Atasi Bencana, BPJN Aceh Percepat Saluran Air Beutong-Celala

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:34:05 WIB
Ilustrasi Pembangunan tiga saluran air box culvert di Beutong-Celala dipercepat untuk atasi dampak bencana hidrometeorologi.(Sumber:NET)

JAKARTA - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sedang mempercepat pengerjaan tiga saluran air beton jenis box culvert pada Ruas Beutong-Celala, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.Infrastruktur bernilai kurang lebih Rp 3 miliar tersebut diproyeksikan selesai pada Oktober 2026 guna melindungi akses masyarakat dari ancaman erosi, luapan banjir, serta tanah longsor.

Jalur Beutong-Celala sebelumnya sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang membuat daerah sekitarnya terisolasi, baik dari arah Nagan Raya maupun Takengon.Pembangunan box culvert ini menjadi langkah penanganan permanen untuk mengendalikan luapan air kala hujan lebat agar tidak mengikis lereng dan merusak badan jalan kembali.

Project Manager Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang - Jeuram, Feri Ejin, menjelaskan bahwa box culvert dirancang memiliki ukuran 3×6 meter, lebih besar dari struktur terdahulu.Kapasitas yang lebih lapang ini disiapkan supaya debit air dapat tertampung serta dialirkan secara aman saat curah hujan tinggi.

"Dimensinya diperbesar dibandingkan sebelumnya. Dengan ukuran 3×6 meter, kami berharap aliran air saat hujan deras dapat tertampung dan terbuang dengan lebih baik sehingga kejadian seperti tahun lalu tidak terulang," kata Feri dalam keterangan tercatat, Selasa (18/8/2026).

Pengerjaan dilakukan pada tiga titik dengan hambatan utama berupa pengangkutan material menuju lokasi.Bahan bangunan harus diangkut menempuh jarak sekitar 50 kilometer melewati medan yang menanjak serta terjal.Kondisi jalur tersebut menyebabkan muatan setiap armada truk dibatasi hanya sekitar tujuh meter kubik dengan intensitas rata-rata satu kali pengiriman per hari.

"Tantangannya adalah memastikan material sampai dan selalu tersedia di lokasi. Medannya cukup ekstrem sehingga kapasitas truk terbatas, sedangkan semen dan material lainnya harus terus dipasok agar pekerjaan tidak terhenti," ujar Feri.

Guna mengejar target penyesaian, BPJN Aceh menyiagakan 9 unit ekskavator, 10 unit dump truck, 1 unit tandem roller, 1 unit dozer, serta berbagai alat pendukung lainnya.Jumlah pekerja beserta durasi operasional pengerjaan turut disesuaikan.Saat cuaca mendukung dan cerah, waktu kerja ditambah untuk menggantikan jam kerja yang terbuang sewaktu hujan turun.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen 2.7 Aceh Fachrun Rizaldi menuturkan bahwa langkah percepatan sangat dibutuhkan mengingat jalur ini merupakan akses utama bagi lalu lintas warga.

"Kami melakukan percepatan karena daerah ini sempat terisolasi. Dari arah Nagan Raya tidak bisa masuk, demikian pula dari arah Takengon," kata Fachrun.

Apabila pengerjaan box culvert rampung, jalan tersebut diharapkan lebih kokoh dalam menghadapi lonjakan debit air sekaligus menjaga kelancaran arus transportasi warga, pasokan barang, dan pergerakan roda ekonomi.Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) dari Kementerian Dalam Negeri Imran menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus menjamin rasa aman bagi masyarakat saat menghadapi musim penghujan.

"Ketika curah hujan dan debit air meningkat, masyarakat harus tetap merasa nyaman dan terlindungi," ujar Imran.

Satgas PRR juga mendorong peningkatan koordinasi antara BPJN Aceh, pemerintah daerah, pihak kontraktor, dan instansi terkait untuk menyelesaikan kendala pengiriman material serta faktor cuaca.

Terkini