

"Kami serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari kami bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban masyarakat," imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh massa aksi demonstrasi, baik yang datang dari Pati maupun wilayah lainnya, serta kalangan mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi mereka secara tertib dan damai.

Terkini