Tim Cook Mundur dari Apple, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:32:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Kabar mengejutkan datang dari Cupertino. Setelah memimpin selama 15 tahun, Tim Cook memutuskan untuk mundur dari kursi CEO Apple. John Ternus, yang selama ini menjabat sebagai kepala teknik perangkat keras (hardware engineering), akan mengambil alih kendali perusahaan.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Cook pada April 2026. Meski mundur dari jabatan tertinggi, Cook masih akan terlibat dalam sejumlah urusan penting perusahaan lewat posisi barunya sebagai executive chairman di jajaran direksi.

Peran Baru Tim Cook di Apple

Apple menyatakan Cook akan "membantu dalam aspek-aspek tertentu perusahaan, termasuk berhubungan dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia." Ini bukan peran seremonial belaka mengingat pengalaman Cook menangani isu regulasi dan geopolitik selama memimpin.

Di bawah kepemimpinan Cook, valuasi Apple sempat menyentuh angka fantastis dan lini produknya melebar dari sekadar iPhone dan Mac ke wearable serta headset mixed-reality. Kini, tantangan serupa menanti Ternus yang harus membuktikan diri di tengah persaingan AI yang makin ketat.

Jejak Digital: 15 Tahun Kepemimpinan dalam Kutipan

Sepanjang kariernya, Cook dikenal dengan gaya komunikasi yang khas. Beberapa pernyataannya menjadi penanda penting arah kebijakan perusahaan, dari soal privasi hingga kontroversi produk.

Pada 2011, di email pertamanya sebagai CEO, ia menegaskan kontinuitas visi Steve Jobs: "Saya ingin kalian yakin bahwa Apple tidak akan berubah. Saya menghargai dan merayakan prinsip serta nilai unik Apple. Steve membangun perusahaan dan budaya yang tidak ada duanya di dunia, dan kita akan tetap setia pada itu—itu ada di DNA kita."

Konsistensi soal privasi juga kerap disuarakannya. Pada 2015, ia menyatakan, "Kami melihat privasi adalah hak asasi manusia yang fundamental." Pernyataan ini keluar di tengah derasnya kritik terhadap praktik pengumpulan data oleh raksasa teknologi lain.

Momen Kontroversi dan Kegagalan

Tak semua momen berjalan mulus. Pada 2012, Apple Maps yang diluncurkan dengan bug parah memaksa Cook mengeluarkan permintaan maaf publik. "Kami gagal memenuhi komitmen ini. Kami sangat menyesal atas frustrasi yang ditimbulkan pada pelanggan," tulisnya.

Lima tahun kemudian, ia justru antusias terhadap teknologi augmented reality (AR). "Saya sangat bersemangat, saya ingin berteriak," ujarnya pada 2017. Antusiasme itu akhirnya terwujud lewat peluncuran Vision Pro pada 2023 yang ia sebut sebagai "era baru komputasi spasial."

Salah satu jawaban paling pedas keluar pada 2022. Saat ditanya konsumen mengapa iPhone belum mendukung RCS (Rich Communication Services) yang sudah standar di Android, Cook menjawab singkat: "Belikan ibumu iPhone." Jawaban ini sempat memicu perdebatan soal standar perpesanan lintas platform.

Warisan di Sektor Kesehatan

Menariknya, Cook menilai kontribusi terbesar Apple bukan dari iPhone. "Saya pikir ketika kita melihat ke belakang suatu hari nanti dan bertanya apa kontribusi terbesar Apple, jawabannya adalah di bidang kesehatan," ujarnya pada 2022.

Pernyataan itu masuk akal mengingat fitur ECG, deteksi jatuh, hingga pemantauan detak jantung di Apple Watch telah menyelamatkan nyawa pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kepemimpinan di Masa Krisis

Cook juga dinilai tangguh menghadapi krisis global. Saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020, ia menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan: "Seluruh keluarga Apple berutang budi pada para responden pertama, dokter, perawat, peneliti, dan pakar kesehatan masyarakat yang telah memberikan segenap jiwa mereka."

Di luar urusan serius, ia juga dikenal dengan sapaan khasnya yang ceria: "Good moooorning!"—sebuah ritual yang kerap menutup presentasi produk Apple dengan suasana hangat.

Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?

Pergantian ini kemungkinan tidak akan mengubah strategi besar Apple secara drastis dalam jangka pendek. Ternus dikenal sebagai eksekutif yang fokus pada urusan teknis dan rantai pasok, dua hal yang krusial untuk menjaga kestabilan produksi dan harga perangkat di pasar Asia Tenggara.

Bagi pengguna setia iPhone di Indonesia, transisi ini patut dipantau. Kebijakan harga, dukungan fitur lokal, hingga kelancaran distribusi akan menjadi ujian pertama Ternus memimpin perusahaan paling bernilai di dunia.

Terkini