Wamensos Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Sumba Timur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:15:26 WIB
Wamensos Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kemensos, Jakarta.(Sumber:NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta agar realisasi pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dapat segera disegerakan. 

Wilayah yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dengan tingkat kemiskinan tinggi ini dinilai sangat membutuhkan prioritas fasilitas edukasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat ia menerima kunjungan Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kementerian Sosial.

Pemerintah Daerah Sumba Timur telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah melakukan pengecekan lapangan dan menyatakan lokasi tersebut layak, dengan dua catatan perbaikan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang serta pelebaran akses jalan.

“Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah,” kata Agus Jabo.

Jajaran Pemerintah Daerah Sumba Timur menegaskan komitmennya untuk segera melengkapi dua persyaratan teknis yang diminta pusat.

“Kalau jalan sebetulnya sudah ada, lebar standar jalan daerah saja, mungkin sekitar 4 meter yang sudah pengerasan, itu mulai langsung di tepi jalan itu. Kalau terkait dengan komitmen untuk meningkatkan kondisinya, nanti kami akan lebaran,” kata Umbu.

Area yang disiapkan tersebut dinilai sangat strategis karena akses listrik dan air bersih dari pemerintah sudah tersedia. Hal ini akan mempermudah pemenuhan kebutuhan operasional dasar Sekolah Rakyat jika pembangunannya dimulai.

Bupati memaparkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayahnya menyentuh angka 25%, dengan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 18%. Fasilitas pendidikan baru ini dianggap menjadi instrumen krusial dalam memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

“Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kami optimalkan,” ujarnya.

Umbu turut menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang mengalir ke wilayah Sumba Timur selama ini.

“Program-program Kementerian Sosial memang menyentuh sekali, terutama berkaitan dengan bansos, berkaitan dengan PKH, betul-betul membantu. Kami tidak hanya sekedar menyalurkan, kami juga memantau masyarakat penerima ini memanfaatkan dengan benar,” kata Umbu.

Di sisi lain, Agus Jabo menegaskan penanganan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama dari Presiden Prabowo Subianto.

“Nah, Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Agus Jabo.

Layanan Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sistem penerimaan tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan metode penjangkauan langsung yang mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

“Jadi kan sekarang kami sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kami bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check,” pungkasnya.

Terkini