Bupati Kebumen Pastikan Pemerataan Infrastruktur Sampai Pelosok

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:06:21 WIB
Bupati Kebumen Lilis Nuryani.(Sumber:NET)

KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen terus menggenjot percepatan pemerataan sarana infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan.

Salah satu fokus utamanya tertuju pada pengerjaan ruas Jalan Wadasmalang–Slepi yang terhubung hingga area Kabupaten Wonosobo.

Jalur ini menghubungkan Desa Wadasmalang di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, dengan Desa Kumejing di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, pada kawasan sisi timur laut Kebumen.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang melakukan inspeksi pada proyek jalan tersebut Rabu (12/8) mengutarakan bahwa peninjauan dilakukan guna memastikan pengerjaan di wilayah utara yang jauh dari kawasan perkotaan tetap berjalan sesuai target.Saat ini, capaian pengerjaan fisik proyek telah menyentuh angka 64,98 %.

“Hari ini saya berada di ruas Jalan Wadasmalang–Slepi, salah satu ruas jalan di wilayah utara Kebumen yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Saat ini pekerjaan pemeliharaan berkala sedang berjalan, dan progresnya sudah mencapai sekitar 64,98 %,” ujar Lilis saat meninjau lokasi proyek.

Ia menerangkan bahwa penanganan sarana transportasi tahun ini difokuskan pada pembuatan jalan beton sepanjang 530 meter dengan lebar 5 meter.Oleh karena pengerjaannya diterapkan secara bertahap, sisa rute yang memerlukan perbaikan sudah dimasukkan dalam perancangan APBD Perubahan 2026.

Menurutnya, akses jalan ini memiliki peran strategis sebagai perlintasan utama penyokong mobilitas harian warga.Mulai dari rute menuju sekolah, sarana kesehatan, tempat jual beli, hingga area kerja.

Bupati menegaskan bahwa pihaknya senantiasa memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah yang jauh dari kawasan kota agar tak ada warga yang merasa terbelakang.

“Dengan akses yang semakin baik, kami berharap mobilitas meningkat, kegiatan ekonomi berkembang, dan secara bertahap dapat mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” tandas Biyunge Kebumen itu.

Bupati menekankan bahwa nilai keadilan dalam pembangunan wajib dirasakan secara merata oleh segenap lapisan masyarakat.Baik bagi penduduk di kawasan kota, area pedesaan, hingga wilayah terpencar di pelosok.

Ia pun memohon doa serta dukungan warga supaya seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan lancar.

Merujuk data pada papan proyek, Pembangunan Jalan Wadasmalang–Slepi bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen T.A. 2026 (DAU) dengan pagu senilai Rp 1.679.673.000.

Agenda proyek yang berdurasi 120 hari kalender ini digarap oleh pihak pelaksana CV Zahna Mandiri, didampingi CV Adhi Jaya Consultant selaku konsultan perencana serta CV Amanah Barokah sebagai konsultan pengawas.

Setelah memeriksa Jalan Wadasmalang–Slepi, Bupati melanjutkan agenda pemantauan ke rute Jalan Muktisari–Bocor yang sudah rampung 100 %.

Di tengah peninjauan, Bupati menyempatkan diri berdialog dengan warga di Pasar Bedug, Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren, yang mengutarakan apresiasi atas pembenahan jalur tersebut.

Kendati demikian, masyarakat turut berharap agar pembenahan jalan ke arah utara yang belum tersentuh dapat diteruskan.

Merespons aspirasi tersebut, Bupati memastikan bahwa sisa ruas jalan menuju perempatan Muktisari akan dituntaskan lewat APBD Perubahan 2026.

Menurut penjelasannya, hari ini ia berada di lokasi Jalan Muktisari–Bocor.Jalan ini telah diperbaiki sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan lebar 6 meter, sehingga warga dapat memanfaatkannya secara lebih nyaman.Akses ini merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Kebumen dengan Kecamatan Buluspesantren.

“Jalan ke Jogja juga lewat sini, serta digunakan untuk jalan anak-anak sekolah, ke pasar, bekerja, dan wisata yang dekat di sini. Nanti tahun ini (APBD Perubahan) diselesaikan sampai ke Jalan Nasional (perempatan Muktisari),” imbuh dia.

Kegiatan inspeksi infrastruktur ditutup pada rute Jalan Pandan–Tanggulangin, Kecamatan Klirong.Perbaikan rute ini memberi kabar gembira bagi penduduk yang sebelumnya harus melintasi jalan rusak berlubang.

Proyek perbaikan jalan sepanjang sekitar 528 meter dengan lebar 4 meter ini memakan nilai kontrak sebesar Rp1.680.230.000,00 dan diproyeksikan mampu memperlancar arus mobilitas masyarakat setempat secara nyata.

Terkini